Maumere-SuaraSikka.com: Gedung Sikka Convention Center (SCC) yang disiapkan menjadi tempat karantina penumpang KM Lambelu, hanya mampu menampung 150 tempat tidur. Padahal penumpang yang turun di Pelabuhan Laurens Say sebanyak 233 orang.
Ketua Satgas Covid Sikka Wilhelmus Sirilus yang ditemui Senin (6/4) petang di Gedung SCC, masih melakukan koordinasi dengan pelbagai pihak, untuk mendapatkan tambahan lokasi karantina bagi 83 penumpang.
Hingga beberapa jam sebelum jadwal berlabuh KM Lambelu pukul 21.00 Wita, Sirilus Wihelmus yang juga Penjabat Sekda Sikka itu, masih koordinasi via telepon selular.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Personil BPBD Sikka yang bertugas menyiapkan ruangan karantina, membentuk sekat-sekat di dalam Aula SCC menjadi 50 kamar. Setiap kamar masing-masing 3 orang.
Pantauan media ini, lantai aulab terlebih dahulu dilapisi dengan karpet. Setelah itu tiga buah kasur dibentang dengan jarak 1 meter. Disiapkan juga bantal untuk kepala. Masing-masing kamar ditutupi dengan kain.
Pemkab Sikka mengambil kebijakan mengkarantinakan 233 penumpang KM Lambelu, demi memutuskan mata rantai penularan virus corona. Para penumpang ini datang dari daerah terpapar.
Dalam rapat koordinasi Satgas Covid, Minggu (5/4), disepakati 7 sekolah di dalam kota sebagai lokasi karantina. Namun warga masyarakat yang bermukim di sekitar sekolah, ramai-ramai melakukan penolakan. Akhirnya diambil alternatif lain yakni di Gedung SCC.*** (eny)















