
MASA JABATAN Bupati Sikka dan Wakil Bupati Sikka Periode 2018-2023 tinggal menghitung hari. Fransiskus Roberto Diogo dan Romanus Woga harus meletakkan jabatan pada 20 September 2023 nanti. Lagi 51 hari.
Bupati Sikka di awal masa kepemimpinannya, pernah mengklaim diri sebagai Master PAD. Luar biasa!
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ternyata hanya semu semata. Sebuah pengklaiman tanpa bukti, tanpa nyali. Lima tahun memimpin Kabupaten Sikka, tidak ada hal yang membanggakan dari sektor PAD.
Jangankan melampaui target, untuk mencapai target saja sudah masuk hitungan hopang pura. Nyali Master PAD, bisa jadi hanya jurus tipu-tipu sejak awal untuk mengelabui rakyat.
Kabupaten Sikka hancur lebur. Lihat saja bagaimana catatan miring Kepala Satuan Tugas Koordinasi dan Supervisi Wilayah V Komisi Pemberantasan Korupsi Dian Patria.
Dia sebut proyek mangkrak di mana-mana. Ternyata dana PEN penuh masalah dengan dugaan korupsi, tim sukses diduga terlalu mencampuri urusan bagi-bagi proyek. Lalu ada lagi tunggakan pajak Rp 32 miliar lebih karena ada dugaan penguasa adalah tim sukses Pilkada.
Dian Patria sepertinya miris dengan kondisi daerah ini. Kesannya dia tidak tega melihat ada yang menari-nari di atas penderitaan rakyat.
Seluruh muara keterpurukan ini, bisa jadi karena faktor pemimpin. Dian Patria mengamini itu.
Dalam nada prihatin, Dian Patria ingatkan agar jangan memilih pemimpin yang salah.
Awasan Dian Patria ini penting, apalagi menjelang Pilkada Sikka 2024 mendatang. Rakyat harus mulai sadar untuk tidak begitu gampang dininabobokan dengan gaya-gaya lips service.
Sikka butuh pemimpin yang tegas, berani, bersih, dan paham akan tata kelola pemerintahan, administrasi dan keuangan.
Robi Idong dan Romanus Woga menyajikan noktah hitam dalam tata kelola pemerintahan. Hanya bisa lebih baik dari Nagekeo dan Ngada.
Lihat saja sikap politik fraksi-fraksi di DPRD Sikka melalui pemandangan umum atas Pidato Nota Pengantar Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA 2022.
Tanpa tedeng aling-aling, Fraksi-Fraksi dengan tegas menyebut Sikka selama ini seperti tidak ada pemimpin.
PAD rendah, padahal Bupati-nya ngaku-ngaku Master PAD. Masih begitu banyak hal buruk selama kepemimpinan Roma, karena selama hampir 5 tahun ini minus prestasi.
Semua sudah terjadi. Sejarah kelam yang dialami warga Nian Tana Sikka jangan terulang kembali.
Suka atau tidak suka, secara konstitusional Roma harus letakkan jabatan. Dalam kondisi daerah yang berantakan, warga Sikka wajib mengucapkan epang gawang buat Robi Idong dan Romanus Woga atas dedikasi dan kerja keras membangun Nian Tana Sikka.
Selanjutnya Sikka akan masuk masa transisi. Kabupaten ini bakal dipimpin seorang Penjabat Bupati Sikka. Siapa kah dia?
Sesuai regulasi, Mendagri yang memiliki kewenangan untuk menentukan Penjabat Bupati Sikka. Penjabat yang ditentukan yakni 1 dari 9 nama yang diusulkan.
DPRD Sikka, Gubernur NTT, dan Kemendagri, masing-masing diberi hak mengusulkan 3 nama.
DPRD Sikka secara resmi telah mengusulkan Kepala Dinas Sosial Pemprop NTT Yosef Rasi, Sekda Sikka Adrianus Firminus Parera, dan Kepala Bapelitbang Femy Bapa.
Gubernur NTT usulkan siapa? Bagaimana usulan Kemendagri? Hingga kini belum muncul ke publik.
Siapa pun nanti ditunjuk sebagai Penjabat Bupati Sikka, setidaknya figur ini memiliki kapasitas dan kapabilitas untuk menjadikan Sikka lebih baik.
Penjabat Bupati Sikka harus menjadi manusia super, karena dia tidak sekedar menerima tanggung jawab dan kepercayaan.
Tugas besarnya adalah memperbaiki “rumah kita” Kabupaten Sikka yang berantakan, ibaratnya membalikkan 180 derajat Kabupaten Sikka yang sudah luluh lantah 5 tahun ini.
Rasa-rasanya sulit memulai dari mana untuk memperbaiki kembali. Lagu Rumah Kita yang menjadi ikon Pilkada Sikka 2018 sudah tinggal cerita dan kenangan.
Pejabat Bupati Sikka harus menerima kenyataan kas daerah kosong, proyek mangkrak di mana-mana, antrian dugaan korupsi, ditambah pungutan liar dan gratifikasi, PAD rendah, serta sederet masalah dan segudang soal.
Karenanya, Penjabat Bupati Sikka jangan figur yang gagah-gagahan semata. Lalu bikin ulah yang sama. Ahh, nanti Sikka tidak lepas dari gaduh politik, dan ujung-ujungnya masyarakat lagi-lagi jadi korban.
Mendagri perlu berpikir panjang untuk menetapkan Penjabat Bupati Sikka. Kalau boleh pejabat-pejabat yang masuk dalam sistem pemerintahan Roma, diabaikan saja. Apalagi Sekda Sikka yang mengatur dapur daerah ini, terbukti gagal juga.
Biarkan pejabat dari luar saja yang berkreatifitas dengan segudang kemampuan dan pengalaman yang mereka miliki.
Hanya dengan itu, ditambah mereka tidak memiliki ikatan psikologis, emosional, dan terutama politik, Kabupaten Sikka diyakini bisa bergerak sedikit lebih baik.***
Ditulis oleh Marianus Gaharpung, dosen FH Ubaya Surabaya















