Maumere-SuaraSikka.com: Angin kencang berkekuatan 30 knot menerjang perairan Laut Flores, Selasa (7/1). Akibatnya KM Bukit Siguntang terombang-ambing selama 4 jam, dan tidak bersandar di Dermaga Pelabuhan Laurens Say Maumere.
Bukit Siguntang tiba di perairan Maumere pukul 08.30 Wita. Kapal milik PT Pelni ini datang dari Kupang, dan menurut jadwal akan berangkat ke Makasar Sulawesi Selatan.
Situasi alam yang tidak bersahabat itu sangat mengganggu aktifitas teknis melabuhkan kapal ke dermaga. Anak buah kapal tiga kali melempar tali tambat ke dermaga. Namun tiga kali juga, tali tambat terlepas karena kapal terus bergerak akibat gelombang laut dan angin kencang. Bukit Siguntang pun terombang-ambing di sekitar dermaga.
Setelah kurang lebih 4 jam, atau tepatnya pukul 12.20 Wita, akhirnya Bukit Siguntang bisa bersandar di dermaga. Itu pun berkat bantuan KM Yasin 05.

Kepala PT Pelni Maumere Samto yang ditemui di Dermaga Pelabuhan Laurens Say menyebutkan angin kencang menjadi penyebab utama KM Bukit Siguntang tidak bisa bersandar. Kekuatan angin, kata dia, mencapai 30 Knot.
“Ini masalah cuaca. Penyebabnya angin kencang. Yah bersyukur datang bantuan segera sehingga bisa bersandar,” jelas Samto.
Bukit Siguntang mengangkut ribuan penumpang. Tercatat yang turun siang itu sebanyak 570 orang, dan yang naik sebanyak 1.426 orang. Sementara penumpang lanjutan sebanyak 1.372 orang.
Pantauan media ini, ribuan penumpang tampak gelisah menunggu Bukit Siguntang bersandar. Mereka menunggu dengan resah di Terminal Penumpang Sadang Bui.
Setelah kapal berhasil sandar, para penumpang pun mulai antri untuk naik ke atas kapal. Petugas PT Pelni memeriksa karcis penumpang, dibantu anggota Lanal Maumere dan anggota KPPP Laut Polres Sikka. Pukul 13.32 Wita, Bukit Siguntang akhirnya bertolak ke Makasar.*** (eny)















