18 Pelajar SMKN 1 Maumere Uji Kompetensi Bidang Ketenagalistrikan

0
47
18 Pelajar SMKN 1 Maumere Uji Kompetensi Bidang Ketenagalistrikan
Ketua Tim Penguji Asesor Madya Sudibiyo sedang memaparkan materi terkait uji kompetensi bagi pelajar SMKN 1 Maumere, Selasa (4/2)
Maumere-SuaraSikka.com: Sebanyak 18 pelajar SMKN 1 Maumere tengah mengikuti uji kompetensi untuk mendapatkan sertifikat bidang ketenagalistrikan. Mereka diuji selama tiga hari, terhitung Selasa (4/2). Seluruh kegiatan ini terpusat di sekolah itu.
Para penguji yang adalah Tim Asesor berasal dari Unit Pelaksana Sertifikasi PT PLN (Persero). Mereka adalah Asesor Madya Sudibiyo selaku Ketua Tim, dengan anggota Asesor Muda Sunoto dan Asesor Muda Anis Fahrudin.
Okupasi jabatan yang diuji adalah Pelaksana Madya Pengoperasian Gardu Induk yang sudah setaraf level 2. Para pelajar ini baru kembali praktik kerja lapangan (PKL) selama 15 minggu di Kantor Layanan Transmisi dan Gardu Induk Maulafa dan Ende. Mereka mengikuti Program Vokasi SMK Bidang Transmisi Tenaga Listrik Sub Bidang Gardu Induk.
18 Pelajar SMKN 1 Maumere Uji Kompetensi Bidang Ketenagalistrikan
Ketua Tim Penguji menerangkan mekanisme uji kompetensi
Kepada para peserta Sudibiyo memaparkan strategi dan skenario uji kompetensi. Dia meminta para pelajar yang baru pulang PKL menyiapkan dokumen-dokumen seperti jurnal harian dan laporan kerja.
“Waktu praktik kan ada jurnal harian, laporan kerja, dan dokumen lainnya. Nanti tolong dikumpulkan, kami akan periksa,” ujar Sudibiyo.
Setelah pemeriksaan, Tim Penguji akan melakukan klarifikasi kepada masing-masing pelajar dengan metode interview. Klarifikasi dilakukan terkait kegiatan PKL beserta dokumen pendukung. Hal ini dimaksudkan untuk memperkuat keyakinan Tim Penguji dalam memberikan penilaian.
Uji kompetensi selama 3 hari akan berakhir dengan metode umpan balik. Pada metode ini, Tim Penguji akan mengeluarkan rekomendasi kepada lembaga yang berwenang yakni Ditjen Tenaga Kelistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.
“Kami tidak sebut lulus dan tidak lulus. Tapi secare teknis kami keluarkan rekomendasi kompeten dan belum kompeten,” tambah dia.
Jika ada yang mendapatkan rekomendasi belum kompoten, kata dia, yang bersangkutan bisa melakukan banding terhadap Tim Penguji. Selain itu bisa juga dengan cara mengikuti pendidikan latihan atau kembali mengikuti PKL sehingga bisa rekomendasi kompetensi.
“Tapi saya berkeyakinan kalau adik-adik melaksanakan PKL dengan baik, tentu bisa mengikuti uji kompetensi ini dengan baik juga. Untuk tips saja, tolong jaga kondsi fisik, dan jangan stress selama proses ini,” pesan dia.
Kepala SMKN 1 Maumere Adelbertus D.B. Hasulie mengaku bangga 18 pelajar di sekolah itu mendapat kesempatan mengikuti uji kompetensi untuk mendapatkan sertifikat nasional di bidang ketenagalistrikan. Dia berharap para pelajar mengikuti proses ini secara serius sehingga layak mendapatkan rekomendasi kompeten dari Tim Penguji.
“Mereka sudah laksanakan PKL dengan penuh tanggung jawab. Karena itu saya yakin sekali mereka mampu melewati uji kompetensi ini,” yakin dia.
Dia menambahkan pihak sekolah membangun kerja sama dengan PLN, sebagai tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK. Hal ini menunjukkan SMKN 1 Maumere menyadari pentingnya kualitas sumber daya manusia untuk generasi penerus bangsa. Karena itu dia bertekad sekolah asuhannya harus melahirkan manusia-manusia yang siap kerja, cerdas dan kompetitif serta berkarakter, yang nantinya menjadi pelaku-pelaku pembangunan.
Di zaman sekarang ini, kata dia, tuntutan kualitas pasar industri semakin tinggi. Untuk memenangkan kompetisi, diperlukan lulusan yang unggul, berkarakter dan inovatif. Karena itu SMKN 1 Maumere mengantisipasinya sejak dini di bangku sekolah. Dengan demikian lulusan dari sekolah ini, mampu berkompetisi di pasaran industri. Dan untuk merealisasikannya, perlu adanya link and match antara sekolah dengan dunia industri.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini