Menteri Kelautan dan Perikanan Ditangkap KPK

0
106
Menteri Kelautan dan Perikanan Ditangkap KPK
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo (foto: istimewa)

Jakarta-SuaraSikka.com: Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT), Rabu (25/11) dinihari.

Dari berbagai media, diketahui penangkapan terhadap politisi Partai Gerindea diduga berkaitan dengan ekspor benih lobster atau benur.

“Benar KPK tangkap, berkait ekspor benur,” kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron, sebagaimana dikutip dari detik.com.

Edhy Prabowo ditangkap bersama istrinya, Iis Rosita Dewi, yang juga anggota Komisi V DPR dari Fraksi Partai Gerindra. Komisi V mengurusi infrastruktur, transportasi, daerah tertinggal, cuaca, serta pencarian dan pertolongan. Komisi V tidak mengurusi masalah perikanan.

Selain itu, sejumlah orang ditangkap dalam OTT ini. Namun diketahui ada sejumlah orang lainnya yang dilepaskan KPK karena tidak berkaitan langsung.

Sebelum ditangkap, Edhy Prabowo diketahui melakukan kunjungan ke Hawaii, Amerika Serikat (AS).

Edhy Prabowo berada di Hawaii, Sabtu (21/11), untuk menandatangani kerja sama KKP dengan Oceanic Institute of Hawaii Pacific University. Kerja sama ini berkaitan dengan produksi induk udang unggul di Indonesia.

Pada Selasa (24/11), Edhy Prabowo menemui anak buah kapal (ABK) asal Indonesia di AS. Terlihat dia diberi kalung bunga dan berbicara di depan orang banyak.

Edhy Prabowo pulang ke Indonesia menggunakan pesawat maskapai All Nippon Airways (ANA) dan sempat transit di Bandara Narita, Jepang.

Pada pukul 23.18 Wib, pesawat yang membawa Edhy Prabowo tiba di Bandara Soekarno-Hatta. Edhy Prabowo tiba bersama rombongannya berjumlah 12 orang.

Tim KPK langsung mengamankan Edhy Prabowo dan rombongannya. Tim KPK memberikan penjelasan sekaligus menunjukkan surat tugas KPK. Tim KPK juga langsung melakukan pemeriksaan awal serta penggeledahan.

Setelah itu, 3 orang dari rombongan Edhy Prabowo tidak dibawa KPK. Sisanya, yaitu 9 orang, termasuk Edhy Prabowo, dibawa ke KPK.

Pada Rabu (25/11) sekitar pukul 01.20 Wib, Tim KPK bersama Edhy Prabowo dan rombongan yang dibawa dari Bandara Soekarno-Hatta tiba di Gedung Merah-Putih KPK.

Edhy Prabowo dan rombongannya langsung menjalani pemeriksaan intensif di KPK.

Saat ini status hukum Edhy Prabowo dan sejumlah orang lainnya masih sebagai terperiksa. KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum mereka.

“Saat ini sedang dilakukan pemeriksaan oleh penyelidik KPK. KPK punya waktu 1 x 24 jam untuk menentukan sikap,” ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan.

Tertangkapnya Edhy Prabowo membuat sejumlah netizen mengungkapkan kerinduan pada Susi Pudjiastuti.

Bahkan, hal ini dinilai sebagai signal kepada Presiden Joko Widodo untuk menyerahkan kembali jabatan Menteri KKP kepada pemilik Susi Air tersebut.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini