Padma Kutuk Premanisme Oknum Polisi di Kupang

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 20 Januari 2020 - 12:44 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 34 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Padma Indonesia Gabriel Goa

Direktur Padma Indonesia Gabriel Goa

Jakarta-SuaraSikka.com: Lembaga Hukum dan Ham PADMA (Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian) Indonesia mengutuk premanisme oknum polisi di Polresta Kupang kepada Ketua PMKRI Kupang.
“Kasus kekerasan fisik dan verbal terhadap Ketua PMKRI oleh Aparat Polri di Polresta Kupang sungguh mencoreng nama baik Polri sebagai aparat penegak dan pengayom masyarakat. Tindakan mereka seperti  preman, bukan Polri lagi,” tulis Gabriel Goa, Direktur Padma Indonesia, Senin (20/1).
Padma Indonesia pun mengingatkan Polri sebagai aparat penegak hukum dan pengayom masyarakat. Lembaga ini mendesak Kapolda  NTT untuk menindak tegas dan memroses secara  hukum anggota Polri yang telah mencoreng nama baik dan harkat  martabat Polri. Selain itu mendesak Kapolda NTT untuk meminta maaf  kepada rakyat NTT atas tindakan premanisme  yang  telah  dilakukan anggota Polresta Kupang.
Sebagaimana diketahui oknum polisi di Polresta Kupang dikabarkan telah melakukan kekerasan terhadap Ketua PMKRI Kupang, Sabtu (18/1). Namun Kasat Lantas Polresta Kupang Kota Iptu Andry Ardiyansyah membantah anggotanya telah melakukan penganiayaan.

Informasi yang dihimpun media ini, Ketua PMKRI Kupang Adrianus Oswin Goleng, Minggu (19/1), melaporkan Brigpol Polce Adu dan anggota Satlantas Polresta Kupang ke Propam Polda NTT dengan Nomor Laporan: STPL/3/I/Huk.12.10./2020/Yanduan.

Baca Juga :  Pasca Gempa 7,7 M Melanda Flores, Kegiatan HUT RI di Maumere Dibatalkan

Oswin mengaku dianiaya di dalam Kantor Satlantas Polres Kupang Kota. Peristiwa tersebut berawal dari kendaraan roda dua yang dikendarainya ditilang anggota Satlantas Polres Kupang Kota di depan Gereja Katedral Keuskupan Agung Kupang, Sabtu (18/1) sekitar pukul 11.00 Wita. Oswin ditilanga karena tidak mengenakan helm.

Saat itu dia sempat meminta blanko tilang. Namun, oknum Polantas mengaku tidak membawa blanko tilang, dan mengarahkan Oswin mengambil blanko tilang di Kantor Satlantas Polresta.

Di Kantor Satlantas, Oswin menanyakan mekanisme atau SOP penilangan. Dia juga sempat menanyakan penilangan tanpa papan informasi bahkan tanpa blanko tilang.

Aktifis mahasiswa ini memlersoalkan lokasi tilang, yang menurutnya mengabaikan kepentingan umum karena di sekitar lokasi rawan kecelakaan. Apalagi lokasi tilang tepat di pertigaan jalan menurun dan berhadapan langsung dengan Gereja Katedral yang mana orang Kristiani butuh ketenangan menjalankan aktivitas rohani.

Oswin mengaku hanya mau memperoleh alasan dan informasi secara utuh dari pihak Satlantas agar tidak menimbulkan kecurigaan dan penilaian negatif. Namun hal ini diabaikan, bahkan dia dipukul, diintimidasi hingga diusir.

Kasat Lantas Polresya Kupang Iptu Andry Ardiyansyah membantah anggotanya melakukan penganiayaan. Dia menegaskan Oswin melaggar aturan berlalulintas, dan tidak terima ditahan.*** (eny)

Berita Terkait

Pasca Gempa 7,7 M Melanda Flores, Kegiatan HUT RI di Maumere Dibatalkan
Lima Orang Tewas Akibat Gempa 7,7 Magnitudo di Flores
Flores Bergetar Hebat, Gempa 7,7 Magnitudo, 1 Warga Maumere Meninggal Dunia
Generasi Ngada Belum Selesai, BMP Flotim Kena Bantai, Dua Tim Berbaur Damai
Wasit Bikin Rusak Turnamen Piala Suratin
Pelatih Perse Ende Ingin Ketemu Persami Maumere di Final Piala Suratin
All Flores Semifinal Terjadi di Piala Suratin
Pelajar SMPK Yapenthom 2 Maumere Ikuti Kejurnas Taekwondo Danrem Wijayakrama di Jakarta

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 10:29 WITA

Pasca Gempa 7,7 M Melanda Flores, Kegiatan HUT RI di Maumere Dibatalkan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:07 WITA

Lima Orang Tewas Akibat Gempa 7,7 Magnitudo di Flores

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:40 WITA

Flores Bergetar Hebat, Gempa 7,7 Magnitudo, 1 Warga Maumere Meninggal Dunia

Jumat, 14 Agustus 2026 - 10:57 WITA

Generasi Ngada Belum Selesai, BMP Flotim Kena Bantai, Dua Tim Berbaur Damai

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:48 WITA

Wasit Bikin Rusak Turnamen Piala Suratin

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:43 WITA

All Flores Semifinal Terjadi di Piala Suratin

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:38 WITA

Pelajar SMPK Yapenthom 2 Maumere Ikuti Kejurnas Taekwondo Danrem Wijayakrama di Jakarta

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:55 WITA

Lomba Paket Pelang HUT Yapenthom, Sebuah Kiat Mewariskan Tradisi

Berita Terbaru

Tim Basarnas Maumere tengah mengevakuasi korban gempa di Maumere, Sabtu (15/8)

Bencana Alam

Lima Orang Tewas Akibat Gempa 7,7 Magnitudo di Flores

Sabtu, 15 Agu 2026 - 12:07 WITA

Wasit yang memimpin pertandingan antara BMP Flores Timur dan Persami Maumere di Gelora Samador da Cunha Maumere, Rabu (12/8)

Daerah

Wasit Bikin Rusak Turnamen Piala Suratin

Rabu, 12 Agu 2026 - 20:48 WITA