



Maumere-SuaraSikka.com: Sebanyak 21 pelajar SMK Negeri 1 Maumere, Selasa (26/4), mengikuti uji sertifikasi kompetensi. Kegiatan ini erat kaitannya dengan pendidikan vokasi yang sudah berlangsung lama di sekolah itu.
Uji kompetensi sertifikasi kali ini melibatkan pelajar Kelas XII Jurusan Teknik Jaringan Tenaga Listrik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sedangkan asesor atau orang yang memberikan penilaian terhadap kompetensi adalah Wisnu Yudo dari Lembaga Sertifikasi Kompetensi PT Gema PDKB Semarang.
Para pelajar yang mengikuti uji kompetensi sertifikasi, sebelumnya telah melaksanakan praktik kerja lapangan (PKL) selama 5 bulan.
Adapun PKL dilaksanakan pada beberapa lokasi yakni PLN Larantuka, PLN Bajawa, PLN Ende, dan PLN Maumere.

Uji sertifikasi kompetensi dilaksanakan secara virtual melalui zoom meeting. Para peserta mengikuti uji sertifikasi kompetensi dari Lantai 2 SMK Negeri 1 Maumere.
Deddy Parera, selaku guru pembimbing mengatakan seharusnya 22 pelajar yang mengikuti uji sertifikasi kompetensi. Namun 1 orang di antaranya berhalangan.

Pelaksana Madya
Wisnu Yudo dalam penjelasan melalui virtual memastikan pelaksanaan uji vokasional melalui uji lisan atau wawancara yang dilakukan secara bergantian.
Materi uji kompetensi meliputi konfirmasi dan klarifikasi dari pengalaman kerja praktik siswa di lapangan sesuai unit kompetensi vokasional yang diujikan.
Dia menambahkan aspek kompetensi meliputi pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), dan
sikap kerja (attitude).
Kesimpulan hasil uji kompetensi berupa rekomendasi, yakni kompeten dan belum kompeten. Peserta yang dinyatakan kompeten akan mendapatkan sertifikasi pelaksana madya pengoperasian distribusi tegangan rendah.
Nantinya kesimpulan hasil uji kompetensi dituangkan dalam formulir penilaian portofolio kegiatan praktik kerja industri/lapangan yang ditandatangani peserta dan ketua tim uji.
“Kesimpulan hasil uji tersebut disampaikan kepada penanggungjawab LSK untuk diproses dan dilaporkan kepada Direktorat Jendeal Ketenagalistrikan (DJK),” ujar Wisnu Yudo.
Dia mengatakan bagi peserta yang dinyatakan kompeten, wajib menandatangani pakta integritas. Sedangkan yang belum kompeten bisa mengikuti uji ulang sesuai prosedur uji.

Tanggung Jawab Moral
Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Maumere Adelbertus Hasulie dipercayakan membuka secara resmi pelaksanaan uji sertifikasi kompetensi.
Dalam sambutannya, dia mengatakan pelaksanaan uji sertifikasi kompetensi bagi 22 pelajar di sekolah itu merupakan bentuk tanggung jawab moral SMK Negeri 1 Maumere dalam mempersiapkan lapangan pekerjaan bagi lulusan dari sekolah tersebut.
“Peran pihak sekolah tidak hanya sebatas mengajar, mendidik dan melatih para siswa, namun harus juga mempersiapkan lapangan kerja,” ungkap dia.
Adelbertus Hasulie menyentil angka kemiskinan dan pengangguran di Indonesia terus meningkat setiap tahun. Buat dia, banyak faktor penyebab, namun yang paling dominan adalah kualitas sumber daya manusia, khususnya penguasaan teknoligi dan keterampilan.
Dalam konteks ini, kata dia, kehadiran SMK sebagai sebuah institusi pendidikan vokasi harus menjadi bagian dan solusi bangsa, karena melalui SMK akan melahirkan manusia-manusia yang siap kerja, cerdas, dan kompetitif serta berkarakter, yang pada akhirnya menjadi pelaku-pelaku pembangunan.
Adelbertus Hasulie mengatakan tuntutan kualitas yang diminta industri semakin tinggi. Untuk memenangkan kompetisi, kata dia, diperlukan lulusan yang unggul, berkarakter, dan inovatif.
“Seyogyanya harus sudah diantisipasi sejak dini di bangku sekolah agar lulusan SMK dapat berkompetisi. Dan ini yang dilakukan SMK Negeri 1 Maumere,” ungkap dia.
Adelbertus Hasulie memberikan semangat dan motivasi kepada peserta uji sertifikasi kompetensi agar mengikuti kegiatan ini sebaik-baiknya.
“Ini adalah pintu masuk mengantar Anda memasuki dunia kerja,” spirit dia kepada para peserta.
Adelbertus Hasulie berharap melalui kegiatan uji sertifikasi kompetensi, SMK Negeri 1 Maumere terus mengobarkan api vokasi demi makin berkembangnya pendidikan vokasi, sehingga dapat mengatasi kemiskinan dan pengangguran.*** (eny)


















