Lambelu Turunkan 929 Penumpang, “Bom” Covid Bisa Meledak di Sikka

0
159
Lambelu Turunkan 929 Penumpang,
Penumpang yang baru turun dari KM Lambelu, antri untuk mengukur suhu tubuh di Pelabuhan Laurens Say Maumere, Senin (23/3) malam
Maumere-SuaraSikka.com: Kapal penumpang Lambelu yang datang dari Makasar, Senin (23/3) malam, menurunkan ratusan penumpang di Pelabuhan Laurens Say Maumere. Ada kekuatiran “bom” Covid 19 bisa meledak di Kabupaten Sikka.
Kekuatiran ini meradang sebagian besar masyarakat Kabupaten Sikka. Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo bersama Satuan Gugus Tugas Covid pun turun langsung, disertai pengumuman yang bersifat imbauan pencegahan virus corona.

KM Lambelu tiba sekitar pukul 22.00 Wita, datang dari Nunukan, Tarakan, Balikpapan, Makasar, dan Baubau. Kapal ini mengangkut 1.604 penumpang. Sebanyak 929 penumpang turun di Maumere, dan yang melanjutkan perjalanan ke pelabuhan terdekat sebanyak 675 penumpang.

Kapal ini langsung berangkat tadi malam menuju Larantuka, Baubau, Makasar, Balikpapan, Tarakan, dan Nunukan. Sebanyak 678 penumpang naik dari Maumere.
Mengantisipasi kedatangan Lambelu, pihak Pelni Maumere telah menyemprot cairan disinfektan di daratan. Para portir dan asongan dicek suhu tubuh mereka. Upaya ini dilakukan untuk mencegah penularan virus Corona.
Penumpang yang turun di Pelabuhan Lorens Say diperiksa ketat. Petugas kesehatan memeriksa suhu tubuh satu persatu semua penumpang. Data identitas dan riwayat perjalanan dicatat pada Kartu Kewaspadaan Kesehatan.
“Pelni bersama Satuan Gugus Tugas Covid melakukan pemtantauan dan pemeriksaan yang ketat sesuai SOP pencegahan Covid19. Mohon kita semua tidak saling menuding,” tulis Sandra da Cunha, salah seorang staf Pelni Maumere di jejaring facebook.
Antrian penumpang untuk pengukuran suhu tubuh, ditengarai berdesak-desakan, dan tidak mengindahkan imbauan berjarak 1 meter. Kondisi ini dikuatirkan rentan menularnya virus Corona. Sandra da Cunha beralibi Pelni Maumere dan Satuan Gugus Tugas Covid sudah memberikan imbauan untuk jaga jarak, namun para penumpang susah diatur.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini