Maumere-SuaraSikka.com: Nasib malang dialami ZL, 35 tahun. Warga Kecamatan Palue Kabupaten Sikka ini diketahui baru kembali dari Batam. Setelah beberapa hari di kampungnya, justeru dia ditolak warga kampung sendiri. Warga kuatir dia membawa masuk virus corona.
Informasi yang dihimpun media ini, ZL diketahui berada di Batam selama 8 tahun. Dia kembali ke Maumere pada Kamis (19/3) dengan menggunakan pesawat. Selanjutnya dia langsung ke kampungnya di Kecamatan Palue.
Pria ini masih tinggal nyaman beberapa hari bersama keluarga. Belakangan warga mengetahui kehadirannya, dan akhirnya menolak dia dari kampung itu. Bukan hanya dia saja yang ditolak, tetapi termasuk ibu kandungnya, saudari kandungnya, dan seorang keponakan yang berusia 8 tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada Senin (30/3), ZL bersama ibu kandung, saudari kandung dan keponakan, terpaksa meninggalkan kampung menuju Maumere. Mereka mengungsi dengan menggunakan kapal kayu penyeberangan. Berangkat dari Palue pukul 08.00 Wita, dan tiba di Pelabuhan Laurens Say pukul 13.32 Wita.
Satuan Gugus Tugas Pencegahan Covid Sikka menerjunkan tim medis untuk melakukan pemeriksaan ZLdan pengambilan data di Pelabuhan Laurens Say. Setelah itu ZL dibawa dengan ambulance ke Posko Satgas Covid di Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka untuk penanganan lebih lanjut.
Usai pemeriksaan, ZL disarankan untuk karantina mandiri di rumah keluarganya di Maumere. Namun semua keluarga di Maumere menolak memberikan tumpangan. Tim Posko Satgas Covid lalu berkoordinasi dengan manajemen RSUD TC Hillers Maumere, namun disarankan untuk karantina mandiri.
Tim Posko Satgas Covid kemudian berkoordinasi dengan Penjabat Sekda Sikka, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Sikka, Kaban Kesbangpol Sikka, Sekretaris Dinkes Sikka, dan Caritas Keuskupan Maumere. Akhirnya pada pukul 20.15 Wita ZL bersama ibu kandung, saudari kandung dan keponakan, diantar ke Rumah Singgah ODHA (Orang dengan HIV AIDS) di Kelurahan Waioti.*** (eny)















