Fraksi Partai Gerindra Dibodoh-bodohi Ketua DPRD Sikka

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 6 November 2019 - 17:39 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 20 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Fraksi Partai Gerindra Fransiskus Stephanus Say

Ketua Fraksi Partai Gerindra Fransiskus Stephanus Say

Maumere-SuaraSikka.com: Empat fraksi di DPRD Sikka terpaksa walk out dari paripurna penetapan alat kelengkapan dewan, Jumat (1/11) malam. Salah satunya adalah Fraksi Partai Gerindra. Ketua Fraksi Partai Gerindra Fransiskus Stephanus Say mengaku telah dibodoh-bodohi Ketua DPRD Sikka Donatus David.
Selain Fraksi Partai Gerindra, yang walk out pada malam itu adalah Fraksi Partai Golkar, Fraksi Partai Nasdem, dan Fraksi PAN. Praktis komposisi pimpinan alat kelengkapan dewan hanya ditentukan oleh 5 fraksi lainnya yakni Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi PKB, Fraksi Partai Hanura, Fraksi Partai Perindo, dan Fraksi Demokrat Sejahtera.
Stephanus Say mengatakan mestinya pembentukan alat kelengkapan dewan terjadi pada Rabu (30/10). Namun agenda tersebut batal dilaksanakan karena sebagian besar anggota DPRD Sikka tidak hadir, terutama dari Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi PKB, Fraksi Partai Hanura, Fraksi Partai Perindo, dan Fraksi Demokrat Sejahtera, yang disebut-sebut sebagai fraksi pendukung pemerintah.
Menurut mantan Wakil Ketua DPRD Sikka itu, bisa saja agenda penentuan komposisi pimpinan alat kelengkapan dipaksakan berlangsung pada Rabu (30/10). Namun dengan alasan etika, akhirnya anggota DPRD Sikka yang hadir waktu itu sepakat untuk menunda pembentukan pimpinan alat kepengkapan dewan pada Jumat (1/11).
“Kalau kami mau paksakan, pasti selesai pada hari itu. Tapi ini karena etika saja. Kami menganggap ini adalah bagian dari kebersamaan. Tidak baik kalau ada yang tidak ikut memilih,” ujar Stephanus Say di Gedung DPRD Sikka, Senin (4/11).
Agenda pembentukan alat kelengkapan dewan pun dijadwalkan Jumat (1/11). Sebelum paripuna, terlebih dahulu ada rapat konsultasi Pimpinan DPRD Sikka bersama Bupati Sikka di ruang kerja Ketua DPRD Sikka. Rapat konsultasi ini akhirnya meluas, karena Pimpinan Fraksi diundang hadir.
“Ada yang panggil saya ke ruangan Ketua, katanya rapat konsultasi. Saya tanya agenda apa? Kok tiba-tiba? Lalu jawabannya terkait alat kelengkapan dewan, katanya dibicarakan sama-sama, netting, sehingga tinggal ketuk palu di paripurna. Itu tawarannya. Karena diminta terus akhirnya saya masuk ke ruangan Ketua,” jelas dia.
Dalam rapat konsultasi, Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo mengharapkan komposisi pimpinan alat kelengkapan dewan mempertimbangkan kebersamaan semua fraksi. Harapan ini disambut baik semua fraksi, termasuk Fraksi Partai Gerindra.
Menanggapi harapan Bupati Sikka, Stephanus Say lalu mengusulkan membagi pimpinan alat kelengkapan sesuai urutan pemenang Pemilu 2019. Karena PDI Perjuangan, PKB, dan Partai Golkar sudah menempati posisi Pimpinan DPRD, dia mengusulkan dilanjutkan urutan pemenang berikut yaitu Partai Nasdem dan Partai Hanura. Sementara partai-partai lainnya, seperti Partai Gerindra, Partai Perindro, PAN, PKP Indonesia, Partai Demokrat, dan PKS, mengikuti dinamika yang terjadi. Usulan ini pun disetujui Pimpinan DPRD Sikka dan Pimpinan Fraksi.
Kemudian dalam diskusi yang penuh dinamika, akhirnya disepakati komposisi pimpinan komisi-komisi. Ketua Komisi 1 Filario Charles Bertrandi dari Fraksi PAN, Wakil Ketua Fraksi Partai Perindo. Ketua Komisi 2 Fransiskus Stephanus Say Fraksi Partai Gerindra, Wakil Ketua Fraksi Partai Nasdem, dan Sekretaris Fraksi PKB. Komisi 3 dengan Ketua Fraksi PDI Perjuangan, yang kemudian masih tarik ulur karena “perebutan” dua anggota fraksi.
Saat paripurna pembentukan akat kelengkapan dewan pada Jumat (1/11) malam, Fraksi Partai Gerindra dan Fraksi PAN mempertanyakan hasil kesepakatan Ketua Komisi 3 yang menjadi “jatah” Fraksi PDI Perjuangan. Namun saat itu Ketua DPRD Sikka Donatus David yang memimpin rapat paripurna menjawab bahwa tidak pernah ada kesepakatan terkait komposisi pimpinan alat kelengkapan dewan.
Donatus David kemudian mengarahkan mekanisme pimpinan alat kelengkapan sesuai Peraturan Tata Tertib DPRD Sikka. Mekanisme yang dia maksudkan yakni ketua, wakil ketua, dan sekretaris komisi-komisi dipilih dari dan oleh anggota komisi. Jawaban ini membuat geram 4 fraksi, yang akhirnya memilih walk out dari paripurna.
“Kalau menggunakan mekanisme Peraturan Tata Tertib DPRD Sikka, kenapa siangnya dilakukan prakondisi untuk menentukan komposisi alat kelengkapan dewan? Ini yang kami keewa sekali karena merasa dibodoh-bodohi Ketua DPRD Sikka,” kesal Stephanus Say.
Dengan kondisi yang ada, pimpinan 3 komisi di DPRD Sikka diisi fraksi-fraksi pendukung pemerintah. Ketua Komisi 1 Florensia Klowe dari Fraksi Partai Hanura, Ketua Komisi 2 Stefanus Sumandi dari Fraksi PDI Perjuangan, dan Ketua Komisi 3 Alfridus Melanus Aeng dari Fraksi PDI Perjuangan. Anggota DPRD Sikka dari empat fraksi yang walk out hanya menjadi anggota biasa saja.*** (eny)
Baca Juga :  Lomba Paket Pelang HUT Yapenthom, Sebuah Kiat Mewariskan Tradisi

Berita Terkait

Pasca Gempa 7,7 M Melanda Flores, Kegiatan HUT RI di Maumere Dibatalkan
Lima Orang Tewas Akibat Gempa 7,7 Magnitudo di Flores
Flores Bergetar Hebat, Gempa 7,7 Magnitudo, 1 Warga Maumere Meninggal Dunia
Generasi Ngada Belum Selesai, BMP Flotim Kena Bantai, Dua Tim Berbaur Damai
Wasit Bikin Rusak Turnamen Piala Suratin
Pelatih Perse Ende Ingin Ketemu Persami Maumere di Final Piala Suratin
All Flores Semifinal Terjadi di Piala Suratin
Pelajar SMPK Yapenthom 2 Maumere Ikuti Kejurnas Taekwondo Danrem Wijayakrama di Jakarta

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 10:29 WITA

Pasca Gempa 7,7 M Melanda Flores, Kegiatan HUT RI di Maumere Dibatalkan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:07 WITA

Lima Orang Tewas Akibat Gempa 7,7 Magnitudo di Flores

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:40 WITA

Flores Bergetar Hebat, Gempa 7,7 Magnitudo, 1 Warga Maumere Meninggal Dunia

Jumat, 14 Agustus 2026 - 10:57 WITA

Generasi Ngada Belum Selesai, BMP Flotim Kena Bantai, Dua Tim Berbaur Damai

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:48 WITA

Wasit Bikin Rusak Turnamen Piala Suratin

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:43 WITA

All Flores Semifinal Terjadi di Piala Suratin

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:38 WITA

Pelajar SMPK Yapenthom 2 Maumere Ikuti Kejurnas Taekwondo Danrem Wijayakrama di Jakarta

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:55 WITA

Lomba Paket Pelang HUT Yapenthom, Sebuah Kiat Mewariskan Tradisi

Berita Terbaru

Tim Basarnas Maumere tengah mengevakuasi korban gempa di Maumere, Sabtu (15/8)

Bencana Alam

Lima Orang Tewas Akibat Gempa 7,7 Magnitudo di Flores

Sabtu, 15 Agu 2026 - 12:07 WITA

Wasit yang memimpin pertandingan antara BMP Flores Timur dan Persami Maumere di Gelora Samador da Cunha Maumere, Rabu (12/8)

Daerah

Wasit Bikin Rusak Turnamen Piala Suratin

Rabu, 12 Agu 2026 - 20:48 WITA