


Maumere-SuaraSikka.com: Rabies merenggut nyawa seorang warga Kabupaten Sikka, Senin (8/5). Balita berumur 4 tahun 11 bulan itu meninggal dunia setelah 14 hari mengalami kasus gigitan.
Kasus ini menjadi pukulan berat bagi warga Kabupaten Sikka, terutama pemerhati kesehatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pasalnya selama ini mereka sering berteriak tentang tidak adanya stok vaksin anti rabies (VAR) baik untuk manusia maupun untuk hewan penular rabies.
Sehari setelah kasus kematian bocah.yang berdomisili di Desa Habi Kecamatan Kangae, buru-buru pemerintah daerah setempat menggelar rapat koordinasi, Selasa (9/5).
Rapat koordinasi ini diketahui dari beredarnya surat yang ditandatangani Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo. Surat bernomor Distan/524.3/121/V/2023, menggunakan kop surat Bupati Sikka.
Dalam surat tersebut disampaikan bahwa rapat koordinasi dilakukan dengan alasan meningkatnya kasus rabies di Kabupaten Sikka, dan perlu dilakukan penanganan sesegera mungkin.
Rapat koordinasi ini melibatkan Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi, dan Direktur RSUD TC Hillers Maumere.
Bupati Sikka mengundang juga Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Sikka, Kepala Bagian Pemerintahan Setda Sikka, para Camat di Kabupaten Sikka, dan Dokter Asep Purnama.
Dinas Pertanian yang terkait erat dalam penanganan rabies tidak diundang dalam rapat koordinasi.
Hingga saat ini belum diketahui sejauh mana hasil rapat koordinasi yang berlangsung pukul 13.00 Wita di Lantai 3 Kantor Bupati Sikka.
Rapat koordinasi ini dinilai ironis dan terkesan dipaksakan karena selama ini Pemkab Sikka tidak menaruh perhatian serius terhadap pencegahan rabies di Kabupaten Sikka.
Sebelumnya diketahui seekor anjing menggigit balita 4 tahun 11 di Desa Habi Kecamatan Kangae Kabupaten Sikka, pada 24 April 2023. Balita tersebut akhirnya meninggal dunia, Senin (8/5).
Anjing yang terduga rabies tersebut menggigit bagian wajah balita yang malang. Korban sempat dirawat di RSUD Tc Hillers Maumere.
Diketahui anjing tersebut merupakan anjing lokal betina berusia 3 tahun. Sehari setelah menyerang korban, anjing ini kemudian mati.
Berdasarkan hasil uji laboratorium sampel otak anjing di Balai Besar Denpasar pada 3 Mei 2023, anjing tersebut dinyatakan positip rabies.
Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Sikka mencatat kasus rabies di Sikka selama tahun 2023 sebanyak 9 kasus, dan mengalami peningkatan setiap bulannya yakni bulan Januari dan Pebruari 3 kasus, bulan April 5 kasus, dan Mei 1 kasus.*** (eny)







Ikuti Kami
Subscribe












