Ke Sekolah 3 Kilometer, Ternyata Tidak Ada KBM

0
59
Ke Sekolah 3 Kilometer, Ternyata Tidak Ada KBM
Yunita Serlina Pada pelajar Kelas VII SMPN Nita 2 didampingi orangtuanya, saat mengadu di Kantor Sinas PKP Sikka, Kamis (10/10)
Maumere-SuaraSikka.com: Yunita Serlina Pada, pelajar Kelas VII SMPN 2 Nita, setiap hari ke sekolah berjalan kaki saja. Tinggal di Dusun Detung Likong, dia harus menempuh perjalanan sejauh 3 kilometer menuju sekolah yang terletak di Nirangkliung. Sialnya, setiba di sekolah, ternyata tidak ada kegiatan belajar mengajar (KBM).
Gadis kecil ini pun kecewa sekali. Semangatnya menempuh pendidikan, ternyata hanya menjadi cerita sepanjang perjalanan yang melelahkan. Dua bulan tanpa KBM di sekolahnya, membuat dia geram dan marah kepada kepala sekolah dan guru-guru yang “malas” masuk sekolah.
Ketika para pelajar di sekolah itu bersama orang tua mengadu ke Kantor Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olah Raga (PKO) Kabupaten Sikka, Kamis (10/10), Yunita Serlina Pada pun ikut. Dia tidak mengenakan seragam sekolah, karena saat itu sedang sakit. Namun meski pun sakit, dia ikut bersolidaritas untuk menuntut perubahan pada sekolahnya.
“Saya ke sekolah jalan kaki kurang lebih 3 kolimeter. Dari rumah di Detung Likong, itu harus mendaki sampai ke Nirangkliung. Sampai di sekolah tidak ada kegiatan belajar mengajar karena guru-guru tidak masuk. Tiap hari kami hanya bermain saja sampai jam pulang sekolah,” kisah dia.
Menurut dia, setiap hari hanya 2-3 guru saja yang datang ke sekolah. Paling banyak 4-5 guru yang datang, itu pun jarang terjadi. Padahal terdapat 14 orang guru di sekolah itu, baik guru PNS maupun guru honor. Kepala sekolah hampir pasti setiap hari tidak masuk sekolah. Karena tidak ada KBM, praktis Yunita Serlina Pada dan teman-temannya tidak tahu apa yang harus mereka lakukan. Bermain, menjadi satu-satunya pilihan yang dilakukan para pelajar.
Maria Bunga, ibu dari pelajar ini ikut mengungkapkan kekecewaannya, setelah mengetahui tidak ada KBM di SMPN 2 Nita selama dua bulan terakhir. Dia mengutuk keras kepala sekolah dan guru-guru yang tidak memiliki tanggung jawab melaksanakan kewajiban pendidikan di sekolah itu. Bagi dia, rendahnya tanggung jawab tersebut tidak bisa ditolerir. Pemerintah daerah, dalam hal ini Dinas PKO Sikka harus berani mengambil langkah-langkah strategis solutif untuk memecahkan persoalan yang sedang terjadi.
“Sudah keterlaluan sekali. Masa 2 bulan tidak ada KBM. Itu artinya ada masalah besar di sekolah. Sebaiknya kepala sekolah dan guru-guru di situ digantikan semua. Jangan korbankan pendidikan dan masa depan anak-anak kami,” tutur Maria Bunga di Kantor Dinas PKO Sikka.
Maria Bunga dan juga sejumlah orang tua pelajar, hari itu diterima Pelaksana Tugas Kepala Dinas PKO Sikka Mayella da Cunha. Rupanya persoalan di SMPN 2 Nita ini sudah menjadi fokus perhatian Dinas PKO Sikka. Sehari sebelum para pelajar dan orang tua mengadu, Mayella da Cunha sudah lebih dulu melakukan inspeksi mendadak ke sekolah itu. Ternyata benar, dia tidak menemukan KBM di sekolah itu. Bahkan kepala sekolah pun hari itu dikabarkan seperti biasanya tidak masuk sekolah.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini