Banjir Bandang di Ngada, 1 Meninggal, Suami Istri Hilang

0
690
Banjir Bandang di Ngada, 1 Meninggal, Suami Istri Hilang
Aparat TNI Polri bersama masyarakat setempat sedang melakukan pencarian korban hilang akibat banjir bandang di Desa Inerie, Sabtu (4/9) (foto: istimewa)

Maumere-SuaraSikka.com: Banjir bandang hebat terjadi di Kampung Malaphedho Desa Inerie Kecamatan Inerie Kabupaten Ngada, Jumat (3/9) malam. Satu orang dipastikan meninggal dunia.

Sedangkan dua orang dikabarkan hilang, dan kini sedang dalam pencarian. Dikabarkan 2 orang dalam pencarian ini merupakan pasangan suami isteri.

Lokasi.banjir bandang di Desa Inerie (foto: istimewa)

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere I Putu Sudayana memastikan pihaknya sedang melakukan pencarian 2 orang yang dinyatakan hilang.

“Kami sedang mencari 2 orang yang hilang. Identitasnya adalah Maria Boreti, perempuan usia 38 tahun, dan Mikael Jackot, laki-laki, usia 43 tahun,” jelas I Putu Sudayana, Sabtu (4/9) pagi.

Dia menjelaskan sekitar pukul 08.30 Wita pagi tadi, pihaknya menerima informasi resmi terkait banjir bandang dari Kepala Desa Inerie.

Warga masyarakat setempat memadati lokasi banjir bandang (foto: istimewa)

I Putu Sudayana lalu menggambarkan kronologis singkat peristiwa banjir bandang yang terjadi di Desa Inerie.

Kejadian awal, kata dia, menyusul hujan lebat sekitar pukul 22.30 Wita. Akibat debit air yang tinggi sehingga menyebabkan banjir bandang.

Setelah mendapat informasi resmi, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Instansi Potensi SAR di antaranya Polres Ngada, Kodim Ngada, BPBD Ngada dan keluarga korban.

“Dari koordinasi itu, kami dapatkan informasi 1 orang meninggal dunia, 2 orang mengalami luka-luka, dan 2 orang masih dalam pencarian,” terang dia.

Tim Rescuer bersiap menuju lokasi banjir bandang (foto: istimewa)

Selanjutnya, kata dia, sebanyak 6 Orang Rescuer Kansar Maumere dan 2 Orang Rescuer Unit Siaga SAR Ende langsung menuju lokasi guna membantu BPBD Ngada.

Mereka menggunakan 1 Unit Truk Personil Kansar Maumere, Mobil Rapid Land Kansar Maumere, dan mobil Rapid Land Unit Siaga SAR Ende. Adapun kelengkapan yang dinawa yakni Peralatan SAR Air dan Rubber Boat guna melaksanakan Operasi SAR bersama Tim SAR Gabungan lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, BPBD Ngada bersama TNI Polri dan masyarakat setempat masih melakukan pencarian korban hilang.

Informasi yang dihimpun media ini, korban meninggal adalah seorangĀ  balita berusia 4 tahun. Sedangkan korban luka-luka yakni Neymar Gata, 7 tahun.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini