Cegah Covid 19, Camat Alok Timur Ingatkan Warga Tidak Buat Aturan Sendiri

0
55
Cegah Covid 19, Camat Alok Timur Ingatkan Warga Tidak Buat Aturan Sendiri
Camat Alok Timur Peter Ambrosius berikan pengarahan kepada warga di sekitar Rumah Singgah ODHA di Kelurahan Waioti, Kamis (2/4)

Maumere-SuaraSikka.com: Camat Alok Timur Peter Ambrosius mengingatkan warganya untuk tidak membuat aturan sendiri terkait pencegahan Covid 19. Dia berharap warga di wilayahnya mengikuti imbauan dan ketentuan yang disampaikan pemerintah.

Peter Ambrosius menyampaikan itu, Kamis (2/4), di depan Ketua RW 001 Kelurahan Waioti Hasan Pora, Ketua RT 001 Pius Site, Ketua RT 002 Edi Rasi, Ketua RT 003 Petrus Inadolu, dan beberapa warga di sekitar daerah itu. Peringatan ini menyusul aksi sejumlah warga RT/RW 001/001 dan RT/RW 002/001 yang menolak kehadiran ODP Covid 19 di Rumah Singgah ODHA.

Peter Ambrosius meminta warga tidak mengambil sikap yang berlebihan, dan sebaliknya menganjurkan untuk melakukan koordinasi sebelum mengambil langkah-langkah di luar aturan.

Kepada Ketua RW, Ketua RT dan warga, Peter Ambrosius mengingatkan bahwa benar warga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap orang luar yang baru datang ke Kabupaten Sikka. Tetapi kewaspadaan yang dilakukan, kata dia, harus selalu dalam koridor prosedural pencegahan dan penanganan Covid 19.

“Tidak ada satu pun imbauan dari Bupati Sikka untuk mengusir warga yang baru datang. Imbauan pemerintah adalah social distancing, physical distancing, jaga jarak, karantina mandiri,” jelas Camat Alok Timur.

Peter Ambrosius memberikan pemahaman kepada warga yang protes agar mengikuti imbauan-imbauan pemerintah. Dia berharap tidak ada pihak-pihak yang membuat aturan menurut kemauan sendiri.

“Kita ini satu kesatuan dalam wilayah Republik Indonesia. Jadi tidak ada yang seenaknya bikin aturan sendiri,” ungkapnya kesal.

Meskipun memahami penjelasan Camat Alok Timur, warga bersikeras menolak ODP Covid yang karantina sementara di Rumah Singgah ODHA. Mereka berargumentasi dengan alibi lain seperti kehadiran tanpa laporan, Rumah Singgah ODHA yang tanpa izin, bahkan sampai penderita ODHA yang mengenakan pakaian seksi.

Camat Alok Timur mengakomodir alibi-alibi warga sebagai masukan untuk evaluasi. Tetapi terkait pencegahan Covid 19, dia mengingatkan warga untuk tidak bersikap main hakim sendiri.

Sebagaimana diberitakan, puluhan warga melakukan aksi penolakan terhadap ZL bersama ibu kandungnya, saudari kandungnya, dan keponakan kandungnya yang menghuni Rumah Singgah ODHA. Satgas Covid Sikka akhirnya mengevakuasi 4 orang ini ke sebuah tempat yang lebih aman dan nyaman.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini