Perekrut Tidak Paham Prosedur, Mengaku Rugi Puluhan Juta Rupiah

0
15
Perekrut Tidak Paham Prosedur, Mengaku Rugi Puluhan Juta Rupiah
Yosef Efendi (sedang telpon), perekrut tenaga kerja ilegal yang diamankan aparat kepolisian di Bandara Frans Seda Maumere, Selasa (11/2)
Maumere-SuaraSikka.com: Yosef Efendi, perekrut tenaga kerja di Kabupaten Sikka mengaku tidak paham prosedur perekrutan. Dia pun terpaksa merugi puluhan juta rupiah.
Pria berambut panjang yang sudah 25 tahun bekerja di PT CMI di Ketapang Kalimantan Barat, merekrut 20 tenaga kerja dari Kecamatan Hewkloang dan Bola. Para tenaga kerja ini akan dipekerjakan di PT CMI sebagai petani di bidang pertanian.
Kepada wartawan di Bandara Frans Seda Maumere, Selasa (11/2), Yosef Efendi mengaku tidak paham prosedural perekrutan tenaga kerja. Dia beralasan di Kalimantan biasanya tidak pernah ada prosedural. Pihak perusahaan memasukkan saja tenaga kerja tanpa perlu ada dokumen administrasi dan perizinan.
“Saya tidak tahu prosedur dan sebagainya. Mereka ini kan saudara-saudara saya satu kampung. Saya datang ke sini dan lihat mereka menganggur, saya ajak kerja di sana. Jadi terus terang saya tidak mengerti prosedural. Saya bukan perekrut,” ujar dia.
Yosef Efendi mengaku menanggung semua biaya pemberangkatan 20 TKI ilegal dari tempat asal hingga tempat tujuan. Dari Kabupaten Sikka mereka menggunakan Wing’s Air menuju Denpasar.
Setelah itu melanjutkan lagi perjalanan ke Surabaya menggunakan pesawat. Kemudian dengan pesawat menuju Sampit. Setelah itu dari Sampit mengendarai bus menuju Ketapang.
“Bapak hitung saja kerugian saya. Itu uang pribadi saya. Jadi yah saya juga tidak mau rugi, kalau tahu proseduralnya,” kesal dia.
Sebagaimana diberitakan aparat Polres Sikka menggagalkan pemberangkatan 20 tenaga kerja ilegal dari Kabupaten Sikka ke Ketapang. Polisi mengamankan mereka di Bandara Frans Seda Maumere, Selasa (11/2) pagi. Para TKI ilegal ini hendak berangkat menggunakan pesawat Wing’s Air.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini