Antisipasi Serangan DBD, Warga Waigete Sepakat Kerja Bakti Massal

0
24
Antisipasi Serangan DBD, Warga Waigete Sepakat Kerja Bakti Massal
Camat Waigete (baju merah) memimpin Rembug DBD, Kamis (30/1)
Maumere-SuaraSikka.com: Warga masyarakat Kecamatan Waigete Kabupaten Sikka bersepakat melaksanakan kerja bakti massal setiap hari Jumat. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya serangan virus demam berdarah dengue (DBD) di wilayah itu.
Kesepakatan ini adalah salah satu poin penting dari Rapat Koordinasi Penanganan Kasus Demam Berdarah. Rakor yang disebut dengan Rembug DBD ini berlangsung di Aula Kantor Camat Waigete, Kamis (30/1). Rakor itu diinisiasi oleh Camat Ferdinand Evensius Edomeko.
Kerja bakti akan dilanjutkan setiap hari secara internal di desa-desa, sekolah-sekolah, dan semua kawasan pemukiman. Tujuan utamanya agar lingkungan terjamin aman dari jentik nyamuk.

Antisipasi Serangan DBD, Warga Waigete Sepakat Kerja Bakti Massal

“Saya ajak kita berembug, tidak saja karena Bupati menetapkan status KLB DBD. Tapi terutama karena sudah ada 224 pasien DBD, 2 dari itu meninggal, dan 5 di antaranya ada di Waigete. Kita harus berbuat sesuatu karena sangat mungkin korban DBD yang akan datang adalah anak kita, orang yang kita cintai. Maka mari kita kerja bakti untuk selamatkan anak-anak kita,” ajak mantan Kabag Humas dan Protokol Setda Sikka itu.
Ajakan untuk gerakan kerja bakti ini mendapat respon positip dari semua kalangan. Tidak hanya kepala desa dan dusun, tapi kepala sekolah semua tingkatan, kaum muda Katolik, remaja masjid, karang taruna, bersepakat melaksanakan kebersihan lingkungan.
Kapolsek Waigete Ipda Razes Manurung memastikan akan ikut terlibat aktif. Danposramil Serda Protadius mengingatkan agar Jumat (31/1) besok semua warga masyarakat terlibat kerja bakti.
Kades Wairbleler mengaku selama ini warga masyarakatnya terus melaksanakan kerja bakti. Hanya saja upaya itu bum maksimal membunuh jentik nyamuk. Dia pun meminta dibagikan kelambu dan abate.
“Selama ini kami bakti terus. Tapi masih ada nyamuk. Warga saya kena. Maka kami akan kerja terus. Tapi tolong nagi kami kelambu dan abate. Karena di Wairblerer ada 3 nanga yang dekat pemukiman,” pinta Kades Wairblerer.
Permintaan Kades Wairblerer ini akhirnya disetujui. Poin penting lain dari rakor yakni petugas medis Puskesmas Waigete akan melakukan pengumuman keliling di 9 desa terkait pencegahan DBD. Petugas medis juga akan membagikan kelambu kepada setiap warga. Juga akan dibagikan bubuk abate kepada warga yang
memiliki bak penampung air.
Dalam momen rakor itu, Camat Waigete mengingatkan agar setiap kepala keluarga harus menjaga kebersihan di rumah masing-masing. Tiap keluarga juga harus memiliki 1 juru pemantau jentik.
Untuk diketahui Rembug DBD ini baru pertama kali dilakukan di tingkat kecamatan. Padahal baru 5 warga Kecamatan Waigete yang terkena virus DBD yakni 2 di Wairbleler, 2 di Runut, dan 1 di Hoder.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini