Terlibat Sabu-Sabu, Pasangan “Selingkuh” Dibekuk Polisi

0
60
Terlibat Sabu-Sabu, Pasangan “Selingkuh” Dibekuk Polisi
Foto: Wakapolres Sikka Kompol I Putu Surawan menggelar konferensi pers terkait kasus narkotika jenis sabu-sabu, Senin (16/9);
Maumere-SuaraSikka.com: Anggota Satres Narkoba Polres Sikka, Rabu pekan lalu, membekuk dua orang yang diduga terlibat narkotika jenis sabu-sabu. Keduanya ditangkap di depan Distro Artfun Waidoko Kelurahan Wolomarang Kecamatan Alok Barat Kabupaten Sikka. Dua orang yang dicurigai sebagai pasangan “selingkuh”, saat itu langsung diamankan di Polres Sikka.
Dua orang itu adalah CR, perempuan berusia 27 tahun, berasal dari Makasar. Dia pernah bekerja pada sebuah tempat hiburan malam di Kabupaten Sikka. Sementara yang satunya lagi adalah YM alias T, laki-laki berusia 34 tahun yang beralamat di Detung Desa Nele Urung Kecamatan Nele Kabupaten Sikka.
Wakapolres Sikka Kompol I Putu Surawan saat konperensi pers, Senin (16/9), menjelaskan polisi membuntuti kedua tersangka setelah mengantongi sejumlah informasi. Kedua terduga tersangka akhirnya ditangkap sekitar pukul 23.00 Wita saat sedang mengendarai sepeda motor.
Setelah ditangkap, polisi langsung melakukan penggeledahan. Dari penggeledahan, ditemukan 1 paket bungkusan plastik bening yang diduga berisi sabu-sabu pada kantong celana CR. Perempuan ini mengaku barang tersebut adalah sabu-sabu miliknya.
Setelah mendapatkan barang bukti, polisi kemudian melakukan pengembangan ke kamar kos CR di Lorong  Binter RT/RW 007/002 Kelurahan Kota Uneng Kecamatan Alok. Di kamar kos, petugas menemukan banyak barang bukti yang mengarah kepada penggunaan narkotika.
Barang bukti yang ditemukan adalah 2 pipet plastik bening yang diduga untuk mengisap sabu, 1 pipet plastik warna putih bengkok yang sudah dipotong-potong, 1 buah kepingan kaca yang diduga sebagai wadah untuk mengisi sabu, dan 1 buah botol minuman aqua berisi air setengah botol diduga sebagai bong.
Polisi juga menemukan 3 tutup botol aqua yang sudah dilubangi dan diisi dalam bungkus rokok marlboro merah, 1 buah pemantik gas warna merah yang diduga digunakan untuk membakar, dan 1 buah handphone merek Samsung J5.
“Terduga tersangka CR mengakui barang bukti tersebut adalah miliknya, yang digunakan bersama-sama dengan temannya YM di dalam kamar kos,” jelas Wakapolres Sikka.
Atas kejadian tersebut, polisi langsung mengamankan CR dan YM alias T ke Polres Sikka, berikut barang-barang bukti. Keduanya disangkakan Pasal 112 ayat (1) dan atau Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Indang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.
“Unsur pasalnya adalah setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai atau meyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman, dan atau setiap penyalahgunaan Narkotika Golongan I bagi diri sendiri,” tegas I Putu Surawan.
Kasat Narkoba Polres Sikka Iptu Salfredus Sutu menjelaskan barang bukti yang diduga sabu-sabu itu sudah diperiksa di Laboratorium Forensik di Denpasar. Setelah diperiksa, diperoleh informasi bahwa benar barang tersebut adalah sabu-sabu. Hasil resmi pemeriksaan laboratorium forensik akan dikirim ke Polres Sikka.
Konferensi pes ini dihadiri Kasat Narkoba Polres Sikka Iptu Salfredus Sutu dan Kasubag Humas dan Protokol Iptu Petrus Kanisius. Polisi menghadirkan juga kedua terdua tersangka yang mengenakan baju tahanan berwarna kubing. Kedua tersanga dikawal ketat Bripka Yanso dan Aipda Henrik.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini