Maumere-SuaraSikka.com: Aksi demonstrasi Civitas Unipa di Kantor DPRD setempat, Jumat (24/2), ternyata dilawan dengan kontrademo pada hari itu juga.
Massa kontrademo menamakan wadah mereka dengan sebutan Aliansi Masyarakat Sika (Almasi). Jumlah mereka tidak lebih dari 10 orang, jauh berbanding terbalik dengan massa aksi Unipa Maumere yang sekitar 800-an orang.
Aksi kontrademo ini berlangsung di depan ruang kerja Ketua DPRD Sikka. Mereka bertemu Pimpinan dan Anggota DPRD Sikka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Koordinator Almasi Gabriel Dagha mengatakan aksi Almasi sifatnya spontanitas, setelah mengetahui rencana aksi massa Unipa Maumere.
Almasi, kata dia, mendukung sepenuhnya DPRD Sikka, termasuk salah satu anggota Fraksi Partai Hanura Wenseslaus Wege, dalam upaya memperjelas status kepemilikan Unipa Maumere.
Tuntutan lain Almasi yakni mendesak DPRD Sikka untuk segera melengserkan Ketua Yayasan Unipa Maumere Sabinus Nabu.
Dia menegaskan bahwa jabatan Ketua Yayasan melekat dengan Sekda Sikka ex-officio. Sabinus Nabu, tegas dia, tidak lagi menjabat sebagai Sekda Sikka, karena itu harus segera dilengserkan dari Ketua Yayasan Unipa Maumere.
“Sabinus Nabu sudah sekian tahun menjadi Ketua Yayasan Unipa Maumere, padahal dia tidak lagi menjabat Sekda Sikka. Dia harus dilengserkan,” twgas Gabriel Dagha.
Kontrademo ini menarik perhatian karena aksi mereka dilaksanakan saat bersamaan dengan aksi massa Unipa Maumere.
Petugas keamanan bersiaga ketat mewanti-wanti sehingga tidak terjadi kontak fisik antara dua massa aksi ini.*** (eny)















