Proyek Ratusan Juta Ditelantarkan, Fraksi Gerindra Geram

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 5 November 2021 - 11:57 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 25 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Fraksi Partai Gerindra Sufriyance Merison Botu

Sekretaris Fraksi Partai Gerindra Sufriyance Merison Botu

Maumere-SuaraSikka.com: Fraksi Partai Gerindra menampakkan kegeraman menyusul temuan atas sebuah proyek bernilai ratusan juta rupiah di Rotat Desa Ladogahar Kecamatan Nita yang ditelantarkan.

“Sampai hari ini pekerjaan sudah ditinggalkan kira-kira tiga minggu,” ungkap Sekretaris Fraksi Partai Gerindra Sufriyance Merison Botu pada sidang paripurna, Selasa (2/11).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fraksi Partai Gerindra makin kesal karena di lokasi pekerjaan proyek tidak ditemukan papan nama proyek sebagai informasi umum untuk diketahui publik.

Karena tidak ada identitas apapun di lokasi proyek seperti papan nama, Fraksi Partai Gerindra kemudian mengindikasikan sebagai proyek siluman. Apalagi, kontraktor pelaksana sulit ditemui di lokasi proyek.

Sufriyance Merison Botu menduga proyek tersebut dirancang pejabat Dinas PKO Sikka, semata-mata hanya untuk menjawabi kepentingan pelaksana proyek yang diduga berasal dari tim sukses.

Informasi yang diperoleh Fraksi Partai Gerindra pada saat monitoring, proyek tersebut adalah pembangunan ruang TK Ladogahar. Pagu anggaran tidak diketahui secara pasti nilainya.

Baca Juga :  Paus Leo XIV Sampaikan Belasungkawa dan Solidaritas untuk Korban Gempa Flores

“Informasi dari salah satu guru, katanya kurang lebih Rp 380 juta,” ujar dia.

Sesuai pengamatan fraksi, kata dia, yang nampak di lokasi proyek hanya sebuah fondasi kecil berukuran 5×7 meter persegi, dan sudah dipasang batu merah setinggi 75 centimeter. Sementara material yang tersedia hanya 50-an buah batu merah, beberapa lembar seng, dan 10 sak semen.

“Ketika salah seorang guru bertanya lepas, para tukang menyampaikan mereka sedang menunggu kusen pintu jendela yang belum diantar kontraktor,” ungkap Sufriyance Merison Botu.

Terhadap temuan ini, Fraksi Partai Gerindra meminta Inspektorat segera melakukan audit investigasi untuk menyelamatkan uang rakyat.

“Pemerintah harus segera berkoordinasi dengan kontraktor pelaksana untuk memastikan proyek itu tepat waktu, tepat perencanaan, tepat manfaat,” tegas dia.

Sufriyance Merison Botu meragukan anggaran proyek senilai kurang lebih Rp 380 juta karena pekerjaannya hanya sebuah bangunan baru dengan ukuran kurang lebih 35 meter persegi.

Baca Juga :  Longsor Ekstrim di Palue Akibat Gempa Bumi, Balai Jalan PUPR Kirim 3 Unit Exavator

“Fraksi berharap jangan ada kolusi, jangan ada mark up, jangan mau cari keuntungan di tengah kondisi keuangan yang terpuruk hancur, jangan coba-coba memenuhi pundi-pundi hartamu dengan mengambil hak masyarakat yang sedang tertatih-tatih berjuang mempertahankan hidup,” seru mantan Wakil Ketua DPRD Sikka itu.

Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo menanggapi serius temuan Fraksi Partai Gerindra.

Dia menjelaskan bahwa paket pekerjaan dimaksud dilaksanakan CV Tri Tunggal Pembangunan Sejahtera, dengan nilai kontrak Rp 234.002.699, berasal dari dana alokasi khusus (DAK) tahun 2021.

Item pekerjaan yang dilakukan yakni pembangunan ruang kelas berukuran 5×7 meter, pekerjaan rehabilitasi atap dan plafon TK Satap Natawulu.

Bupati Sikka mengaku pemerintah telah memberikan teguran kepada penyedia untuk segera memasang papan nama proyek, dan melakukan percepatan penyelesaian pekerjaan agar dapat dimanfaatkan masyarakat.*** (eny)

Berita Terkait

237 Penyintas Gempa di Gelora Samador da Cunha Maumere Pulang ke Rumah
Bupati Sikka Serius Pilkades Serentak Digelar Tahun Ini, Golkar dan Demokrat Tolak
Dugaan Korupsi Bencana di Sikka, Bantuan Seng untuk 5.000 Rumah Belum Teralisir
Cair! Rp 200 Miliar dari Presiden untuk Penanggulangan Bencana di NTT
BTT di Sikka Naik Seribu Persen Lebih, DPRD Ingatkan Potensi Pidana
Dua Korban Gempa Bumi di Palue Jalani Perawatan di Tenda Darurat RSUD TC Hillers Maumere
53.971 Unit Rumah di Flores Rusak Akibat Guncangan Gempa
Gelar Aksi Seribu Lilin dan Doa Bersama, OMK Paroki Wolofeo Galang Dana bagi Korban Gempa Bumi

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:26 WITA

237 Penyintas Gempa di Gelora Samador da Cunha Maumere Pulang ke Rumah

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:08 WITA

Bupati Sikka Serius Pilkades Serentak Digelar Tahun Ini, Golkar dan Demokrat Tolak

Selasa, 25 Agustus 2026 - 08:31 WITA

Dugaan Korupsi Bencana di Sikka, Bantuan Seng untuk 5.000 Rumah Belum Teralisir

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:01 WITA

Cair! Rp 200 Miliar dari Presiden untuk Penanggulangan Bencana di NTT

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:35 WITA

BTT di Sikka Naik Seribu Persen Lebih, DPRD Ingatkan Potensi Pidana

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:45 WITA

53.971 Unit Rumah di Flores Rusak Akibat Guncangan Gempa

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:27 WITA

Gelar Aksi Seribu Lilin dan Doa Bersama, OMK Paroki Wolofeo Galang Dana bagi Korban Gempa Bumi

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:32 WITA

Uskup Maumere Kunjungi 92 Pasien RSUD TC Hillers Maumere yang Dirawat di Tenda Darurat

Berita Terbaru

Petugas kesehatan dari TNI memeriksa kesehatan penyintas gempa bumi yang hendak pulang ke rumah, Senin (24/8)

Bencana Alam

237 Penyintas Gempa di Gelora Samador da Cunha Maumere Pulang ke Rumah

Selasa, 25 Agu 2026 - 12:26 WITA

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sewaktu berkunjung ke Maumere, Rabu (19/8)

Bencana Alam

Cair! Rp 200 Miliar dari Presiden untuk Penanggulangan Bencana di NTT

Selasa, 25 Agu 2026 - 07:01 WITA

Suasana Rapat Paripurna DPRD Sikka, Senin (24/8)

Bencana Alam

BTT di Sikka Naik Seribu Persen Lebih, DPRD Ingatkan Potensi Pidana

Senin, 24 Agu 2026 - 21:35 WITA