Maradona Tiada, Selamat Jalan Legenda!

0
215
Maradona Tiada, Selamat Jalan Legenda!
Diego Maradona mengangkat tropi Piala Dunia (foto: istimewa)

Argentina-SuaraSikka.com: Dunia sepak bola dikejutkan dengan sebuah kabar duka soal legenda Argentina, Diego Maradona. Pria berusia 60 tahun tersebut dinyatakan meninggal dunia pada Rabu (25/11) malam akibat serangan jantung.

Kabar ini datang dari media asal Amerika Selatan, Clarin. Sang legenda diketahui menghembuskan napas terakhirnya di rumah sakit.

Dari berbagia media, Maradona dikabarkan mengalami serangan jantung saat sedang berada di rumahnya. Permasalahan ini sudah cukup sering menghampiri dirinya dalam kurun waktu beberapa tahun belakangan ini.

Maradona Tiada, Selamat Jalan Legenda!

Pada bulan lalu, dia sempat menjalani operasi pembekuan darah di otaknya. Operasi tersebut berlangsung sukses dan sang legenda diperbolehkan pulang dua pekan sebelum dinyatakan meninggal dunia.

Kabar duka ini sudah dikonfirmasi secara langsung oleh pengacara pribadi Maradona, seperti yang dikutip dari Daily Mail. Kabar ini menyebar ke seluruh dunia dan sejumlah kalangan mulai menyampaikan ucapan turut berbelasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.

Menurut seorang jurnalis, Cesar Luis Merlo, dokter telah berusaha untuk menyelamatkan nyawa sang legenda. Namun semuanya terlambat. Dunia sepak bola telah kehilangan salah satu mantan pemain terbaiknya.

Maradona meninggalkan kursi kepelatihannya di Gimnasia De La Plata. Seperti yang diketahui, Maradona masih sempat berstatus sebagai pelatih klub yang sekarang berpentas di Argentine Primera Division tersebut sejak tahun 2019.

Karir Maradona dalam dunia kepelatihan tidak bisa dikatakan mentereng. Ia tidak pernah bertahan lama di sebuah klub dan telah menukangi tujuh tim, termasuk Timnas Argentina pada tahun 2008 hingga 2010 lalu.

Publik mengenalnya sebagai legenda di atas lapangan hijau. Sebanyak 312 gol berhasil dia ciptakan dari 588 penampilan bersama tujuh tim yang berbeda, mulai dari Barcelona, Napoli, Sevilla hingga Boca Juniors.

Maradona meraih 12 gelar dari berbagai ajang, baik pada level klub dan internasional, selama berkarir sebagai pesepakbola profesional. Yang paling bergengsi jelas gelar Piala Dunia yang dia persembahkan buat Argentina pada tahun 1986.

Maradona Tiada, Selamat Jalan Legenda!
Gol tangan Tuhan ke gawang Inggris (foto: istimewa)

Pada babak perempat final, Maradona mencatatkan dua gol bersejarah ke gawang Inggris. Salah satunya ‘Gol Tangan Tuhan’, di mana Maradona beruntung mampu mencetak gol menggunakan tangannya.

Sebagai bentuk penghormatan terhadap Diego Maradona, pemerintah Argentina menetapkan tiga hari berkabung nasional. Presiden Argentina Alberto Fernandez bahkan langsung mengunggah foto bersama Maradona.

“Kamu membawa kami ke tempat tertinggi di dunia. Kamu membuat kami luar biasa bahagia. Kamu adalah yang terbaik dari semua. Terima kasih telah hadir, Diego. Kami akan merindukanmu di sisa hidup kami,” tulis Presiden Argentina.

Maradona Tiada, Selamat Jalan Legenda!

Tentu banyak yang berharap ada sosok seperti Maradona yang muncul kembali agar para penikmat sepakbola bisa melihat pemain hebat lagi. Menariknya, sebenarnya memang ada pemain-pemain yang disebut penerus atau the next Maradona dalam beberapa tahun terakhir.

Kebanyakan orang-orang yang dibilang mirip atau jadi penerus Maradona juga berasal dari Argentina. Sebut saja seperti Ariel Ortega, Pablo Aimar, Javier Saviola, Carlos Tevez, dan bahkan Lionel Messi.

Ortega mendapatkan sebuah beban ketika masih muda karena mendapatkan gelar sebagai the next Maradona. Dia mendapatkan gelar itu karena sedari muda, gaya bermainnya mirip legenda Tim Nasional Argentina tersebut.

Sayangnya, sikap buruk Maradona pun dimiliki Ortega. Dia kecanduan alkohol ketika masih aktif berkarier. Alhasil, prestasinya pun tidak terlalu gemilang dan akhirnya menghilang begitu saja.

Sementara itu, Aimar disebut mirip Maradona karena ada kemiripan dari ukuran tubuh yang pendek, dapat berlari cepat, dan mampu bermain cerdas ketika menguasai bola. Penampilannya di Eropa pun sangatlah baik, namun cedera sedikit membenamkan kariernya. Aimar hebat, tapi belum sampai ke level Maradona

Kemudian ada Javier Saviola, yang sedari muda sudah dianggap sebagai the next Maradona. Dia bahkan bergabung ke Barcelona, tim yang pernah dibela Maradona. Sayangnya, Saviola akhirnya tergeser dengan pemain bintang Barcelona lainnya seperti Samuel Eto’o.

Lalu ada Tevez, mantan pemain Manchester United dan Manchester City itu. Lagi-lagi Tevez disebut penerus Maradona karena ukuran tubuhnya yang tak terlalu tinggi. Padahal dari segi gaya bermainnya dia jelas berbeda dengan legenda Napoli itu.

Tevez adalah seorang striker yang lebih aktif bermain ke depan dan terus berlari, sesuatu hal yang jarang dilakukan Maradona. Bakat Tevez pun sebenarnya tak sebaik Maradona, namun dia hebat dengan gaya bermainnya sendiri.

Maradona Tiada, Selamat Jalan Legenda!

Terakhir ada Messi. La Pulga mungkin adalah yang paling dimirip-miripkan sebagai the next Maradona. Bentuk tubuh, kelincahan menggiring bola, kepintaran dalam mengelabui lawan, semua kehebatan Maradona ada di Messi.

Sayangnya, kehebatan Messi di level klub bersama Barcelona tak bisa diperlihatkan saat dia bermain di Timnas Argentina. Tak seperti Maradona yang tampil menawan bersama Argentina, Messi justru tampil melempem. Gara-gara itu, Messi tak bisa sepenuhnya disebut penerus Maradona.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini