DBD Menggila, Dua Anak di Sikka Regang Nyawa
Dibaca 11 kali
Dokter Mario Nara sedang periksa kesehatan pasien DBD di Ruang Melati RSUD TC Hillers Maumere, Selasa (21/1)
Maumere-SuaraSikka.com: Masyarakat Kabupaten Sikka diminta waspada terhadap serangan virus demam berdarah dengue (DBD) yang semakin menggila. Hanya dalam kurun waktu 2 minggu, 2 anak meregang nyawa.
Dokter Mario yang dihubungi di Ruang Melati RSUD TC Hillers Maumere, Selasa (21/1), menjelaskan korban pertama DBD adalah Elisabeth, seorang anak berusia 1 tahun dari Kecamatan Talibura. Menyusul Yulianus Putra Bang, 2,7 tahun dari Kelurahan Kota Uneng Kecamatan Alok meninggal dinihari tadi.
Menurut dokter spesialis anak ini, dua anak yang meninggal tersebut awalnya sudah mendapat pertolongan medis. Namun akibat shock dan daya tahan tubuh yang tidak kuat, akhirnya meninggal. Biasanya korban yang meninggal karena pembuluh darah bocor ditambah pendarahan di dalam pencernaan.
Sepanjang tahun 2020, sampai dengan hari ini, tercatat sudah 151 pasien DBD yang dirawat di RSUD TC Hillers Maumere. Sebagian besarnya didominasi oleh anak-anak usia sekolah dasar. Hingga siang tadi masih ada 43 pasien demam berdarah yang mendapat penanganan serius secara medis.
Mario Nara mengatakan jumlah pasien DBD tahun ini hampir sama persentasenya dengan tahun lalu. Untuk tahun lalu, katanya, selama 3 bulan awal terdapat 8 orang yang meninggal.*** (eny)