Dituding Politisasi Kemiskinan, Bupati Sikka Alasan Observasi
Dibaca 64 kali
Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo didampingi Wakil Ketua DPRD Sikka Yoseph Karmianto Eri mengunjungi Vinsensius Moa, lansia yang tinggal sendiri di kebun miliknya di Dusun Watulimung Desa Watuliwung Kecamatan Kangae
Maumere-SuaraSikka.com: Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo akhir-akhir ini rajin turun ke tengah masyarakat miskin. Dia pun dituding sedang mempolitisasi kemiskinan. Namun Bupati Sikka beralasan melakukan observasi atau pengamatan langsung.
Ketua Fraksi PAN Phillips Fransiskus menegaskan persoalan hak-hak dasar di Kabupaten Sikka begitu kompleks dan luas. Sejumlah media di daerah itu memberitakan betapa miris dan menyedihkan kehidupan sebagian masyarakat di 21 kecamatan. Dia mencatat seperti kemiskinan, kualitas pendidikan dasar dan menengah yang jauh dari standar pelayanan minimal, sarana pendidikan yang belum layak, kesejahteraan tenaga pendidikan, potret pendidikan non formal, dan potret layanan kesehatan.
Realitas masyarakat ini menggerakkan Bupati Sikka mendatangi langsung masyarakat dan memberikan bantuan. Fraksi PAN memberikan apresiasi atas sikap peduli dan reaksi cepat Bupati Sikka sambil menanyakan konsep mengatasi masalah.
“Apa program dan kegiatan yang telah, sedang, dan akan digagas pemerintah untuk mengatasi persoalan hak-hak dasar? Jangan sampai muncul penilaian dan kritik bahwa kita memanfaatkan dan mempolitisasi kemiskinan dan berbagai persoalan hak-hak dasar masyarakat hanya untuk kunjungan lapangan atau pencitraan supaya terlihat peduli. Padahal sejatinya tidak punya program yang terencana secara holistik, integratif, tematik, terarah, dan berkelanjutan,” kritik Fraksi Phillips Fransiskus, Senin (25/11).
Bupati Sikka beralasan kunjungan lapangan yang dilakukan untuk melihat langsung kondisi masyarakat yang belum tersentuh APBD. Dia menegaskan bahwa tidak mempolitisasi kemiskinan dan tidak bertindak reaksional terhadap kondisi kemiskinan.
Persoalan kemiskinan, kata dia, bukanlah persoalan yang sederhana karena dibutuhkan kajian dan analisis sosial kemasyarakatan yang komprehensif. Salah satu upaya untuk mendapatkan gambaran konkrit dan fenomena kemiskinan yakni dengan melakukan observasi atau pengamatan langsung atau turun ke bawah.
“Dengan itu selanjutnya kita dapat melakukan kajian yang lebih mendalam, dengan tentu saja memiliki empati dan terutama bela rasa terhadap penderitaan orang-orang kecil. Inilah alasan mendasar Bupati Sikka dan Tim Penggerak PKK melakukan turba,” tangkis Bupati Sikka, Selasa (26/11)
Bupati Sikka menambahkan dengan turba dia memiliki perspektif yang konkrit untuk bersama dinas terkait, organisasi perangkat daerah serta masyarakat dan stakeholder lainnya termasuk keluarga-keluarga miskin, berupaya merencanakan dan melaksanakan serta mengevaluasi kembali program pengentasan kemiskinan sesuai kondisi riil yang dialami masyarakat.
Dia mengatakan banyak penanggulangan masalah kemiskinan menjadi tidak relevan dan mubazir karena tidak diketahui kondisi riil di lapangan. Malah, kata dia, program pengentasan kemiskinan dipikirkan bahkan secara imajinatif digulirkan dari belakang meja, yang akibatnya tidak sesuai kebutuhan masyarakat.
Di depan sidang paripurna DPRD Sikka, Bupati Sikka menegaskan tidak ada seorang pun yang bisa menghalangi dia untuk melakukan kunjungan dan memberi bantuan kepada masyarakat. Dalam rencananya ke depan, dia akan terus turun ke tengah masyarakat setiap hari Sabtu dan Minggu, kecuali kalau sedang sakit.*** (eny)