Peringati HUT ke-55, BPJS Kesehatan Gaungkan Transformasi Mutu Layanan

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 1 Agustus 2023 - 09:44 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 53 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dirut BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti dan Menteri Kesehatan Budi Gunawan Sadikin dalam kegiatan Sarasehan HUT ke-55 BPJS Kesehatan, Senin (31/7)

Dirut BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti dan Menteri Kesehatan Budi Gunawan Sadikin dalam kegiatan Sarasehan HUT ke-55 BPJS Kesehatan, Senin (31/7)

Maumere-SuaraSikka.com: BPJS Kesehatan memperingati HUT ke-55 pada 15 Juli 2023 lalu. Momentum ini dimaknai untuk menggaungkan upaya transformasi mutu layanan baik internal BPJS Kesehatan maupun seluruh stakeholder terkait.

Tonggak sejarah terbentuknya program jaminan kesehatan telah dimulai dengan berdirinya Badan
Penyelenggara Dana Pemeliharaan Kesehatan (BPDPK) pada tahun 1968. BPDPK memberikan jaminan
kesehatan pada para pegawai negara, penerima pensiun dan keluarganya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Atas dasar tersebut, maka
tanggal 15 Juli 1968 dimaknai sebagai hari lahir BPDPK yang merupakan cikal bakal BPJS Kesehatan
penyelenggara Program Jaminan Kesehatan Nasional.

Pada perkembangannya, lembaga ini berganti status menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Perum
Bhakti Husada dan PT Askes (Persero), yang juga mencakupi kesehatan karyawan BUMN beserta
keluarganya.

Hingga akhirnya sebagaimana diamanatkan UU SJSN dan UU BPJS, lembaga ini
bertransformasi menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk
mengimplementasikan cakupan kesehatan semesta (Universal Health Coverage) bagi seluruh
masyarakat Indonesia.

Memaknai HUT ke-55 dan hampir 10 tahun implementasi Program JKN, Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti mengapresiasi
perjuangan semangat kolaborasi seluruh elemen dan pemangku kepentingan yang telah berkontribusi
positif atas suksesnya penyelenggaraan Program JKN bagi penduduk Indonesia.

Dia mengatakan setelah hampir 10 tahun berjuang melalui transformasi dari PT Askes (Persero) menjadi BPJS Kesehatan dengan
segala dinamika yang terjadi sehingga penyelenggaraan Program JKN tetap sustain, maka saat ini BPJS
Kesehatan kembali melakukan transformasi.

Ali Ghufron Mukti menambahkan pada usia ke-55 BPJS Kesehatan, pengelolaan Program JKN mendapatkan
tantangan baru khususnya dalam meningkatkan mutu layanan.

Selama hampir satu dekade ini pula tuntutan masyarakat terhadap kualitas layanan Program JKN juga semakin meningkat.

Kendati begitu, kata dia, Program JKN bersama BPJS Kesehatan tidak henti melakukan perbaikan-perbaikan dan inovasi
untuk meningkatkan kualitas dari berbagai sisi.

“Oleh karena itu pada HUT ke-55, BPJS Kesehatan mengangkat tema “Transformasi Mutu
Layanan, Komitmen Bersama Demi Kesejahteraan Bangsa” sebagai upaya untuk menggaungkan transformasi mutu layanan baik internal BPJS Kesehatan maupun seluruh stakeholder terkait,” ujar dia dalam Sarasehan HUT ke-55 BPJS Kesehatan, Senin (31/7), sebagaimana rilis yang diterima media ini.

BPJS Kesehatan juga memberikan kado HUT dengan mempersembahkan hadiah terindah untuk
peserta JKN, berupa berbagai terobosan guna memberikan kemudahan serta mutu layanan kepada
peserta.

Dia menyebut seperti i-Care JKN, sebuah terobosan penyediaan data riwayat pelayanan kesehatan yang dapat
dimanfaatkan antarfasilitas kesehatan yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.

Selain itu
meluncurkan Program Petakan, Sisir, Advokasi, dan Registrasi (PESIAR) untuk percepatan perluasan
rekrutmen peserta hingga ke tingkat desa.

Ada juga Simplifikasi Layanan Kantor Cabang yang telah dilakukan
untuk memangkas waktu tunggu dan mempercepat proses layanan serta menyediakan fungsi Service
Officer secara mobile dan berbagai layanan unggulan teknologi informasi yang mendukung implementasi
Program JKN serta meluncurkan wajah terbaru website BPJS Kesehatan untuk kemudahan masyarakat
memperoleh informasi.

Berbagai kemudahan juga dipersembahkan melalui implementasi Rujukan MANTAP atau simplifikasi
rujukan dengan kasus dan kondisi tertentu sehingga peserta dapat merujuk ke RS Kelas B dan RS Kelas
A yang dapat langsung dipilih oleh FKTP tanpa harus melalui Klinik Utama/RS Kelas D/C.

Sebagai upaya
perluasan akses layanan, BPJS Kesehatan juga memberikan kompensasi bagi Daerah Belum Tersedia Fasilitas Kesehatan Memenuhi Syarat (DBTFMS) untuk membuka akses layanan kesehatan di daerah
terpencil sehingga dapat meningkatkan pemerataan derajat kesehatan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan dinamika
perjalanan implementasi Program JKN BPJS Kesehatan sudah dilalui dan menjadi pengalaman
berharga dalam menjaga keberlangsungan jaminan kesehatan di Indonesia.

Budi Gunadi Sadikin menyorot juga bagaimana BPJS kesehatan dapat membantu dalam transparansi biaya pelayanan kesehatan di
Indonesia dan menjaga standar tarif yang ada khususnya menghadapi tantangan bonus demografi
Indonesia.

Dia mengatakan pada tahun 2030 Indonesia memiliki tantangan terhadap puncak bonus demografi yaitu diharapkan
masyarakat akan mengalami peningkatan pendapatan karena peningkatan jumlah masyarakat usia
produktif.

Jika Indonesia tidak bisa memanfaatkan momentum puncak demografi ini sebagai momentum
peningkatan pendapatan masyarakat, maka akan kehilangan kesempatan dan terus menjadi negara
dengan middle income.

“Untuk itu peran BPJS Kesehatan menjadikan manusia Indonesia yang sehat
sangat penting melalui pembiayaan kesehatan yang kuat. BPJS Kesehatan juga diharapkan dapat
menjaga standar biaya pelayanan kesehatan ini ditengah lonjakan bonus demografi ini,” kata Budi Gunadi Sadikin.

Menteri Kesehatan juga mengapreasiasi bagaimana kinerja BPJS Kesehatan mulai dari kolektibilitas yang semakin
baik, klaim layanan kesehatan diproses dengan sangat cepat, dan mulai fokus pada upaya pencegahan.

Dia juga melihat demand side sudah berhasil diperoleh melalui cakupan kepesertaan yang semakin
besar dan kini yang menjadi tantangan bagaimana dapat mengakomodir supply side.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Pembangunan Berkelanjutan Kementerian Koordinator Bidang
Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Agus Suprapto menyoroti bagaimana kemiskinan ekstrim
menjadi tantangan Pemerintah saat ini. Menurut dia, BPJS Kesehatan memiliki andil dalam upaya
penanganannya.

”Jaminan kesehatan di Indonesia makin maju dan sukses. Saat ini berbagai inovasi sangat responsif
menjawab kebutuhan peserta mulai dari waktu tunggu hingga pemakaian Mobile JKN,” kata Agus Suprapto.*** (eny)

Berita Terkait

NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN
Sambut HUT ke-81 RI, Asosiasi Penambang Nikel Ajak Perkuat Hilirisasi dan Tata Kelola Mineral demi Wujudkan Negara Adidaya
Jadi Tersangka 3 Kasus Korupsi, Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Belum Ditahan
Program JKN Makin Kuat, Cetak SDM Sehat untuk Indonesia Hebat
Presiden Prabowo Ingatkan Pentingnya Legitimasi Institusi Polri
Putusan MK: Kepala Daerah Tetap Dipilih Rakyat
Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat
PSG Juara Liga Champions 2026

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:26 WITA

237 Penyintas Gempa di Gelora Samador da Cunha Maumere Pulang ke Rumah

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:08 WITA

Bupati Sikka Serius Pilkades Serentak Digelar Tahun Ini, Golkar dan Demokrat Tolak

Selasa, 25 Agustus 2026 - 08:31 WITA

Dugaan Korupsi Bencana di Sikka, Bantuan Seng untuk 5.000 Rumah Belum Teralisir

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:01 WITA

Cair! Rp 200 Miliar dari Presiden untuk Penanggulangan Bencana di NTT

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:35 WITA

BTT di Sikka Naik Seribu Persen Lebih, DPRD Ingatkan Potensi Pidana

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:45 WITA

53.971 Unit Rumah di Flores Rusak Akibat Guncangan Gempa

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:27 WITA

Gelar Aksi Seribu Lilin dan Doa Bersama, OMK Paroki Wolofeo Galang Dana bagi Korban Gempa Bumi

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:32 WITA

Uskup Maumere Kunjungi 92 Pasien RSUD TC Hillers Maumere yang Dirawat di Tenda Darurat

Berita Terbaru

Petugas kesehatan dari TNI memeriksa kesehatan penyintas gempa bumi yang hendak pulang ke rumah, Senin (24/8)

Bencana Alam

237 Penyintas Gempa di Gelora Samador da Cunha Maumere Pulang ke Rumah

Selasa, 25 Agu 2026 - 12:26 WITA

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sewaktu berkunjung ke Maumere, Rabu (19/8)

Bencana Alam

Cair! Rp 200 Miliar dari Presiden untuk Penanggulangan Bencana di NTT

Selasa, 25 Agu 2026 - 07:01 WITA

Suasana Rapat Paripurna DPRD Sikka, Senin (24/8)

Bencana Alam

BTT di Sikka Naik Seribu Persen Lebih, DPRD Ingatkan Potensi Pidana

Senin, 24 Agu 2026 - 21:35 WITA