Hilang Kontak 27 Tahun, Emilia Gapun Ditemukan di PSBL Cipayung  

0
95
Hilang Kontak 27 Tahun, Emilia Gapun Ditemukan di PSBL Cipayung
Ricky Mane Pareira menerima berita acara penyerahan warga binaan dari Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 2 Cipayung, Jumat (8/11)
Maumere-SuaraSikka.com: Emilia Gapun, warga Jalan Elang Kelurahan Wairotang Kecamatan Alok Timur Kabupaten Sikka Propinsi NTT, dikabarkan hilang kontak dengan keluarga selama 27 tahun. Yang bersangkutan akhirnya ditemukan sebagai warga binaan Panti Sosial Bina Laras (PSBL) Harapan Sentosa 2 di Cipayung Jakarta Timur.
Ibu dua anak yang berusia 45 tahun ini mendapat perawatan di PSBL Harapan Sentosa 2 selama 1,5 tahun terakhir karena mengalami depresi. Setelah mendapatkan perawatan, Emilia Gapun sudah diperbolehkan pulang ke Maumere. Rencananya, Minggu (10/11) besok, Ricky Mane Pareira yang mewakili keluarga akan membawa pulang yang bersangkutan ke Maumere menggunakan Sriwijaya Airlines.
Ricky Mane Pareira yang dihubungi melalui ponsel, Sabtu (9/11), menjelaskan keluarga mengetahui keberadaan Emilia Gapun setelah mendapat informasi dari Lurah Beru. Lurah Beru sendiri mendapat informasi dari seorang anggota Tagana Sikka, yang mendapat informasi melalui postingan PSBL pada media sosial facebook.
“Atas kesepakatan keluarga, saya ditunjuk untuk mengurus kepulangan Emilia Gapun. Saya sudah menyerahkan seluruh dokumen kepada panti asuhan. Kepala PSBL Ibu Tuti Sulistyaningsih telah menindaklanjuti, dan kemarin (Jumat, Red), sudah ada berita acara penyerahan Emilia Gapun kepada saya mewakili keluarga,” terang mantan komisoner KPU Sikka itu.
Ricky Mane Pareira menjelaskan Emilia Gapun meninggalkan Kota Maumere pada tahun 1993. Istri dari Haris Talo ini berangkat ke Singapore sebagai tenaga kerja wanita (TKW). Dia berangkat ke Singapore dengan status ilegal karena tidak mengantongi dokumen-dokumen resmi, termasuk data-data kependudukan.
Hilang Kontak 27 Tahun, Emilia Gapun Ditemukan di PSBL Cipayung
Emilia Gapun (baju merah) pose bersama keluarga dan pengurus panti asuhan
Emilia Gapun hanya bertahan 8 bulan di Singapore, dan kembali ke Indonesia. Perempuan ini kemudian bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Bandung. Setelah itu dia berpindah menjadi pembantu rumah tangga di Jakarta.
Di Kota Metropolitan ini dia mengalami apes pada tahun 2017. Saat sedang berada di sebuah rumah makan di Tanjung Priok, dia diseruduk petugas penertiban dari Polisi Pamong Praja. Emilia Gapun diamankan karena tidak memiliki kartu tanda penduduk. Kondisi ini mengakibatkan dia menderita depresi. Polisi Pamong Praja membawanya ke PSBL Harapan Sentosa 2 di Cipayung.
“Selama 27 tahun ini dia sama sekali tidak pernah kontak dengan keluarga di Maumere. Dia hanya punya nomor telepon rumah kami. Tapi telepon ini sudah tidak berfungsi sejak kami lebih banyak menggunakan handphone. Di Bandung dan Jakarta juga dia tidak pernah bertemu dengan orang Maumere, atau keluarga yang dia kenal,” jelas Ricky Mane Pareira.
Ricky Mane Pareira menyampaikan banyak terima kasih kepada manajemen PSBL Harapan Sentosa 2 yang telah merawat Emilia Gapun selama 1,5 tahun. Dia mengatakan negara benar-benar hadir bagi orang yang terlantar melalui manajemen panti asuhan yang penuh manusiawi dan bertanggungjawab. Selain perawatan medis, perhatian terhadap gizi, Emilia Gapun kini sudah memiliki NIK sementara dan terdaftar sebagai anggota BPJS.
Kondisi perempuan ini sudah dalam keadaan normal kembali. Meski demikian, dia masih harus konsumsi obat dan mendapat perawatan lanjut di Maumere. Pada 6 bulan terakhir, Emilia Gapun dipercayakan membantu petugas di dapur untuk memasak makanan bagi 600 penghuni panti asuhan.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini