Unipa Maumere Ganti Nama, Ini Penjelasan Rektor

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 11 Oktober 2021 - 23:18 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 357 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rektor Unipa Indonesia Angelinus Vincentius

Rektor Unipa Indonesia Angelinus Vincentius

Maumere-SuaraSikka.com: Rektor Unipa Indonesia Angelinus Vincentius buka suara soal pergantian nama Unipa Maumere menjadi Universitas Nusa Nipa Indonesia. Dia pun menjelaskan duduk soalnya.

Angelinus Vincentius mengatakan pergantian nama tersebut karena dorongan dari berbagai pihak. Dia menyebut antara lain Kopertis Wilayah VII Denpasar Kementerian Ristek Dikti RI.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dorongan lain, tambah dia, datang dari pakar pendidikan BAN PT yang datang melakukan assesment lapangan, termasuk pakar yang memberikan kuliah umum seperti Profesor Hendrawan Sutanto dari Universitas Brawijaya.

Selain itu, kata dia, pihaknya mendapat dorongan dari pejabat pemerintah dan tokoh politik Indonesia seperti Mendagri waktu itu Tjahjo Kumolo, dan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi waktu itu Muhaimin Iskandar yang juga adalah Ketua Umum PKB.

“Inilah yang mendorong Unipa melalui Rapat Senat melakukan penyesuaian nama dengan menambahkan kata Indonesia setelah nama Universitas Nusa Nipa, sehingga menjadi Universitas Nusa Nipa Indonesia,” jelas dia kepada media ini, Senin (11/10).

Kampus Unipa Maumere di Jalan Kesehatan

Dia menjelaskan Rapat Senat terjadi pada 2 Mei 2018. Hasil Rapat Senat kemudian disampaikan kepada Rektor, selanjutnya Rektor mengusulkan kepada Yayasan Pendidikan Tinggi Nusa Nipa selaku Badan Penyelenggara untuk ditetapkan perubahan nama menjadi Universitas Nusa Nipa Indonesia.

“Setelah menerima usulan Rektor, Yayasan Pendidikan Tinggi Nusa Nipa mengembalikan lagi usulan ini kepada Rektor untuk dilakukan sosialisasi internal dan eksternal kepada para pihak guna mendapatkan feedback. Proses sosialisasi dilakukan sejak 2018 hingga akhir tahun 2021,” jelas dia.

Baca Juga :  Pascagempa Bumi, Belanja Modal di Sikka "Hilang" Rp 12 Miliar

Angelinus Vincentius mengemukakan setidaknya terdapat 5 pertimbangan yang melatari pergantian nama tersebut.

Pertama, pergantian nama dimaksudkan agar Unipa menjadi lebih menarik, mempunyai daya saing sesuai perkembangan terkini, mempunyai branding besar, megah dan maju, yang lebih bernilai jual tinggi terutama bagi generasi Z, para calon mahasiswa baru yang lahir mulai tahun 1996.

Kedua, seperti adagium Latin, nomen est omen, nama adalah tanda. Nomenklatur Universitas Nusa Nipa Indonesia menunjukkan makna yang tegas bahwa Nusa Nipa, nama asli Pulau Flores, adalah bagian yang tidak terpisahkan dari NKRI.

“Dalam perspektif geopolitik tentu memberikan penjelasan bahwa Indonesia itu bukan hanya Bali atau Jawa. Flores juga adalah Indonesia, dan negara harus hadir dengan menjadikan Universitas Nusa Nipa Indonesia sebagai perguruan tinggi negeri pertama di Flores,” jelas dia.

Ketiga, proses internalisasi nilai kebangsaan dipandang penting bagi generasi penerus yang ditunjukkan secara eksplisit dengan mencantumkan nama Indonesia setelah nama Universitas Nusa Nipa.

Menurut dia, nilai kebangsaan menjadi amat penting dan strategis manakala kampus-kampus menjadi sasaran masuknya paham-paham transnasional seperti radikalisme.

Universitas Nusa Nipa Indonesia mempunyai branding sebagai kampus nasionalis karena terdapat 10 nilai yang menjadi pedoman arah dan spirit yang menuntun civitas academika.

Baca Juga :  Dugaan Korupsi Bencana di Sikka, Bantuan Seng untuk 5.000 Rumah Belum Teralisir

Sepuluh nilai itu yakni religius, kebangsaan, jujur disiplin bertanggungjawab, kreatif dan inovatif, mandiri dan tangguh, unggul, profesional, peduli lingkungan, peduli sosial, serta berwawasan nasional dan global.

Keempat, penyesuaian nomenklatur tersebut bertujuan agar menjadikan Universitas Nusa Nipa Indonesia bertransformasi menjadi unggul, mandiri, inovatif, berkarakter dan mampu berkiprah di skala nasional dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sesuai visi Unipa Indonesia saat ini.

Kelima, iktiar mencapai tujuan tersebut dengan tetap menjaga nilai historis berdirinya Unipa Indonesia yakni Pemkab Sikka dan DPRD Sikka sebagai inisiator dan pendiri.

Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Nusa Nipa Sabinus Nabu sedang memberikan penjelasan kepada DPRD Sikka

Logo Pemkab Sikka tetap digunakan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari logo Unipa Indonesia untuk tetap menjaga nilai historis berdirinya Unipa Indonesia seperti simbol Gunung Egon dan nyala obor dalam bingkai perisai.

“Jadi sama sekali tidak bermaksud untuk mengaburkan nilai histori yaitu adanya peran utama Pemkab Sikka yang telah berjasa besar dalam mendirikan kampus tercinta ini,” jelas dia.

Rektor Unipa Indonesia menjelaskan penyesuaian nama diikuti juga dengan penyesuaian logo universitas.

Dua lingkaran dengan tulisan Universitas Nusa Nipa Indonesia, yang bermakna universal dan berkiprah di tengah dunia.

Di dalam lingkaran terdapat perisai 5 sisi berlatar merah putih sesuai logo Pemkab Sikka untuk menjamin simbol histori lahirnya Unipa. Dan tulisan Tahun 2005 bermakna tahun berdirinya Unipa Indonesia.*** (eny)

Berita Terkait

237 Penyintas Gempa di Gelora Samador da Cunha Maumere Pulang ke Rumah
Bupati Sikka Serius Pilkades Serentak Digelar Tahun Ini, Golkar dan Demokrat Tolak
Dugaan Korupsi Bencana di Sikka, Bantuan Seng untuk 5.000 Rumah Belum Teralisir
Cair! Rp 200 Miliar dari Presiden untuk Penanggulangan Bencana di NTT
BTT di Sikka Naik Seribu Persen Lebih, DPRD Ingatkan Potensi Pidana
Dua Korban Gempa Bumi di Palue Jalani Perawatan di Tenda Darurat RSUD TC Hillers Maumere
53.971 Unit Rumah di Flores Rusak Akibat Guncangan Gempa
Gelar Aksi Seribu Lilin dan Doa Bersama, OMK Paroki Wolofeo Galang Dana bagi Korban Gempa Bumi

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:26 WITA

237 Penyintas Gempa di Gelora Samador da Cunha Maumere Pulang ke Rumah

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:08 WITA

Bupati Sikka Serius Pilkades Serentak Digelar Tahun Ini, Golkar dan Demokrat Tolak

Selasa, 25 Agustus 2026 - 08:31 WITA

Dugaan Korupsi Bencana di Sikka, Bantuan Seng untuk 5.000 Rumah Belum Teralisir

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:01 WITA

Cair! Rp 200 Miliar dari Presiden untuk Penanggulangan Bencana di NTT

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:35 WITA

BTT di Sikka Naik Seribu Persen Lebih, DPRD Ingatkan Potensi Pidana

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:45 WITA

53.971 Unit Rumah di Flores Rusak Akibat Guncangan Gempa

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:27 WITA

Gelar Aksi Seribu Lilin dan Doa Bersama, OMK Paroki Wolofeo Galang Dana bagi Korban Gempa Bumi

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:32 WITA

Uskup Maumere Kunjungi 92 Pasien RSUD TC Hillers Maumere yang Dirawat di Tenda Darurat

Berita Terbaru

Petugas kesehatan dari TNI memeriksa kesehatan penyintas gempa bumi yang hendak pulang ke rumah, Senin (24/8)

Bencana Alam

237 Penyintas Gempa di Gelora Samador da Cunha Maumere Pulang ke Rumah

Selasa, 25 Agu 2026 - 12:26 WITA

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sewaktu berkunjung ke Maumere, Rabu (19/8)

Bencana Alam

Cair! Rp 200 Miliar dari Presiden untuk Penanggulangan Bencana di NTT

Selasa, 25 Agu 2026 - 07:01 WITA

Suasana Rapat Paripurna DPRD Sikka, Senin (24/8)

Bencana Alam

BTT di Sikka Naik Seribu Persen Lebih, DPRD Ingatkan Potensi Pidana

Senin, 24 Agu 2026 - 21:35 WITA