Puluhan Sopir Ekspedisi Ketemu Bupati Sikka, Keluhkan Pelayaran KMP Windu Karsa Dwitya

0
30
Puluhan Sopir Ekspedisi Ketemu Bupati Sikka, Keluhkan Pelayaran KMP Windu Karsa Dwitya
Perwakilan sopir ekspedisi bertemu Bupati Sikka di rumah kediaman di Jalan Lingkar Luar, Kamis (16/1)
Maumere-SuaraSikka.com: Jadwal pelayaran KMP Windu Karsa Dwitya molor dua minggu. Puluhan sopir ekspedisi pun gelisah. Mereka nekad menemui Bupati Sikka, Kamis (16/1) petang, dan mengeluhkan persoalan yang dihadapi.
Para sopir tersebut mendatangi rumah kediaman Bupati Sikka di Jalan Lingkar Luar. Mereka terpaksa menunggu karena Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo sedang istirahat. Sambil menunggu, mereka berbincang-bincang dengan Kepala Dinas Perhubungan Sirilus Wilhelmus, yang sore itu hendak melaporkan perkembangan persoalan KMP Windu Karsa Dwitya.
Ditemui di rumah kediaman Bupati Sikka, Mohammad Firman Sale mewakili para sopir mengaku sudah jenuh menghadapi ketidakjelasan jadwal pelayaran KMP Windu Karsa Dwitya. Sementara manajemen perusahaan melalui Kantor Perwakilan PT Windu Karsa Cabang Maumere sama sekali tidak memberikan kepastian kapan kapal tersebut akan diberangkatkan.
“Sudah dua minggu kapal belum berlayar juga. Lalu tidak ada alasan yang jelas. Awalnya bilang cuaca, terakhir ini masalah BBM. Sementara kami ini seperti terlantar saja di pelabuhan,” jelas sopir asal Kabupaten Ende itu.
Menghadapi ketidakjelasan seperti itu, para sopir pun bersepakat mengeluhkan persoalan ini kepada Bupati Sikka. Mereka punya harapan bersama agar Bupati Sikka dapat melakukan intervensi, dan mencarikan jalan keluar sehingga kapal segera diberangkatkan.
Kepada Bupati Sikka Wilhelmus Sirilus melaporkan perkembangan KMP Windu Karsa Dwitya yang sudah dua minggu ini berlabuh saja di Pelabuhan Feri Kewapante. Dia pun menyampaikan alasan kapal belum diberangkatkan karena terkendala cuaca dan masalah BBM.
Tentang BBM, katanya, perusahaan kapal ini sebenarnya sudah mendapatkan rekomendasi untuk menggunakan BBM Subsidi. Masalahnya, untuk trip kali ini, Pertamina Surabaya tidak mau mengeluarkan BBM Subsidi karena kapal tersebut dianggap telah melakukan pelanggaran.
“Ada pelanggaran karena kapal ini tidak berlayar setelah 2×24 jam. Waktu itu memang tidak bisa berlayar karena cuaca ekstrim. Dengan pelanggaran ini, kapal diberikan sangsi tidak mendapatkan BBM Subsidi, jadi harus menggunakan BBM Non Subsidi,” jelas Sirilus Wihelmus.
Wilhelmus Sirilus mengaku tengah melakukan koordinasi dengan pihak Pertamina Surabaya untuk mengeluarkan BBM Subsidi bagi KMP Windu Karsa Dwitya. Selain itu, untuk lebih cepat berproses, dia juga mengkomunikasikan hal ini kepada pihak Pertamina Pusat di Jakarta.
Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo menyampaikan keprihatinan atas persoalan yang dihadapi para sopir ekspedisi. Dia meminta Sirilus Wihelmus untuk segera mengurus ketersediaan BBM Subsidi sehingga kapal tersebut bisa segera diberangkatkan.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini