Dua Minggu di Pelabuhan Feri Kewapante, Yoyok dan Ajat Habiskan Uang Jutaan Rupiah

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 16 Januari 2020 - 21:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 22 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yoyok sedang berada di sebuah warung makan di Pelabuhan Feri Kewapante, Kamis (16/1)

Yoyok sedang berada di sebuah warung makan di Pelabuhan Feri Kewapante, Kamis (16/1)

Maumere-SuaraSikka.com: Nasib miris dialami dua warga Pangandaran, Yoyok dan Ajat Sudrajat. Dua minggu mereka berada di Pelabuhan Feri Kewapante menunggu kepastian keberangkatan KMP Windu Karsa Dwitya. Bersamaan dengan itu keduanya harus menghabiskan uang jutaan rupiah.
Uang sebanyak itu dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari, antara lain makan dan rokok. Padahal keduanya hanya menganggarkan biaya makan selama 3 hari pelayaran dari Maumere ke Surabaya, lanjut 2 hari jalan darat menuju kampung halaman.
Yoyok dan Ajat Sudrajat ditemui di Pelabuhan Feri Kewapante, Kamis (16/1). Yoyok mengaku telah menghabiskan Rp 1,5 juta. Sementara Ajat Sudrajat menghabiskan Rp 3 juta. Kini mereka berdua sudah tidak punya cukup uang lagi untuk bertahan di Pelabuhan Feri Kewapante. Yoyok bahkan mengirit biaya makan dengan cara makan 1 hari 1 kali.
Dua warga Pangandaran itu selama ini mengikuti sebuah perusahaan yang mengerjakan tower PLN di beberapa kabupaten di Flores. Kontrak mereka sudah selesai, dan mereka pun berniat kembali ke kampung halaman dengan menggunakan KMP Windu Karsa Dwitya. Keduanya menumpang pada mobil ekspedisi.
Saat ditemui media ini, keduanya tampak duduk lemas di sebuah warung makan yang terletak di dalam kompleks Kantor Pelabuhan Feri Kewapante. Terdengar keduanya mengobrol dengan Bahasa Sunda, mengeluhkan ketidakjelasan keberangkatan kapal.
Masalah uang juga dialami beberapa sopir ekspedisi.Ruslan bin Zakar, sopir Permata Hokky mengaku sudah menghabiskan uang sekitar Rp 2 juta selama satu minggu. Sopir asal Kabupaten Ende itu mengatakan uang jalan yang dia terima dari pengusaha, sudah habis. Dia terpaksa mengeluarkan lagi uang dari kantong sendiri.
KMP Windu Karsa Dwitya sudah dua minggu ini hanya bersandar saja di Dermaga Pelabuhan Feri Kewalante. Awalnya kapal tersebut tidak bisa berlayar karena alasan cuaca. Belakangan ini, menurut Ruslan bin Zakar, dikerahui kapal ini terlilit masalah pengadaan bahan bakar minyak (BBM). Hingga sekarang belum ada informasi yang pasti kapan kapal tersebut akan diberangkatkan ke Pelabuhan Perak Surabaya.*** (eny)
Baca Juga :  Lima Orang Tewas Akibat Gempa 7,7 Magnitudo di Flores

Berita Terkait

Pasca Gempa 7,7 M Melanda Flores, Kegiatan HUT RI di Maumere Dibatalkan
Lima Orang Tewas Akibat Gempa 7,7 Magnitudo di Flores
Flores Bergetar Hebat, Gempa 7,7 Magnitudo, 1 Warga Maumere Meninggal Dunia
Generasi Ngada Belum Selesai, BMP Flotim Kena Bantai, Dua Tim Berbaur Damai
Wasit Bikin Rusak Turnamen Piala Suratin
Pelatih Perse Ende Ingin Ketemu Persami Maumere di Final Piala Suratin
All Flores Semifinal Terjadi di Piala Suratin
Pelajar SMPK Yapenthom 2 Maumere Ikuti Kejurnas Taekwondo Danrem Wijayakrama di Jakarta

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 10:29 WITA

Pasca Gempa 7,7 M Melanda Flores, Kegiatan HUT RI di Maumere Dibatalkan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:07 WITA

Lima Orang Tewas Akibat Gempa 7,7 Magnitudo di Flores

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:40 WITA

Flores Bergetar Hebat, Gempa 7,7 Magnitudo, 1 Warga Maumere Meninggal Dunia

Jumat, 14 Agustus 2026 - 10:57 WITA

Generasi Ngada Belum Selesai, BMP Flotim Kena Bantai, Dua Tim Berbaur Damai

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:48 WITA

Wasit Bikin Rusak Turnamen Piala Suratin

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:43 WITA

All Flores Semifinal Terjadi di Piala Suratin

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:38 WITA

Pelajar SMPK Yapenthom 2 Maumere Ikuti Kejurnas Taekwondo Danrem Wijayakrama di Jakarta

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:55 WITA

Lomba Paket Pelang HUT Yapenthom, Sebuah Kiat Mewariskan Tradisi

Berita Terbaru

Tim Basarnas Maumere tengah mengevakuasi korban gempa di Maumere, Sabtu (15/8)

Bencana Alam

Lima Orang Tewas Akibat Gempa 7,7 Magnitudo di Flores

Sabtu, 15 Agu 2026 - 12:07 WITA

Wasit yang memimpin pertandingan antara BMP Flores Timur dan Persami Maumere di Gelora Samador da Cunha Maumere, Rabu (12/8)

Daerah

Wasit Bikin Rusak Turnamen Piala Suratin

Rabu, 12 Agu 2026 - 20:48 WITA