Kasus Hina Manto Eri terhadap Pendamping Desa Diduga Hilang di Polres Sikka

0
453
Kasus Hina Manto Eri terhadap Pendamping Desa Diduga Hilang di Polres Sikka
Inosensius Ino di Mapolres Sikka, Selasa (3/12)
Maumere-SuaraSikka.com: Kasus penghinaan, makian, dan intimidasi yang dilakukan Yoseph Karmianto Eri terhadap pendamping desa di Palue, sepertinya mentok di tengah jalan. Diduga kasus ini menghilang di Polres Sikka.
Inosensius Ino, pendamping desa yang menjadi korban penghinaan mengaku penyidik lambat merespon laporannya. Dia sendiri tidak tahu apa alasan penyidik yang terkesan mendiamkan saja kasus tersebut.
Untuk mendapat informasi penanganan kasus ini, Selasa (3/12), Inosensius Ino nendatangi Polres Sikka. Dia langsung menuju ruangan Unit Tindak Pidana Umum. Namun Kanit Tipidum Ipda Sang Nyoman Parwata sedang tidak ada di tempat. Dia hanya bertemu salah satu anggota Unit Tipidum.
Kepada anggota Unit Tipidum, Inosensius menanyakan sejauh mana penanganan kasus penghinaan yang dia laporkan. Inosensius juga menanyakan kapan penyidik memeriksa 2 orang yang dia ajukan. Dia juga sekaligus meminta berita acara pemeriksaan terhadap dirinya.
“Saya heran kenapa penyelidikan kasus ini lamban sekali, dan terkesan tidak direspons. Saksi-saksi yang saya ajukan sampai sekarang belum diperiksa,” ujarnya kesal.
Kapolres Sikka AKBP Rickson Situmorang yang dihubungi beberapa waktu lalu sempat menjelaskan pihaknya perlu berkoordinasi dengan Gubernur NTT. Dia beralasan Yoseph Karmianto Eri yang dilaporkan waktu itu adalah anggota DPRD Sikka Periode 2014-2019. Kini yang bersangkutan merupakan Wakil Ketua DPRD Sikka Periode 2019-2024.
Kanit Tipidum Sang Nyoman Parwata minggu lalu menyampaikan penyidik masih menunggu bukti rekaman yang berisi dugaan penghinaan, makian dan intimidasi yang dilakukan pelaku. Inosensius Ino menanggapi dengan mengatakan bukti rekaman sudah diserahkan ke penyidik pada Agustus 2019 lalu.
Sebagaimana diketahui Inosensius Ino menyeret anggota DPRD Sikka Yoseph Karmianto Eri ke kantor polisi. Dia mendapat penghinaan, makian, dan intimidasi dari wakil rakyat tersebut.
Penghinaan, makian dan intimidasi yang dilakukan Yoseph Karmianto Eri, terkuak setelah korban melaporkan persoalan ini ke SPKT Polres Sikka pada Agustus lalu.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini