Dituding Politisasi Kemiskinan, Bupati Sikka Alasan Observasi

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 27 November 2019 - 20:09 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 64 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo didampingi Wakil Ketua DPRD Sikka Yoseph Karmianto Eri mengunjungi Vinsensius Moa, lansia yang tinggal sendiri di kebun miliknya di Dusun Watulimung Desa Watuliwung Kecamatan Kangae

Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo didampingi Wakil Ketua DPRD Sikka Yoseph Karmianto Eri mengunjungi Vinsensius Moa, lansia yang tinggal sendiri di kebun miliknya di Dusun Watulimung Desa Watuliwung Kecamatan Kangae

Maumere-SuaraSikka.com: Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo akhir-akhir ini rajin turun ke tengah masyarakat miskin. Dia pun dituding sedang mempolitisasi kemiskinan. Namun Bupati Sikka beralasan melakukan observasi atau pengamatan langsung.
Ketua Fraksi PAN Phillips Fransiskus menegaskan persoalan hak-hak dasar di Kabupaten Sikka begitu kompleks dan luas. Sejumlah media di daerah itu memberitakan betapa miris dan menyedihkan kehidupan sebagian masyarakat di 21 kecamatan. Dia mencatat seperti kemiskinan, kualitas pendidikan dasar dan menengah yang jauh dari standar pelayanan minimal, sarana pendidikan yang belum layak, kesejahteraan tenaga pendidikan, potret pendidikan non formal, dan potret layanan kesehatan.
Realitas masyarakat ini menggerakkan Bupati Sikka mendatangi langsung masyarakat dan memberikan bantuan. Fraksi PAN memberikan apresiasi atas sikap peduli dan reaksi cepat Bupati Sikka sambil menanyakan konsep mengatasi masalah.
“Apa program dan kegiatan yang telah, sedang, dan akan digagas pemerintah untuk mengatasi persoalan hak-hak dasar? Jangan sampai muncul penilaian dan kritik bahwa kita memanfaatkan dan mempolitisasi kemiskinan dan berbagai persoalan hak-hak dasar masyarakat hanya untuk kunjungan lapangan atau pencitraan supaya terlihat peduli. Padahal sejatinya tidak punya program yang terencana secara holistik, integratif, tematik, terarah, dan berkelanjutan,” kritik Fraksi Phillips Fransiskus, Senin (25/11).
Bupati Sikka beralasan kunjungan lapangan yang dilakukan untuk melihat langsung kondisi masyarakat yang belum tersentuh APBD. Dia menegaskan bahwa tidak mempolitisasi kemiskinan dan tidak bertindak reaksional terhadap kondisi kemiskinan.
Persoalan kemiskinan, kata dia, bukanlah persoalan yang sederhana karena dibutuhkan kajian dan analisis sosial kemasyarakatan yang komprehensif. Salah satu upaya untuk mendapatkan gambaran konkrit dan fenomena kemiskinan yakni dengan melakukan observasi atau pengamatan langsung atau turun ke bawah.
“Dengan itu selanjutnya kita dapat melakukan kajian yang lebih mendalam, dengan tentu saja memiliki empati dan terutama bela rasa terhadap penderitaan orang-orang kecil. Inilah alasan mendasar Bupati Sikka dan Tim Penggerak PKK melakukan turba,” tangkis Bupati Sikka, Selasa (26/11)
Bupati Sikka menambahkan dengan turba dia memiliki perspektif yang konkrit untuk bersama dinas terkait, organisasi perangkat daerah serta masyarakat dan stakeholder lainnya termasuk keluarga-keluarga miskin, berupaya merencanakan dan melaksanakan serta mengevaluasi kembali program pengentasan kemiskinan sesuai kondisi riil yang dialami masyarakat.
Dia mengatakan banyak penanggulangan masalah kemiskinan menjadi tidak relevan dan mubazir karena tidak diketahui kondisi riil di lapangan. Malah, kata dia, program pengentasan kemiskinan dipikirkan bahkan secara imajinatif digulirkan dari belakang meja, yang akibatnya tidak sesuai kebutuhan masyarakat.
Di depan sidang paripurna DPRD Sikka, Bupati Sikka menegaskan tidak ada seorang pun yang bisa menghalangi dia untuk melakukan kunjungan dan memberi bantuan kepada masyarakat. Dalam rencananya ke depan, dia akan terus turun ke tengah masyarakat setiap hari Sabtu dan Minggu, kecuali kalau sedang sakit.*** (eny)
Baca Juga :  Dua Tim Ngada Takluk di Kaki Malaka, Kini Manu Meo Siap Gebuk BMP Flotim

Berita Terkait

Pasca Gempa 7,7 M Melanda Flores, Kegiatan HUT RI di Maumere Dibatalkan
Lima Orang Tewas Akibat Gempa 7,7 Magnitudo di Flores
Flores Bergetar Hebat, Gempa 7,7 Magnitudo, 1 Warga Maumere Meninggal Dunia
Generasi Ngada Belum Selesai, BMP Flotim Kena Bantai, Dua Tim Berbaur Damai
Wasit Bikin Rusak Turnamen Piala Suratin
Pelatih Perse Ende Ingin Ketemu Persami Maumere di Final Piala Suratin
All Flores Semifinal Terjadi di Piala Suratin
Pelajar SMPK Yapenthom 2 Maumere Ikuti Kejurnas Taekwondo Danrem Wijayakrama di Jakarta

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 10:29 WITA

Pasca Gempa 7,7 M Melanda Flores, Kegiatan HUT RI di Maumere Dibatalkan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:07 WITA

Lima Orang Tewas Akibat Gempa 7,7 Magnitudo di Flores

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:40 WITA

Flores Bergetar Hebat, Gempa 7,7 Magnitudo, 1 Warga Maumere Meninggal Dunia

Jumat, 14 Agustus 2026 - 10:57 WITA

Generasi Ngada Belum Selesai, BMP Flotim Kena Bantai, Dua Tim Berbaur Damai

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:48 WITA

Wasit Bikin Rusak Turnamen Piala Suratin

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:43 WITA

All Flores Semifinal Terjadi di Piala Suratin

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:38 WITA

Pelajar SMPK Yapenthom 2 Maumere Ikuti Kejurnas Taekwondo Danrem Wijayakrama di Jakarta

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:55 WITA

Lomba Paket Pelang HUT Yapenthom, Sebuah Kiat Mewariskan Tradisi

Berita Terbaru

Tim Basarnas Maumere tengah mengevakuasi korban gempa di Maumere, Sabtu (15/8)

Bencana Alam

Lima Orang Tewas Akibat Gempa 7,7 Magnitudo di Flores

Sabtu, 15 Agu 2026 - 12:07 WITA

Wasit yang memimpin pertandingan antara BMP Flores Timur dan Persami Maumere di Gelora Samador da Cunha Maumere, Rabu (12/8)

Daerah

Wasit Bikin Rusak Turnamen Piala Suratin

Rabu, 12 Agu 2026 - 20:48 WITA