Dua Minggu di Pelabuhan Feri Kewapante, Yoyok dan Ajat Habiskan Uang Jutaan Rupiah

0
36
Dua Minggu di Pelabuhan Feri Kewapante, Yoyok dan Ajat Habiskan Uang Jutaan Rupiah
Yoyok sedang berada di sebuah warung makan di Pelabuhan Feri Kewapante, Kamis (16/1)
Maumere-SuaraSikka.com: Nasib miris dialami dua warga Pangandaran, Yoyok dan Ajat Sudrajat. Dua minggu mereka berada di Pelabuhan Feri Kewapante menunggu kepastian keberangkatan KMP Windu Karsa Dwitya. Bersamaan dengan itu keduanya harus menghabiskan uang jutaan rupiah.
Uang sebanyak itu dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari, antara lain makan dan rokok. Padahal keduanya hanya menganggarkan biaya makan selama 3 hari pelayaran dari Maumere ke Surabaya, lanjut 2 hari jalan darat menuju kampung halaman.
Yoyok dan Ajat Sudrajat ditemui di Pelabuhan Feri Kewapante, Kamis (16/1). Yoyok mengaku telah menghabiskan Rp 1,5 juta. Sementara Ajat Sudrajat menghabiskan Rp 3 juta. Kini mereka berdua sudah tidak punya cukup uang lagi untuk bertahan di Pelabuhan Feri Kewapante. Yoyok bahkan mengirit biaya makan dengan cara makan 1 hari 1 kali.
Dua warga Pangandaran itu selama ini mengikuti sebuah perusahaan yang mengerjakan tower PLN di beberapa kabupaten di Flores. Kontrak mereka sudah selesai, dan mereka pun berniat kembali ke kampung halaman dengan menggunakan KMP Windu Karsa Dwitya. Keduanya menumpang pada mobil ekspedisi.
Saat ditemui media ini, keduanya tampak duduk lemas di sebuah warung makan yang terletak di dalam kompleks Kantor Pelabuhan Feri Kewapante. Terdengar keduanya mengobrol dengan Bahasa Sunda, mengeluhkan ketidakjelasan keberangkatan kapal.
Masalah uang juga dialami beberapa sopir ekspedisi.Ruslan bin Zakar, sopir Permata Hokky mengaku sudah menghabiskan uang sekitar Rp 2 juta selama satu minggu. Sopir asal Kabupaten Ende itu mengatakan uang jalan yang dia terima dari pengusaha, sudah habis. Dia terpaksa mengeluarkan lagi uang dari kantong sendiri.
KMP Windu Karsa Dwitya sudah dua minggu ini hanya bersandar saja di Dermaga Pelabuhan Feri Kewalante. Awalnya kapal tersebut tidak bisa berlayar karena alasan cuaca. Belakangan ini, menurut Ruslan bin Zakar, dikerahui kapal ini terlilit masalah pengadaan bahan bakar minyak (BBM). Hingga sekarang belum ada informasi yang pasti kapan kapal tersebut akan diberangkatkan ke Pelabuhan Perak Surabaya.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini