
Maumere-SuaraSikka.com: SMK Negeri 1 Maumere tidak henti-hentinya mencetak manusia kerja. Kali ini 54 pelajar Kelas XII Jurusan Teknik Permesinan berhasil lulus uji sertifikasi.
Proses uji sertifikasi berlangsung sejak April hingga Juni 2022. Model yang dilakukan yakni secara praktik dan teori.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Uji sertifikasi itu sendiri melibatkan Tim Asesor dari PT Langit Laut Biru (LLB) Keuskupan Maumere dan PT ATMI Cikarang.
“Apresiasi untuk adik-adik. Semuanya lulus,” ujar Direktur Operasional PT Langit Laut Biru Dian Setiawati saat acara penutupan kegiatan uji sertifikasi yang berlangsung di Lantai 2 SMK Negeri 1 Maumere, Jumat (1/7).
Para siswa yang dinyatakan lulus uji sertifikasi, langsung menerima sertifikat. Sertifikat dimaksud sebagai modal penting bagi mereka guna bersaing dalam pasaran dunia kerja.

Beasiswa
Direktur Operasional PT Langit Laut Biru Dian Setiawati menyebutkan sebanyak 54 pelajar yang lulus uji sertifikasi, mendapatkan penilaian yang beragam.
Sebagai apresiasi atas sukses para pelajar, PT Langit Laut Biru berupaya mencarikan donatur untuk memberikan beasiswa bagi 5 pelajar terbaik yang ingin melanjutkan studi pada jenjang pendidikan selanjutnya.
Lima pelajar terbaik yang mendapat rangking tertinggi, yakni Yoga Nurhayat, Paulus Dionisius Mento Muda, Patrisius Ricky Alfandi, Maximus Mayori Leba, dan Petrus Austin Putra Bungsu.
Seandainya 5 pelajar terbaik tersebut berkeinginan memasuki dunia kerja, kata dia, PT Langit Laut membuka ruang bagi mereka, dengan catatan wajib mengikuti proses seleksi.
Untuk pelajar lainnya, lanjut Dian Setiawati, pihaknya juga akan memberikan perhatian. Dia menyebut misalnya, rencana PT Langit Laut Biru mengadakan 1.000 mesin pengolahan pakan ternak.
Pengadaan mesin sebanyak ini, jelas dia, untuk memenuhi permintaan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat saat melakukan kunjungan kerja ke perusahaan industri ini beberapa waktu lalu.
“Prinsipnya, berbagai cara akan kami lakukan agar adik-adik ini tidak menganggur,” ungkap Dian Setiawati.

Tangggung Jawab Moral
Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Maumere Adelbertus Hasulie mengapresiasi prestasi 54 anak didiknya yang berhasil lulus uji sertifikasi.
Sukses ini, kata dia, berkat kontribusi banyak pihak, seperti para pelajar itu sendiri, guru-guru pembimbing, juga termasuk sekolah.
Pelaksanaan uji sertifikasi kompetensi bagi 54 pelajar Jurusan Teknik Permesinan, ujar dia, merupakan bentuk tanggung jawab moral SMK Negeri 1 Maumere dalam mempersiapkan lapangan pekerjaan bagi lulusan sekolah tersebut.
“Peran pihak sekolah tidak hanya sebatas mengajar, mendidik dan melatih para siswa, namun harus juga mempersiapkan lapangan kerja,” ungkap dia.
Adelbertus Hasulie menyentil angka kemiskinan dan pengangguran di Indonesia terus meningkat setiap tahun. Buat dia, banyak faktor penyebab, namun yang paling dominan adalah kualitas sumber daya manusia, khususnya penguasaan teknologi dan keterampilan.
Dalam konteks ini, kata dia, kehadiran SMK Negeri 1 Maumere sebagai sebuah institusi pendidikan vokasi harus menjadi bagian dan solusi bangsa.
Alasannya karena melalui sekolah kejuruan akan melahirkan manusia-manusia yang siap kerja, cerdas, dan kompetitif serta berkarakter, yang pada akhirnya menjadi pelaku-pelaku pembangunan.
Adelbertus Hasulie mengatakan tuntutan kualitas yang diminta industri semakin tinggi. Untuk memenangkan kompetisi, kata dia, diperlukan lulusan yang unggul, berkarakter, dan inovatif.
“Seyogyanya harus sudah diantisipasi sejak dini di bangku sekolah agar lulusan SMK dapat berkompetisi. Dan ini yang dilakukan SMK Negeri 1 Maumere,” ungkap dia.

Dia memastikan sertifikasi yang dimiliki 54 pelajar merupakan pintu masuk untuk mengantar mereka memasuki dunia kerja.
Kepada 54 pelajar ini, Adelbertus Hasulie mengingatkan agar senantiasa menjaga martabat SMK Negeri 1 Maumere di mana saja mereka berada, baik ketika melanjutkan studi pada jenjang yang lebih tinggi, atau pun kalau memilih masuk dalam dunia kerja.
Adelbertus Hasulie juga memberikan apresiasi kepada manajemen PT Langit Laut Biru yang menawarkan beasiswa dan membuka ruang bagi 54 pelajar untuk berada dalam dunia industri perusahaan tersebut.*** (eny)















