Soal Pinjaman Daerah untuk Kabupaten Sikka: Sebuah Refleksi dan Catatan Kritis bagi Masyarakat dan Pimpinan Daerah

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 7 Desember 2022 - 19:21 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 53 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Melchias Markus Mekeng

Melchias Markus Mekeng

Defisit anggaran di Kabupaten Sikka Propinsi Nusa Tenggara Timur, sudah menjadi cerita lama yang berkelanjutan dan berkesinambungan yang harus dihadapi oleh para Pimpinan Daerah di kabupaten ini.

Minimnya Pendapatan Asli Daerah yang dihasilkan, menyebabkan tidak dapat berkembanganya Kabupaten Sikka untuk pembangunan, perbaikan dan pengadaan infrastruktur bahkan memenuhi biaya operasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Defisit keuangan ditambah dengan defisit konsep dari Pimpinan Daerah untuk pengembangan Kabupaten Sikka menambah carut marut masalah yang dihadapi.

Jalan pintas untuk mencari jalan keluar permasalahan ini adalah mencari pinjaman daerah.

Pimpinan Daerah hampir sekitar 2 tahun tidak mendapat respon dan tanggapan terkait pengajuan pinjaman daerah yang diajukan kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero).

Singkat cerita, mendapat masalah ini, Pimpinan Daerah mencari, menghubungi, dan menemui Saya pada sekitar medio tahun 2021, meminta bantuan atas masalah tersebut atas pertimbangan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) yang adalah Special Mission Vehicle di bawah Kementerian Keuangan, yang merupakan rekan kerja Saya di DPR-RI.

Sebagai wakil rakyat asal Kabupaten Sikka, Saya merasa terpanggil untuk membantu. Dan saat itu juga di depan Pimpinan Daerah, Saya menghubungi pejabat terkait. Dan tidak lama kemudian Kabupaten Sikka mendapat pinjaman daerah sebesar Rp 216 Miliar dari PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero).

Pengelolaan keuangan daerah adalah salah satu kunci keberhasilan pembangunan daerah demi maju dan berkembangnya Kabupaten Sikka.

Pemberdayaan sumber daya alam untuk menarik wisatawan maupun investor, pemberdayaan manusia (human empowerment) menjadi suatu keharusan demi terciptanya generasi unggul di kabupaten Sikka.

Pimpinan Daerah harus berpikir ‘’out of the box”’, dan tidak hanya sebatas menjalani rutinitas dan pencitraan belaka.

Kata kunci yang juga penting dan harus dipegang adalah komitmen dan kejujuran.

Hindari bermain proyek apalagi proyek pencitraan yang justeru mangkrak di tengah jalan, bahkan terkesan terjadi pembohongan kepada Pimpinan Umat Beragama.

Jika Pimpinan Umat Beragama saja dibohongi, apalagi masyarakat awam.

Masyarakat hendaknya cerdas dalam menilai, menganalisis dan memilih Pimpinan Daerah yang akan berlaga dalam konstelasi politik yang tidak lama lagi akan berlangsung.

Harapan Saya, semoga Kabupaten Sikka akan maju berkembang dan kehidupan masyarakat akan lebih sejahtera di kemudian hari. Semoga.***

Ditulis oleh Melchias M. Mekeng, Anggota Komisi XI-DPR RI, tinggal di Jakarta

Berita Terkait

Jangan Jadikan Nusa Tenggara Timur Seperti Irlandia: Sebuah Kajian Sosial-Budaya
Kapal Ratu Rosari: Legenda Laut Hubungkan Flores dengan Dunia
Tiba Masa Tiba Akal, Gempa Flores: Antara Tragedi Kemanusiaan dan Politik Pencitraan
Spanyol versus Argentina, Pertarungan Dua Filosofi Menuju Tahta Dunia
Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih
Empat Negara di Tangga Juara
Sengketa Tanah Nangahale: Perjumpaan antara Jejak Kolonial dan Status Kepemilikan
Pembubaran Ibadah dan Kebebasan Beragama: Antara Perlindungan Konstitusi dan IMB

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:32 WITA

BPJS Kesehatan Perluas Kerja Sama dengan Asuransi Kesehatan Tambahan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:58 WITA

6 Janji Jenderal Suyudi Awali Langkah Jadi Kapolri

Kamis, 17 September 2026 - 22:07 WITA

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Jumat, 11 September 2026 - 08:50 WITA

Ciri-ciri Pelaku Penembakan di Papua Sudah Diketahui, Polisi Sita Selongsong Peluru

Kamis, 10 September 2026 - 15:06 WITA

KKB Pimpinan Egianus  Kagoya Tembak Mati 3 WNI, 1 Korban Asal Sikka

Senin, 7 September 2026 - 19:54 WITA

BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence melalui CX126

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:35 WITA

Melchias Mekeng Resmi Pimpin Komisi XII DPR RI

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:33 WITA

NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN

Berita Terbaru