Maumere-SuaraSikka.com: Kasus korupsi di Kabupaten Sikka, tidak hanya soal “makan uang” dan penyalahgunaan kewenangan. Faktanya, pengadaan ternak sapi dan babi juga “dikorupsi”.
Kasus ini diangkat oleh Fraksi Partai Golkar melalui Pemandangan Umum Fraksi atas LKPJ Bupati Sikka Akhir Tahun 2022, Selasa (21/3) malam.
Ketua Fraksi Partai Golkar Antonius Hendrikus Rebu mempersoalkan bantuan ternak sapi pada tahun 2021 dan bantuan ternak babi pada tahun 2022 yang dikelola rekanan penyedia melalui Dinas Pertanian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Fraksi Partai Golkar, masyarakat dijanjikan akan diantar 4 ekor sapi per kelompok di Desa Meken Detung Kecamatan Kangae. Faktanya, yang diantar hanya 3 ekor.
“Dinas Pertanian berjanji akan mengantarkan sisanya, namun sampai sekarang tidak pernah diantar. Ke mana sapi itu?” tanya Antonius Hendrikus Rebu.
Selanjutnya, ujar dia, pada tahun 2022 persoalan terjadi lagi pada bantuan ternak babi untuk masyarakat Desa Namangkewa di Kecamatan Kewapante.
Antonius Hendrikus Rebu mengungkapkan ada 1 ekor babi yang mati pada saat diantar ke kelompok penerima.
“Waktu itu Dinas Pertanian berjanji akan menggantikannya. Namun hingga saat ini tidak pernah diantar. Pertanyaannya adalah ke mana babi itu? Siapa yang memanfaatkan? Masyarakat hanya ditipu oleh oknum di Dinas Pertanian,” ujar Antonius Hendrikus Rebu kesal.
Terhadap persoalan ini, Kepala Dinas Pertanian Yohanes Emil Satriawan memberikan penjelasan melalui Kepala Bidang Produksi Ternak Salestin Y Menak.
Dia menjelaskan untuk tahun 2021, anggaran yang ada di DPA Induk Dinas Pertanian Kabupaten Sikka mengalami refocusing untuk penanganan kasus Covid-19.
“Sehingga tidak ada kegiatan pendistribusian ternak sapi ke masyarakat, khususnya masyarakat di Desa Meken Detung,” jelas dia, Kamis (23/3).
Sementara terkait bantuan babi untuk kelompok di Desa Namangkewa, Salestin Y Menak mengakui ada babi yang mati.
Dia memastikan pihaknya sudah berkoordinasi dengan rekanan penyedia. Menurut dia, rekanan penyedia akan melakukan penggantian, karena babi tersebut mati saat masih dalam masa pemeliharaan.*** (eny)















