Dokumen Hasil Pemeriksaan Laboratorium RSUD TC Hillers Viral di Medsos

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 8 April 2020 - 18:04 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 59 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sterilisasi petugas kesehatan yang baru kembali dari KM Lambelu, Selasa (7/4)

Sterilisasi petugas kesehatan yang baru kembali dari KM Lambelu, Selasa (7/4)

Maumere-SuaraSikka.com: Sebuah dokumen hasil pemeriksaan laboratorium di RSUD TC Hillers Maumere, bocor ke media sosial dan kini menjadi viral. Belum ada satu pihak pun yang bertanggungjawab atas bocornya surat ini.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka Petrus Herlemus yang dikonfirmasi terkait hal ini menjawab singkat dan diplomatis.

“Saya tidak berkomentar,” jawab pesan singkat Petrus Herlemus yang juga adalah Sekretaris Satgas Covid Sikka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sekretaris Dinas Kesehatan Sikka Clara Francis yang ditanya tentang dokumen rahasia yang bocor ke publik, mengaku tidak tahu menahu. Nama mantan Direktir RSUD TC Hillers ini disebut dalam surat itu sebagai pihak yang mengirimkan surat kepada Dinas Kesehatan NTT.

Sementara itu Ketua Satgas Covid Sikka yang juga Penjabat Sekda Sikka Wilhelmus Sirilus yang dihubungi melalui telepon selular, belum bisa dihubungi.

Baca Juga :  Padam 5 Hari Akibat Gempa Bumi Tektonik, Listrik di Palue Kembali Nyala

Surat yang bocor ini merupakan Hasil Pemeriksaan Laboratorium Instalasi Laboratorium Klinik dan Pelayanan Darah RSUD TC Hillers. Pemeriksaan dilakukan pada Selasa (7/4) kemarin. Surat hasil pemeriksaan ditandatangani penanggungjawab Dokter Kurniawan N MSc Sp PK dan pemeriksa Gabriel Calvo Gara S.S.T.

Belum diketahui, apakah ini hasil pemeriksaan terhadap ABK Lambelu dan petugas kantin di kapal itu, yang disebut-sebut terinfeksi terjangkit Covid 19, sebagaimana surat resmi Bupati Sikka. Ataukah hasil pemeriksaan dari 19 sampel yang lain.

Pada surat hasil pemeriksaan ini, data tentang nama, umur, nomor handphone dan alamat terperiksa, ditutup dengan tinta berwarna merah, sepertinya tinta spidol. Sulit mendeteksi data-data tersebut.

Ada dua catatan pada hasil pemeriksaan, yakni hasil tes ini tidak dapat menegakkan diagnosis infeksi Covid 19, dan hasil tes non reaktif tidak dapat menyingkirkan kemungkinan adanya infeksi.

Baca Juga :  Cair! Rp 200 Miliar dari Presiden untuk Penanggulangan Bencana di NTT

Untuk catatan pertama, saran terhadap hasil rapid test pertama, ditulis non reaktif, lakukan karantina rumah mandiri selama 14 hari, PHBS, physical distancing. Dan saran terhadap hasil rapid test kedua yaitu non reaktif, yakni pasien tidak terpapar infeksi SARS-COV-2.

Sementara untuk catatan kedua, saran terhadap hasil rapid test pertama dan kedua, ditulis, reaktif, OTG dan ODP, isolasi di rumah dan PHBS, lalu PDP, gejala ringan isolasi di rumah, gejala sedang isolasi di rumah sakit darurat, dan gejala berat isolasi di rumah sakit rujukan. Dilanjutkan dengan tes konfirmasi PCR.

Hingga saat ini belum diketahui siapa yang bertanggungjawab membocorkan dokumen rahasia hasil pemeriksaan. Anehnya, dokumen ini sempat dipublikasikan oleh salah satu media yang terbit di luar Propinsi NTT.***

 

Berita Terkait

Dentuman Keras, Dikira Gempa Susulan, Ternyata Gunung Lewotobi Erupsi Lagi
Belanja Modal Anjlok Rp 12 Miliar Lebih, Infrastruktur Jalan Bakal Jadi Korban
Seng Bantuan untuk Warga Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi Ukuran Tipis, Tidak Layak Jadi Atap Rumah
100 Rombel pada 22 Sekolah di Sikka Harus Belajar di Tenda Darurat, SMPN 1 Maumere Pindah ke SKB
Pilkades Serentak Ditunda Tahun 2027, Sikap Bupati Sikka Plin-Plan
PMKRI Maumere, Timika, Mataram dan Solidaritas Pemuda-Pemudi NTB Salurkan Bantuan untuk Lansia Terdampak Gempa Flores
237 Penyintas Gempa di Gelora Samador da Cunha Maumere Pulang ke Rumah
Bupati Sikka Serius Pilkades Serentak Digelar Tahun Ini, Golkar dan Demokrat Tolak

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:12 WITA

Dentuman Keras, Dikira Gempa Susulan, Ternyata Gunung Lewotobi Erupsi Lagi

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:15 WITA

Belanja Modal Anjlok Rp 12 Miliar Lebih, Infrastruktur Jalan Bakal Jadi Korban

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:59 WITA

Seng Bantuan untuk Warga Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi Ukuran Tipis, Tidak Layak Jadi Atap Rumah

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:20 WITA

100 Rombel pada 22 Sekolah di Sikka Harus Belajar di Tenda Darurat, SMPN 1 Maumere Pindah ke SKB

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:35 WITA

PMKRI Maumere, Timika, Mataram dan Solidaritas Pemuda-Pemudi NTB Salurkan Bantuan untuk Lansia Terdampak Gempa Flores

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:26 WITA

237 Penyintas Gempa di Gelora Samador da Cunha Maumere Pulang ke Rumah

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:08 WITA

Bupati Sikka Serius Pilkades Serentak Digelar Tahun Ini, Golkar dan Demokrat Tolak

Selasa, 25 Agustus 2026 - 08:31 WITA

Dugaan Korupsi Bencana di Sikka, Bantuan Seng untuk 5.000 Rumah Belum Teralisir

Berita Terbaru

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad melantik Melchias Markus Mekeng menjadi Ketua Komisi XII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (26/8) (foto: tempo)

Nasional

Melchias Mekeng Resmi Pimpin Komisi XII DPR RI

Rabu, 26 Agu 2026 - 19:35 WITA