Pelaku Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makasar Pasangan Suami Istri

0
240
Pelaku Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makasar Pasangan Suami Istri
Polisi berjaga-jaga di depan Gereja Katedral Makasar, usai peristiwa bom bunuh diri, Minggu (28/3) (foto: istimewa)

Maumere-SuaraSikka.com: Hanya dalam waktu 1×24 jam, polisi berhasil mengungkap pasangan suami isteri pelaku bom bunuh diri di depan halaman Gereja Katedral Makasar, Sulawesi Selatan.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono menyebutkan pelaku bom bunuh diri terdiri dari seorang laki-laki dan perempuan. Dari data yang diperoleh keduanya adalah pasangan suami istri yang baru menikah enam bulan.

Terduga pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makasar

“Betul pelaku pasangan suami istri, baru menikah 6 bulan,” kata Argo dalam keterangannya, Senin (29/3), sebagaimana dikutip dari berbagai sumber berita.

Seperti diketahui, pasca bom bunuh diri beredar foto seorang laki-laki mengendarai sepeda motor matic berboncengan dengan seorang wanita. Motor dengan nomor polisi DD 5984 MD tersebut tampak hancur.

Motor matic yang diduga dipakai pelaku bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makasar, Minggu (28/3) (foto: istimewa)

Menurut Argo, identitas laki-laki tersebut diketahui L. Sementara yang wanita YSF pekerjaan swasta.

“Penyelidikan masih terus dilakukan termasuk mengungkap pelakunya lainnya,” ujar Argo.

Dia mengatakan sejumlah tempat sudah digeledah untuk mencari bukti lainnya, termasuk rumah pelaku.

“Kita tunggu hasil kerja anggota di lapangan. Dan kami berharap semua dapat diungkap dengan jelas,” tandas dia.

Argo mengungkapkan pelaku merupakan bagian dari kelompok JAD yang pernah melakukan pengeboman di Jolo Filipina.

“Pelaku berafiliasi dengan JAD,” ucapnya.

KWI Kecam Keras Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makasar
Polisi membentang garis polisi di depan Gereja Katedral Makasar, Minggu (28/3) (foto: istimewa)

Keterangan lain dari kepolisian menyebutkan L telah menulis surat wasiat kepada orang tuanya sebelum melakukan aksi.

“Saudara L meninggalkan surat wasiat kepada orang tuanya, yang isinya mengatakan bahwa yang bersangkutan berpamitan dan siap untuk mati syahid,” kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam jumpa pers, Senin (29/3).

Menurut Listyo, surat wasiat itu juga untuk “berpamitan” pada orang tuanya.

Kepolisian sudah melakukan identifikasi terhadap dua terduga pelaku tersebut, termasuk melalui tes DNA dan membandingkan dengan keluarganya.

“Identik bahwa pelaku yang laki-laki betul bernama saudara L dan ini sudah kami cocokkan dengan keluarganya, sedangkan yang perempuan adalah saudara YSF,” ungkap dia.

Sebagaimana diketahui ledakan terjadi di depan Gereja Katedral Makasar, Minggu (28/3) sekitar pukul 10.28 Wita. Polisi memastikan ledakan tersebut merupakan bom bunuh diri.

Disebutkan pelaku 2 orang berboncengan hendak masuk ke dalam Gereja Katedral Makasar. Namun seorang petugas keamanan gereja, belakangan diketahui bernama Kosmas, berhasil mengadang mereka. Saat itu mendadak terjadi ledakan.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini