DPRD Sikka Pertanyakan Pembangunan Alfamart di Kompleks Perumahan Pejabat

0
284
DPRD Sikka Pertanyakan Pembangunan Alfamart di Kompleks Perumahan Pejabat
Pembangunan Alfamart di kompleks perumahan pejabat di Jalan Ahmad Yani

Maumere-SuaraSikka.com: DPRD Sikka mempertanyakan pembangunan Swalayan Alfamart di tengah kompleks perumahan pejabat di Jalan Ahmad Yani Maumere Kelurahan Kota Baru.

Pertanyaan ini terungkap dalam paripurna DPRD Sikka, Kamis (19/11) malam, dengan agenda pemandangan umum fraksi-fraksi terhdap Pengantar Nota Keuangan atas RAPBD 2021.

Sekretaris Fraksi Partai Gerindra Sufriyance Merison Botu mempersoalkan munculnya bangunan baru tersebut yang saat ini masih dalam proses pembangunan.

“Milik siapakah? Dan apakah sesuai peruntukannnya dengan pengembangan tata ruang kota? Sangat disayangkan jika keberadaan bangunan tersebut tidak sejalan dengan rencana tata ruang wilayah, bahkan terkesan menimbulkan kawasan kumuh baru,” tanya Fraksi Partai Gerindra.

Hal yang sama diutarakan Fraksi PAN. Sekretaris Fraksi PAN Filario Charles Bertrandi meminta penjelasan pemerintah terkait adanya pembangunan, yang menurut berbagai sumber, yakni untuk pembangunan Alfamart.

Fraksi PDIP juga mempersoalkan hal ini. Jurubicara Fraksi PDIP Alfridus Melanus Aeng mempertanyakan ada tidaknya kerja sama antara manajemen Alfamart dan pemerintah daerah setempat.

“Apakah melalui suatu kerja sama? Apakah hal ini tidak membutuhkan persetujuan DPRD, atau setidaknya disampaikan kepada DPRD?” tanya Alfridus Melanus Aeng.

DPRD Sikka Pertanyakan Pembangunan Alfamart di Kompleks Perumahan Pejabat
Bangunan di samping Monumen Tsunami

Selain bangunan Alfamart, Fraksi Partai Gerindra juga meminta penjelasan pemerintah atas tanah yang saat ini dikapling oleh Koperasi Beringin, termasuk bangunan pada aset tanah milik pemerintah di samping Monumen Tsunami.

Fraksi Partai Gerindra menyebutkan bahwa pada Perda Perubahan APBD 2020 bagian lampiran IX mencatat aset tanah tahun 2019 bernilai Rp 236.455.222.628,23, namun saldo pada akhir tahun menjadi Rp 227.774.339.883,23.

“Artinya nilai aset tanah kita berkurang atau turun sebesar Rp 8,689 miliar. Mohon klarifikasi pemerintah, apa yang menyebabkan nilai aset tersebut berkurang?” terang Sufriyance Merison Botu.

Informasi yang dihimpun media ini, pembangunan Alfamart di Jalan Ahmad Yani berdampak kompensasi sewa lahan senilai Rp 500 juta. Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Sikka Paul Prasetya yang dikonfirmasi di Gedung DPRD Sikka, Kamis (19/11) malam, membenarkannya.

Secara terpisah, Ricky Mane Pareira, seorang warga Kelurahan Wairotang mengaku kecewa dengan hadirnya Alfamart di tengah kompleks perumahan pejabat.

“Kompleks perumahan ini digagas Raja Thomas dalam desain Kota Maumere, lalu dirusak begitu saja dengan waralaba kapitalis itu. Perumahan pejabat di Kota Baru itu termasuk salah satu land mark Kota Maumere. Sebagai orang yang pernah 30 tahun tinggal di Kota Baru, saya sangat kecewa. Memangnya tidak ada tempat lain lagi kah?” ujar dia kesal.

Mantan komisioner KPU Sikka ini menegaskan keberadaan Alfamart di Jalan Ahmad Yani berujung merusak tata kota. Karena itu dia mendesak pemerintah untuk menghentikan pembangunan tersebut, dan mengkaji ulang pemanfaatan aset di kompleks itu sesuai tata ruang dan wilayah.

Catatan media ini, dalam Pengantar Nota Keuangan RAPBD 2021, Pemkab Sikka merencanakan Belanja Modal Tanah sebesar Rp 1.757.527.550.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini