Videotron di Sikka Rencana Sumbang PAD Rp 1 Miliar

0
248
Videotron di Sikka Rencana Sumbang PAD Rp 1 Miliar
Videotron di Jalan Eltari Maumere
Maumere-SuaraSikka.com: Bagian Umum Setda Sikka merencanakan 2 buah videotron di daerah itu menyumbangkan pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 1 Miliar di tahun 2020. Angka ini masih merupakan estimasi sementara.
Hal ini diketahui dari rapat anggaran antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sikka dan Bagian Umum pada Rabu (11/12) malam. Rapat itu dipimpin Ketua Banggar Donatus David, dihadiri Kepala Bagian Umum Absalon Parera bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
Saat itu Absalon Parera belum bisa memastikan berapa besar pendapatan yang direncanakan. Dia beralasan pihaknya sedang membahas rancangan pendapatan bersama Badan Pendapatan Kabupaten Sikka.
Sesuai rencana, jelas dia, hitungan harga iklan untuk videotron yakni Rp 1.000 per 1 detik. Bagian Umum merencanakan penayangan jasa iklan hanya 12 jam dalam 1 hari. Sementara 12 jam sisanya diisi dengan tayangan kegiatan masyarakat, promosi objek wisata, dan informasi umum lainnya.
Sementara itu Banggar menginginkan ada kepastian berapa besar rencana pendapatan dari videotron. Dengan demikian bisa dimasukkan dalam target pendapatan untuk tahun 2020.
Stefanus Sumandi anggota Banggar dari Fraksi PDI Perjuangan menghitung 2 buah videotron di Kabupaten Sikka bisa menghasilkan Rp 63 miliar lebih. Jika penayangan jasa iklan hanya 12 jam, menurutnya videotron bisa memberikan kontribusi Rp 31 miliar lebih.
Absalon Parera tidak mengelak hitungan yang dilakukan Stefanus Sumandi. Namun dengan berbagai pertimbangan, dia hanya bisa menyanggupi merencanakan pendapatan sebesar Rp 1 miliar. Banggar mencatat target pendapatan yang disampaikan Bagian Umum, dan akan memastikan angka riil pada pembahasan akhir bersama TAPD.
Untuk diketahui, 2 buah videotron di Sikka sudah beroperasi beberapa bulan terakhir ini. Menurut Absalon Parera, pengoperasian tersebut dilakukan dengan sifat uji coba.
Fasilitas yang sejatinya menjadi objek pendapatan ini, ternyata luput dari perhatian pemerintah. Dalam RAPBD 2020, pemerintah daerah setempat tidak merencanakan pendapatan dari videotron.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini