

Maumere-SuaraSikka.com: Fraksi Partai Gerindra menampakkan kegeraman menyusul temuan atas sebuah proyek bernilai ratusan juta rupiah di Rotat Desa Ladogahar Kecamatan Nita yang ditelantarkan.
“Sampai hari ini pekerjaan sudah ditinggalkan kira-kira tiga minggu,” ungkap Sekretaris Fraksi Partai Gerindra Sufriyance Merison Botu pada sidang paripurna, Selasa (2/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Fraksi Partai Gerindra makin kesal karena di lokasi pekerjaan proyek tidak ditemukan papan nama proyek sebagai informasi umum untuk diketahui publik.
Karena tidak ada identitas apapun di lokasi proyek seperti papan nama, Fraksi Partai Gerindra kemudian mengindikasikan sebagai proyek siluman. Apalagi, kontraktor pelaksana sulit ditemui di lokasi proyek.
Sufriyance Merison Botu menduga proyek tersebut dirancang pejabat Dinas PKO Sikka, semata-mata hanya untuk menjawabi kepentingan pelaksana proyek yang diduga berasal dari tim sukses.
Informasi yang diperoleh Fraksi Partai Gerindra pada saat monitoring, proyek tersebut adalah pembangunan ruang TK Ladogahar. Pagu anggaran tidak diketahui secara pasti nilainya.
“Informasi dari salah satu guru, katanya kurang lebih Rp 380 juta,” ujar dia.
Sesuai pengamatan fraksi, kata dia, yang nampak di lokasi proyek hanya sebuah fondasi kecil berukuran 5×7 meter persegi, dan sudah dipasang batu merah setinggi 75 centimeter. Sementara material yang tersedia hanya 50-an buah batu merah, beberapa lembar seng, dan 10 sak semen.
“Ketika salah seorang guru bertanya lepas, para tukang menyampaikan mereka sedang menunggu kusen pintu jendela yang belum diantar kontraktor,” ungkap Sufriyance Merison Botu.
Terhadap temuan ini, Fraksi Partai Gerindra meminta Inspektorat segera melakukan audit investigasi untuk menyelamatkan uang rakyat.
“Pemerintah harus segera berkoordinasi dengan kontraktor pelaksana untuk memastikan proyek itu tepat waktu, tepat perencanaan, tepat manfaat,” tegas dia.
Sufriyance Merison Botu meragukan anggaran proyek senilai kurang lebih Rp 380 juta karena pekerjaannya hanya sebuah bangunan baru dengan ukuran kurang lebih 35 meter persegi.
“Fraksi berharap jangan ada kolusi, jangan ada mark up, jangan mau cari keuntungan di tengah kondisi keuangan yang terpuruk hancur, jangan coba-coba memenuhi pundi-pundi hartamu dengan mengambil hak masyarakat yang sedang tertatih-tatih berjuang mempertahankan hidup,” seru mantan Wakil Ketua DPRD Sikka itu.
Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo menanggapi serius temuan Fraksi Partai Gerindra.
Dia menjelaskan bahwa paket pekerjaan dimaksud dilaksanakan CV Tri Tunggal Pembangunan Sejahtera, dengan nilai kontrak Rp 234.002.699, berasal dari dana alokasi khusus (DAK) tahun 2021.
Item pekerjaan yang dilakukan yakni pembangunan ruang kelas berukuran 5×7 meter, pekerjaan rehabilitasi atap dan plafon TK Satap Natawulu.
Bupati Sikka mengaku pemerintah telah memberikan teguran kepada penyedia untuk segera memasang papan nama proyek, dan melakukan percepatan penyelesaian pekerjaan agar dapat dimanfaatkan masyarakat.*** (eny)















