
PERSAMI Maumere baru satu kali bertanding pada Liga 3 ETMC XXXII Rote Ndao.
Hasilnya memang tidak maksimal. Laskar Nian Tana yang diunggulkan, justeru terpeleset di kaki Bintang Timur FC. Kalah tipis 0-1.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tak pelak, banyak komentar dan tanggapan berseliweran di media-media sosial, tergantung sudut pandang masing-masing.
Kalah di pertandingan awal, bukan pengalaman pertama bagi Persami.
Tahun 2015, ketika bertindak sebagai tim tuan rumah, Persami justeru keok 1-2 dari Persedaya Sumba Barat Daya di laga pembuka. Sekitar 40.000 pendukung sedih.
Kondisi kemudian berbalik. Persami melangkah mulus pada pertandingan selanjutnya. Bahkan “manggung” di partai puncak, dan berhasil merengkuh tropi bergilir untuk ketiga kalinya.
Dua tahun berikut di Kota Ende, datang sebagai juara bertahan, Persami justeru mencatat kisah tragis.
Pada laga awal, Tim Hijau Putih
berlutut di kaki PSN Ngada, raja sepak bola NTT. Mereka pun pulang sedu, tanpa satu kali menang di babak penyisihan.
Pengalaman kalah di awal laga penyisihan juga terjadi di Kabupaten Malaka Tahun 2019. Persami dibungkam 1-4 oleh tim tuan rumah Persemal Malaka.
Pada babak penyisihan, Persami dikepung 5 tim dari daratan Timor. Tak ayal Hijau Putih lebih dulu pamit karena gagal ke babak berikut.
Kini, 2023 di Rote Ndao. Nasib Persami seperti di ujung tanduk. Dua laga sisa, menjadi pertarungan hidup mati bagi Persami.

Ronaldus Yovandi Sambi dan kawan-kawan ditunggu dua kekuatan yang tidak bisa dianggap enteng: Persena Nagekeo dan Perseromd Rote Ndao.
Tidak ada pilihan bagi Persami selain meraih 6 poin di dua pertandingan terakhir. Hanya dengan itu juara ETMC 2015 ini bisa lolos otomatis ke babak berikut.
Nasib Persami sesungguhnya ditentukan pada laga kedua melawan Persena Nagekeo, Senin (14/8) besok. Partai ini bakal berlangsung seru, karena dua tim ini sama-sama menderita kalah pada pertandingan pertama.
Persami dan Persena sama-sama butuh poin penuh. So, laga ini bakal berlangsung ketat.
Tim yang kalah di partai kedua nanti, hampir pasti angkat koper, dan siap kembali ke Flores menyeberangi Pukuafu.
Tapi ada skenario lain. Bisa juga tim yang kalah mengadu nasib untuk beradu pada posisi peringkat ketiga terbaik. Yah, harus dengan sejumlah catatan. Kondisi yang susah-susah gampang.
Jika Persena Nagekeo yang kalah, peluangnya lebih terbuka, karena di pertandingan terakhir bakal bertemu Bintang Timur FC. Itu pun dengan catatan, Bintang Timur FC kalah dari Perserond Rote Ndao.
Nasib berbeda dialami Persami jika kalah dari Persena Nagekeo. Hijau Putih harus berhadapan dengan Perserond Rote Ndao di laga terakhir. Cukup sulit bagi Persami Maumere membendung tim tuan rumah.
Superior Perserond Rote Ndao terlihat saat menang tipis atas Persena Nagekeo. Pola permainan yang apik, dengan kualitas individu dan kualitas tim yang layak menuju partai pamungkas.
Apalagi dukungan ‘pemain keduabelas’, bisa menjadi teror mental yang meruntuhkan nyali anak-anak Persami.
Suka tidak suka, Persami harus ambil 3 poin penuh dari Persena Nagekeo, sambil berharap Bintang Timur FC tumbang di kaki Perserond Rote Ndao.
Sehingga biar pun nantinya kalah di laga terakhir, Persami masih menyimpan asa, apalagi jika Persena Nagekeo melumat Bintang Timur FC.
Dengan modal 3 poin, Persami masih bisa beradu untung untuk lolos otomatis atau merebut 1 tiket melalui peringkat ketiga terbaik.
Skema terakhir ini memposisikan Persami, Persena Nagekeo, dan Bintang Timur, sama-sama mengoleksi 3 poin. Alhasil, komposisi peringkat grup ditentukan sesuai regulasi Liga 3.
Langkah Persami di Rote Ndao, seperti mujizat saja. Pelatih Kepala M Sukron, tidak boleh “berjudi” dengan Dewi Fortuna.*** (vicky da gomez)















