Warga Waioti Tolak ODP dan HIV Penghuni Rumah Singgah ODHA

0
88
Warga Waioti Tolak ODP dan HIV Penghuni Rumah Singgah ODHA
Warga protes kehadiran penghuni Rumah Singgah ODHA, Kamis (2/4)
Maumere-SuaraSikka.com: Puluhan ibu rumah tangga di Kelurahan Waioti Kecamatan Alok Timur Kabupaten Sikka melakukan aksi Kamis (2/4) sekitar pukul 09.00 Wita. Mereka menolak pasien ODP dan HIV yang menghuni Rumah Singgah ODHA.
Sejumlah warga RT/RW 002/001 dan RT/RW 003/001 mendatangi Rumah Singgah yang terletak tidak jauh dari situ. Mereka berteriak-teriak meminta penghuni Rumah Singgah segera keluar dari tempat itu. Warga kuatir menularnya penyakit, terutama virus corona yang sedang mewabah.
Pantauan media ini, Lurah Waioti Maria Anita Yuniati memberikan penjelasan kepada warga terkait HIV dan ODP. Namun apapun penjelasannya, tidak diterima warga yang kira-kira berjumlah 20 orang.
Tim Satuan Gugus Tugas Pencegahan Covid 19 turun ke lokasi. Dokter dan petugas kesehatan berupaya memberikan pemahaman terkait keberadaan penghuni ODP dan HIV di Rumah Singgah. Warga tetap saja tidak menerima penjelasan.
Setiap penjelasan yang disampaikan petugas kesehatan, pembicaraannya langsung dipotong warga. Mereka terus mendesak agar penghuni Rumah Singgah dikeluarkan dari lingkungan mereka.
“Kami tidak mau dengar penjelasan. Kami hanya minta mereka segera angkat kaki dari sini,” ujar seorang warga yang memotong penjelasan petugas kesehatan.
Tidak kuasa menahan desakan dan protes warga, akhirnya Tim Satgas Covid tinggalkan lokasi untuk berkoordinasi dengan pengambilan keputusan. Hingga saat ini belum diketahui langkah yang akan diambil Satgas Covid.
Rumah Singgah ini sementara dihuni oleh 4 orang dari Kecamatan Palue yakni ZL bersama ibu kandungnya, saudari kandungnya dan keponakannya. Mereka berempat dititipkan sementara di rumah singgah sejak Senin (30/3) lalu.
Sebagaimana diberitakan, ZL baru kembali dari Batam pada Kamis (19/3) lalu. Kehadiran ZL di desanya di Kecamatan Palue, meresahkan warga di tengah merebaknya virus corona. Warga di desa itu lalu ramai-ramai menolak ZL bersama keluarganya.
ZL bersama keluarganya kemudian dibawa ke Maumere untuk melakukan pemeriksaan. Petugas kesehatan langsung memeriksa di Pelabuhan Laurens Say. ZL disarankan untuk melakukan karantina mandiri.
Persoalannya, keluarga ZL yang di berada di Maumere menolak memberikan tumpangan. Setelah melalui koordinasi dengan beberapa pihak, akhirnya ZL bersama ibu kandung, saudari kandung dan keponakan, dikarantinakan di Rumah Singgah ODHA.
Rumah Singgah ODHA ini adalah rumah milik orang yang dikontrak Komisi Penanggulangan AIDS Propinsi NTT sejak tahun 2018. Selama ini, jika ada ODHA yang menghuni rumah singgah, warga sekitar merespons secara positip.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini