Pesan Suster Martha, Pahami Alur, Taati Prosedur, Nikmati Manfaatnya

0
124
Pesan Suster Martha, Pahami Alur, Taati Prosedur, Nikmati Manfaatnya
Suster Martha Regina
Larantuka-SuaraSikka.com: BPJS Kesehatan bertanggung jawab memastikan seluruh peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai indikasi medis berdasarkan prosedur yang telah ditentukan.
Pemahaman yang baik terkait alur dan prosedur layanan yang ada akan memudahkan peserta dalam mengakses layanan kesehatan.
Dari awal terselenggaranya program JKN-KIS yang dikelola BPJS Kesehatan, tentunya sudah memberikan banyak manfaat bagi pesertanya. Hal tersebut juga sangat dirasakan Suster Martha Regina, 45 tahun, ketika harus menjalani perawatan medis karena cedera lutut sebelah kanan (patella rupture) akibat kecelakaan lalu lintas yang dialaminya.
“Pengalaman menggunakan kartu KIS  akan terus saya sebarkan ke setiap orang dalam keseharian saya sebagai biarawati,” ujar Suster Martha Regina di sela-sela diskusi dalam Kegiatan BPJS Goes to Customer beberapa waktu lalu di Larantuka.
Suster Martha Regina terdata sebagai peserta program JKN-KIS segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) kelas 3 yang didaftarkan secara kolektif oleh Kongregasi Puteri Reinha Rosari.
Pada bulan Juli lalu, Suster Martha Regina bersama rekannya mengalami kecelakaan lalu lintas dan dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Hendrikus Fernandez Larantuka. Kemudian dirujuk ke RSUD W. Z. Yohanes Kupang. Pelayanan medis tetap diberikan sementara kerabat suster lainnya mengurus kelengkapan administrasi yang dibutuhkan.
“Begitu saya tiba di rumah sakit, teman suster yang lain melakukan konfirmasi dengan pihak BPJS Kesehatan Flores Timur. Kemudian diarahkan untuk mengurus laporan polisi dan selanjutnya ada tindak lanjut dari PT Jasa Raharja,” cerita dia.
Kasus kecelakaan yang dialami merupakan kasus kecelakaan tunggal, sehingga tidak masuk dalam penjaminan PT Jasa Raharja berdasarkan surat keterangan yang dikeluarkan institusi itu. Penjaminan sepenuhnya menjadi tanggung jawab BPJS Kesehatan. Proses pengurusan administrasi pun selesai sebelum 3 kali 24 jam sebagaimana ketentuan yang berlaku.
“Sebelumnya saya pernah dengar bahwa pasien kecelakaan lalu lintas urusannya ribet dan panjang jika menggunakan JKN KIS. Namun kenyataannya proses yang dilalui teman saya dalam mengurus administrasi untuk saya berjalan lancar saja. Yang penting kita mau ikuti alur dan prosedurnya, dan jika ragu bisa bertanya ke BPJS Kesehatan. Saya juga tidak merasakan perbedaan pelayanan di rumah sakit jika dibandingkan dengan mereka yang tidak menggunakan JKN-KIS,“ ujarnya.
Biarawati ini menyampaikan akan terus mendukung keberlangsungan program JKN-KIS, dan berharap program ini tetap terselenggara. (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini