Rabies Renggut Nyawa Balita di Sikka, Pemerintah Buru-Buru Gelar Rakor

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 9 Mei 2023 - 16:13 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 40 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Orang tua dan keluarga menangisi bocah yang meninggal dunia akibat rabies, Senin (8/5) (foto: istimewa)

Orang tua dan keluarga menangisi bocah yang meninggal dunia akibat rabies, Senin (8/5) (foto: istimewa)

Maumere-SuaraSikka.com: Rabies merenggut nyawa seorang warga Kabupaten Sikka, Senin (8/5). Balita berumur 4 tahun 11 bulan itu meninggal dunia setelah 14 hari mengalami kasus gigitan.

Kasus ini menjadi pukulan berat bagi warga Kabupaten Sikka, terutama pemerhati kesehatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pasalnya selama ini mereka sering berteriak tentang tidak adanya stok vaksin anti rabies (VAR) baik untuk manusia maupun untuk hewan penular rabies.

Sehari setelah kasus kematian bocah.yang berdomisili di Desa Habi Kecamatan Kangae, buru-buru pemerintah daerah setempat menggelar rapat koordinasi, Selasa (9/5).

Rapat koordinasi ini diketahui dari beredarnya surat yang ditandatangani Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo. Surat bernomor Distan/524.3/121/V/2023, menggunakan kop surat Bupati Sikka.

Dalam surat tersebut disampaikan bahwa rapat koordinasi dilakukan dengan alasan meningkatnya kasus rabies di Kabupaten Sikka, dan perlu dilakukan penanganan sesegera mungkin.

Baca Juga :  Wabup Sikka Serahkan 20 Unit Tenda untuk Korban Gempa di Talibura

Rapat koordinasi ini melibatkan Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi, dan Direktur RSUD TC Hillers Maumere.

Bupati Sikka mengundang juga Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Sikka, Kepala Bagian Pemerintahan Setda Sikka, para Camat di Kabupaten Sikka, dan Dokter Asep Purnama.

Dinas Pertanian yang terkait erat dalam penanganan rabies tidak diundang dalam rapat koordinasi.

Hingga saat ini belum diketahui sejauh mana hasil rapat koordinasi yang berlangsung pukul 13.00 Wita di Lantai 3 Kantor Bupati Sikka.

Rapat koordinasi ini dinilai ironis dan terkesan dipaksakan karena selama ini Pemkab Sikka tidak menaruh perhatian serius terhadap pencegahan rabies di Kabupaten Sikka.

Baca Juga :  Anak-Anak di Nitunglea-Palue Lewati 5 Titik Longsoran Ekstrim Demi Ambil Bantuan Sembako

Sebelumnya diketahui seekor anjing menggigit balita 4 tahun 11 di Desa Habi Kecamatan Kangae Kabupaten Sikka, pada 24 April 2023. Balita tersebut akhirnya meninggal dunia, Senin (8/5).

Anjing yang terduga rabies tersebut menggigit bagian wajah balita yang malang. Korban sempat dirawat di RSUD Tc Hillers Maumere.

Diketahui anjing tersebut merupakan anjing lokal betina berusia 3 tahun. Sehari setelah menyerang korban, anjing ini kemudian mati.

Berdasarkan hasil uji laboratorium sampel otak anjing di Balai Besar Denpasar pada 3 Mei 2023, anjing tersebut dinyatakan positip rabies.

Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Sikka mencatat kasus rabies di Sikka selama tahun 2023 sebanyak 9 kasus, dan mengalami peningkatan setiap bulannya yakni bulan Januari dan Pebruari 3 kasus, bulan April 5 kasus, dan Mei 1 kasus.*** (eny)

Berita Terkait

Cair! Rp 200 Miliar dari Presiden untuk Penanggulangan Bencana di NTT
BTT di Sikka Naik Seribu Persen Lebih, DPRD Ingatkan Potensi Pidana
Dua Korban Gempa Bumi di Palue Jalani Perawatan di Tenda Darurat RSUD TC Hillers Maumere
53.971 Unit Rumah di Flores Rusak Akibat Guncangan Gempa
Gelar Aksi Seribu Lilin dan Doa Bersama, OMK Paroki Wolofeo Galang Dana bagi Korban Gempa Bumi
Uskup Maumere Kunjungi 92 Pasien RSUD TC Hillers Maumere yang Dirawat di Tenda Darurat
Pascagempa Bumi Tektonik, 777,7 Ton Bantuan Mengalir Melalui Maumere dan Labuan Bajo
Wabup Sikka Serahkan 20 Unit Tenda untuk Korban Gempa di Talibura
Tag :
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:01 WITA

Cair! Rp 200 Miliar dari Presiden untuk Penanggulangan Bencana di NTT

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:35 WITA

BTT di Sikka Naik Seribu Persen Lebih, DPRD Ingatkan Potensi Pidana

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:21 WITA

Dua Korban Gempa Bumi di Palue Jalani Perawatan di Tenda Darurat RSUD TC Hillers Maumere

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:45 WITA

53.971 Unit Rumah di Flores Rusak Akibat Guncangan Gempa

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:32 WITA

Uskup Maumere Kunjungi 92 Pasien RSUD TC Hillers Maumere yang Dirawat di Tenda Darurat

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:21 WITA

Pascagempa Bumi Tektonik, 777,7 Ton Bantuan Mengalir Melalui Maumere dan Labuan Bajo

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:33 WITA

Wabup Sikka Serahkan 20 Unit Tenda untuk Korban Gempa di Talibura

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:09 WITA

Pascagempa Bumi, Belanja Modal di Sikka “Hilang” Rp 12 Miliar

Berita Terbaru

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sewaktu berkunjung ke Maumere, Rabu (19/8)

Bencana Alam

Cair! Rp 200 Miliar dari Presiden untuk Penanggulangan Bencana di NTT

Selasa, 25 Agu 2026 - 07:01 WITA

Suasana Rapat Paripurna DPRD Sikka, Senin (24/8)

Bencana Alam

BTT di Sikka Naik Seribu Persen Lebih, DPRD Ingatkan Potensi Pidana

Senin, 24 Agu 2026 - 21:35 WITA

Salah satu rumah warga mengalami rusak berat akibat guncangan gempa bumi tektonik di Flores

Bencana Alam

53.971 Unit Rumah di Flores Rusak Akibat Guncangan Gempa

Senin, 24 Agu 2026 - 10:45 WITA