Masih Banyak Guru di Indonesia Hidup dalam “Jaminan Sosial”

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 25 November 2019 - 13:14 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 15 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPR RI Andreas Hugo Pareira

Anggota DPR RI Andreas Hugo Pareira

Jakarta-SuaraSikka.com: Hari ini, Senin (25/11), rakyat Indonesia memperingati Hari Guru Nasional. Banyak sekali pendapat tentang rendahnya perhatian pemerintah terhadap para guru. Antara lain masih banyaknya guru yang hidup dalam “jaminan sosial”.
Anggota DPR RI Andreas Hugo Pareira mengatakan setiap kali memperingati Hari Guru Nasional, semua orang yang sudah menyelesaikan pendidikan formal selalu mengenang jasa para guru, mulai dari guru Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama sampai dengan Sekolah Menengah Atas. Semua orang mengenang para guru yang telah berjasa mendidik dari “setengah” manusia menjadi manusia.
Di balik mengenang jasa para guru, kata dia, tidak banyak orang yang mengingat bahwa kebanyakan guru yang telah berjasa itu hidup dalam skala “jaminan sosial” perjuangan hidup. Kondisi itu, kata dia, seperti yg digambarkan Iwan Fals dalam lagu Umar Bakri.
“Guru bekerja mengajar dan mendidik siswa dengan fasilitas pendidikan yang terbatas. Guru juga bekerja dengan jaminan hidup untuk dirinya dan keluarganya yang pas-pasan, kalau tidak hendak dikatakan berkekurangan,” tulis anggota Fraksi PDI Perjuangan kepada media ini, Senin (25/11).
Melihat realitas ini, politisi asal Kabupaten Sikka itu mengatakan, pada tahun pertama pemerintahan Jokowi memrioritaskan pembangunan sumber daya manusia sebagai program kerjanya. Pada konteks itu, guru pun harus menjadi skala prioritas dalam ide dan narasi besar pembangunan SDM.
Dia mengatakan pembangunan SDM tidak akan tercapai apabila sang pembangun tidak mendapat perhatian lebih dari pemerintah. Alasannya, karena guru bukan hanya pengajar dan bukan hanya bekerja mentransfer ilmu (how to transfer knowledge). Untuk transfer ilmu dan pengetahuan, hemat dia, kondisi kekinian sekarang sudah bisa dibantu dengan teknologi.
“Tetapi guru bekerja untuk mendidik (how to teach, how to educate), di mana dalam mendidik dibutuhkan sentuhan-sentuhan afeksi yang tidak tergantikan alat informasi dan teknologi. Di sinilah peran penting para guru,” tambah dia.
Untuk itu, tambah dia, pemerintah khususnya di bawah komando Kemdikbud dengan Mendikbud Nadiem Makarim perlu memikirikan program-program yang out of the box, untuk mengakselarasi kualitas dan kapasitas guru, memberikan jaminan fasilitas kerja yang layak untuk para guru, jaminan hidup yang layak untuk guru bekerja penuh dan total mendidik siswa.
Satu hal lagi yang disentil politisi murah senyum ini, di Indonesia sekarang ini terdapat ratusan ribu tenaga guru honorer yang kerja bakti dengan penghasilan yang jauh dari kelayakan manusiawi. Kepada mereka ini, katanya, harus ada solusi segera, demi Indonesia Maju SDM Unggul.*** (eny)
Baca Juga :  Lomba Paket Pelang HUT Yapenthom, Sebuah Kiat Mewariskan Tradisi

Berita Terkait

Pasca Gempa 7,7 M Melanda Flores, Kegiatan HUT RI di Maumere Dibatalkan
Lima Orang Tewas Akibat Gempa 7,7 Magnitudo di Flores
Flores Bergetar Hebat, Gempa 7,7 Magnitudo, 1 Warga Maumere Meninggal Dunia
Generasi Ngada Belum Selesai, BMP Flotim Kena Bantai, Dua Tim Berbaur Damai
Wasit Bikin Rusak Turnamen Piala Suratin
Pelatih Perse Ende Ingin Ketemu Persami Maumere di Final Piala Suratin
All Flores Semifinal Terjadi di Piala Suratin
Pelajar SMPK Yapenthom 2 Maumere Ikuti Kejurnas Taekwondo Danrem Wijayakrama di Jakarta

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 10:29 WITA

Pasca Gempa 7,7 M Melanda Flores, Kegiatan HUT RI di Maumere Dibatalkan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:07 WITA

Lima Orang Tewas Akibat Gempa 7,7 Magnitudo di Flores

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:40 WITA

Flores Bergetar Hebat, Gempa 7,7 Magnitudo, 1 Warga Maumere Meninggal Dunia

Jumat, 14 Agustus 2026 - 10:57 WITA

Generasi Ngada Belum Selesai, BMP Flotim Kena Bantai, Dua Tim Berbaur Damai

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:48 WITA

Wasit Bikin Rusak Turnamen Piala Suratin

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:43 WITA

All Flores Semifinal Terjadi di Piala Suratin

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:38 WITA

Pelajar SMPK Yapenthom 2 Maumere Ikuti Kejurnas Taekwondo Danrem Wijayakrama di Jakarta

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:55 WITA

Lomba Paket Pelang HUT Yapenthom, Sebuah Kiat Mewariskan Tradisi

Berita Terbaru

Tim Basarnas Maumere tengah mengevakuasi korban gempa di Maumere, Sabtu (15/8)

Bencana Alam

Lima Orang Tewas Akibat Gempa 7,7 Magnitudo di Flores

Sabtu, 15 Agu 2026 - 12:07 WITA

Wasit yang memimpin pertandingan antara BMP Flores Timur dan Persami Maumere di Gelora Samador da Cunha Maumere, Rabu (12/8)

Daerah

Wasit Bikin Rusak Turnamen Piala Suratin

Rabu, 12 Agu 2026 - 20:48 WITA