Sejarah Bangsa Indonesia Tidak Bisa Dilepaskan dari Ende
Dibaca 43 kali
Ratusan siswa SMA Alsiora di Kabupaten Ende Propinsi NTT mengikuti sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan oleh Anggota MPR RI Andreas Hugo Pareira, Jumat (29/11)
Ende-SuaraSikka.com: Anggota MPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Andreas Hugo Pareira menegaskan sejarah bangsa Indonesia tidak akan bisa dilepaskan dari Kabupaten Ende. Di Kota Pancasila itu, Soekarno merumuskan ide Pancasila, dasar bernegara dan berbangsa yang mempersatukan berbagai macam suku bangsa, budaya dan agama di Indonesia.
Demikian politisi yang akrab disapa AHP, ketika menggelar sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan kepada ratusan siswa SMA Alsiora di Kabupaten Ende Propinsi NTT, Jumat (29/11). Seluruh anggota MPR ditugaskan menggencarkan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika ke daerah pemilihannya masing-masing.
“Sejarah bangsa Indonesia tidak akan bisa dilepaskan dari Kabupaten Ende. Di Ende lah Soekarno merumuskan ide Pancasila, dasar bernegara dan berbangsa yang mempersatukan kita yang terdiri dari berbagai macam suku bangsa, budaya dan agama. Empat Pilar Kebangsaan adalah fondasi dan pilar utama kita dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tukas politisi asal Kabupaten Sikka.
Doktor lulusan Jerman ini menjelaskan pemahaman Empat Pilar Kebangsaan penting diketahui generasi muda sejak dini karena mereka merupakan penerus masa depan bangsa dan negara.
“Sebagai pelajar dan generasi muda perlu memahami dan menanamkan nilai-nilai kebangsaan sejak sekarang. Karena di pundak kalian masa depan bangsa ini akan diserahkan. Di era kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, generasi muda harus memiliki pemahaman kebangsaan yang benar sehingga dapat menangkal berita-berita hoaks yang tujuannya memecah persatuan Bangsa Indonesia,” ungkap AHP.
Anggota MPR RI dua periode ini menambahkan bahwa bekal yang paling penting dalam hidup adalah apa yang ada didapatkan dari pendidikan.
“Pendidikan harus menjadi kunci untuk menepis ancaman-ancaman radikalisme yang sedang marak di republik ini,” pesan dia.
Pada momen itu AHP juga menyinggung kemajuan teknologi. Dia memotivasi para siswa agar cerdas memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi.
“Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi harus benar-benar bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kesejahteraan diri, keluarga, lingkungan dan daerah,” ingatnya kepada para siswa.
Generasi muda, kata dia, harus semakin kreatif dan inovatif dengan adanya kemajuan teknologi informasi karena dengan memiliki internet dan smartphone semua hal di dunia bisa diakses secara mudah dan real time.*** (eny)