Maumere-SuaraSikka.com: Sekretaris Satgas Covid Sikka Petrus Herlemus menegaskan 2 anak buah kapal (ABK) Lambelu dan 1 petugas cafetaria, bukan positip Covid 19. Tiga orang ini masih dalam status teridentifikasi.
“Jadi mereka 3 itu bukan positip, tapi teridentifikasi, sesuai hasil pemeriksaan rapid test. Ini harus diklarifikasi supaya tidak ada pemahaman yang keliru,” ujar dia di rumah kediamannya di Kelurahan Kota Baru Kecamatan Alok Timur, Rabu (8/4).
Dia mengatakan petugas kesehatan memeriksa secara klinis 95 ABK Lambelu. Kemudian 25 sampel diperiksa dengan rapid test, di mana terdapat 3 sampel yang teridentifikasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dari sisi risiko, kata dia, kemungkinan yang paling tinggi melakukan kontak langsung dengan penumpang adalah petugas cafetaria. Dia beralasan bisa saja ada penumpang yang berbelanja di cafetaria untuk kebutuhan makan minum atau rokok.
“Kami tidak bisa memastikan positip, karena harus ada pemeriksaan lanjutan dengan swab. Mungkin 1-2 hari ini sudah ada hasil dari Makasar,” ujar dia.
Keterangan Petrus Herlemus ini memberikan kepastian menyusul informasi yang simpang siur sejak Selasa (7/4) kemarin. Di tengah kesibukan penanganan KM Lambelu yang sedang berada di tengah laut dengan mengangkut 239 penumpang tujuan Pelabuhan Laurens Say, merebak isu positip Covid 19. Entahlah isu itu bersumber dari mana, kemudian tersebar luas.
Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo yang ditanya wartawan usai menggelar rapat mendadak, tidak menjelaskan secara pasti. Dia berjanji akan memberikan keterangan pers setelah berkoordinasi dengan Gubernur NTT.
Belum sempat memberikan keterangan pers, mendadak surat Bupati Sikka menjadi viral di media sosial yang antara lain menyebutkan 3 orang tersebut terindikasi terjangkit Covid 19 berdasarkan hasil rapid test dan pemeriksaan laboratorium RSUD TC Hillers Maumere.*** (eny)















