PT CMI Tidak Pernah Ajukan Permohonan Tenaga Kerja dari Kabupaten Sikka

0
89
PT CMI Tidak Pernah Ajukan Permohonan Tenaga Kerja dari Kabupaten Sikka
Kepala Dinas Nakertrans Sikka Germanus Goleng sedang memberi arahan kepada Yosef Efendi, perekrut tenaga kerja
Maumere-SuaraSikka.com: Aparat Polres Sikka, Selasa (11/2), menggagalkan pemberangkatan 20 tenaga kerja dari Kabupaten Sikka ke Ketapang Kalimantan Barat. Diketahui PT CMI, selaku perusahaan tujuan para pekerja, tidak pernah mengajukan permohonan tenaga kerja dari Kabupaten Sikka.
“Yang terutama sekali dari kasus ini bahwa perusahaan yang merekrut tenaga kerja ini, tidak ada memasukkan laporan ke Disnakertrans Sikka. Jadi kami sama sekali tidak tahu,” jelas Kepala Dinas Nakertrans Sikka Germanus Goleng di Mapolres Sikka, Selasa (11/2).
Mantan Kabag Humas Setda Sikka itu menjelaskan alur prosedural perekutan tenaga kerja. Awalnya, kata dia, PT CMI wajib menyampaikan permohonan perekrutan tenaga kerja ke Kementerian Nakertrans.
Kementerian Nakertrans, kata dia, akan menanggapi dengan mengeluarkan surat izin. Atas dasar surat izin itu, Dinas Nakertrans Propinsi akan menerbitkan Surat Perintah Rekrut (SPR). Di dalam SPR, lanjutnya, tertera antara lain jumlah tenaga kerja yang akan direkrut.
Dengan mengantongi SPR, maka Dinas Nakertrans di sebuah kabupaten bersama-sama perusahaan tersebut wajib melakukan sosialisasi ke tengah masyarakat. Sosialisasi terkait ketentuan, persyaratan, dan apa saja yang dibutuhkan perusahaan. Setelah itu nanti dibuatkan perjanjian kerja sama.
“Jadi ada proseduralnya. Tidak serta merta dia datang mengurus sendiri, lalu berangkatkan tenaga kerja yang sudah dia rekrut, tidak begitu,” ungkap Germanus Goleng.
Terkait kasus ini, Germanus Goleng mengetahuinya setelah mendapat informasi dari KP3 Udara Bandara Frans Seda. Dia diberi kabar indikasi adanya keberangkatan tenaga kerja dalam jumlah yang besar. Setelah mendapat informasi, Germanus Goleng bersama dua orang staf langsung menuju Bandara Frans Seda Maumere.
Dia menambahkan kasus TKI ilegal ini sudah masuk dalam ranah hukum. Meski demikian, sebagai pemerintah, katanya, dia berharap sekali para tenaga kerja ini diberangkatkan secara resmi dengan menggunakan mekanisme dan prosedural yang benar.
Germanus Goleng memastikan 20 tenaga kerja yang direkrut secara ilegal itu berasal dari Desa Kajowair Kecamatan Hewokloang dan Desa Umauta Kecamatan Bola. Dia sudah menghubungi Kepala Desa Kajowair untuk melihat warganya yang kini sedang berada di Mapolres Sikka.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini