Dokter Spesialis Anak Mario Nara sedang periksa kesehatan pasien DBD di Ruang Melati RSUD TC Hillers Maumere beberapa waktu lalu
Maumere-SuaraSikka.com: Paskah penetapan status kejadian luar biasa (KLB) di Kabupaten Sikka, demam berdarah dengue (DBD) kembali makan korban. Virus ini merenggut nyawa seorang gadis berusia 12 tahun dari Desa Detubinga Kecamatan Tanawawo.
Dikabarkan gadis malang itu meninggal di RS Santa Elisabeth Lela, Selasa (4/2) malam. Jasad korban sudah dibawa ke kampung halamannya.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka Petrus Helermus yang dihubungi di ruang kerjanya, Rabu (5/2), membenarkan peristiwa itu. Dengan demikian sudah tiga anak yang menjadi korban meninggal akibat serangan DBD.
“Ya, ada korban tadi malam di RS Lela. Ini korban yang ketiga. Dua anak sebelum KLB, dan ini yang pertama setelah KLB,” jelas Petrus Helermus.
Petrus Helermus mengaku terjadi peningkatan serangan DBD di wilayah Kabupaten Sikka. Kini DBD sudah melokalisir 18 kecamatan, dengan menyerang 377 anak, 3 di antaranya meninggal.
Sebelumnya, tercatat dua orang meninggal dunia yaitu Elisabeth Maria, balita berusia 1,7 tahun meninggal Selasa (7/1), dan Yohanes Yuliano Putra Bang 2,7 tahun, meninggal Selasa dini hari (21/1) di RSUD TC Hillers Maumere.*** (eny)