Habis Makan Malam di Rumah Keluarga, Kakek Pemerkosa Dicokok Polisi

0
144
Habis Makan Malam di Rumah Keluarga, Kakek Pemerkosa Dicokok Polisi
Aparat kepolisian menangkap JJ, pemerkosa anak di bawah umur, Rabu (12/2) malam
Maumere-SuaraSikka.com: Usai sudah pelarian JJ, pemerkosa anak di bawah umur. Kakek berusia 72 tahun ini berhasil dicokok aparat kepolisian. Dia baru saja habis makan malam di rumah keluarga.
Kapolres Sikka melalui Kapolsek Bola Ipda Daniel Melky Tunu yang menghubungi media ini memastikan pria renta itu sudah diamankan aparat kepolisian, Rabu (12/2) sekitar pukul 19.15 Wita. Pelaku langsung digiring malam itu juga ke Mapolres Sikka.
Dia menjelaskan usai memerkosa VDB, bocah berusia 9 tahun pada Kamis (30/1), pelaku langsung menghilang dari rumahnya di Klotong Dusun Gade Desa Wolonwalu Kecamatan Bola. Polisi kemudian mendapat informasi pelaku sedang berada di rumah keluarganya di Kampung Sulit Dusun Hokok Desa Wolonwalu.
“Dari informasi itu, akhirnya kami ke sana. Dan benar, dia ada di situ, lagi nongkrong saja, habis makan malam,” jelas Melky Tunu.
Menurut Melky Tunu, sejak peristiwa pemerkosaan JJ menghilang dari rumahnya. Dia bersembunyi di rumah anaknya di Maumere. Pada Rabu (12/2) pagi, dia kembali ke desa asalnya, tapi memilih ke rumah keluarga di dusun yang lain.
Sebagaimana diberitakan, JJ tega memerkosa VDB, pelajar Kelas 2 SD. Peristiwa ini terjadi Kamis (30/1) di rumah pelaku sekitar pukul 13.30 Wita. Namun orang tua korban baru melaporkan kasus ini ke Polsek Bola pada Selasa (11/2).
Heffri Dwi Irawan yang dihubungi di ruang kerjanya, Rabu (12/2), menjelaskan pada saat itu korban yang usai bermain, sedang beristirahat di pinggir jalan. Lalu pelaku menghampiri korban, dan mengajak ke rumah pelaku. Sesampai di rumah, pelaku membuka paksa baju dan celana korban. Setelah itu pelaku langsung melampiaskan hasrat bejatnya.
Berselang beberapa menit kemudian pelaku menggendong korban yang dalam keadaan telanjang, dan berencana pindah ke tempat lain. Saat itu secara tidak kebetulan ada saksi yang melihat. Pelaku pun buru-buru memakaikan korban pakaian.
Usai memerkosa bocah belia itu, pelaku memberikan korban uang Rp 50.000. Dia juga mengancam akan menggorok leher korban jika melaporkan peristiwa ini kepada orang lain.
Peristiwa ini terbongkar pada Sabtu (8/2), setelah orang tua korban mencurigai karena korban memiliki banyak uang. Setelah dicari tahu, korban mengaku mendapat uang dari pelaku. Karena keluarga menelusuri ihwal uang itu, akhirnya korban mengaku diperkosa oleh pelaku.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini