Sadar Bikin Keputusan Keliru, Wasit Langsung Anulir Kartu Merah ke Pemain Ngada

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 24 Agustus 2023 - 21:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 115 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wasit yang memimpin pertandingan PS Kota Kupang dan PSN Ngada, sedang memberikan arahan kepada kapten kesebelasan dan kiper, sebelum memulai pertandingan, Kamis (24/8)

Wasit yang memimpin pertandingan PS Kota Kupang dan PSN Ngada, sedang memberikan arahan kepada kapten kesebelasan dan kiper, sebelum memulai pertandingan, Kamis (24/8)

Ba’a-SuaraSikka.com: Keputusan wasit adalah mutlak, ternyata tidak berlaku di Liga 3 ETMC 2023 di Kabupaten Rote Ndao.

Setidaknya itu terlihat pada pertandingan antara PS Kota Kupang dan PSN Ngada di Lapangan Paulina Haning-Bullu, Kamis (24/8) petang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Laga babak 16 besar antara 2 tim ini dipimpin wasit Conradus Convoyon Rodriquez dari Kabupaten Manggarai.

Pada perpanjangan waktu 15 menit pertama, wasit mengganjar kartu kuning kepada Evodius Neta dari PSN Ngada. Setelah itu wasit dengan penuh semangat memberikan kartu merah kepada pemain yang sama.

Fakta ini menunjukkan bahwa pemain yang bersangkutan sebelumnya telah menerima kartu kuning. Sehingga dengan dua kartu kuning pada pertandingan yang sama, pemain tersebut harus menerima kartu merah.

Ternyata wasit Conradus Convoyon Rodriquez baru sadar kalau keputusannya keliru. Dia langsung menganulir kartu merah, dan memastikan hanya memberi kartu kuning.

Keputusan wasit yang mengganjar kartu merah, sempat diprotes Pelatih Kepala PSN Ngada Kletus Gabhe.

Baca Juga :  Pilkades Serentak Ditunda Tahun 2027, Sikap Bupati Sikka Plin-Plan

Dia mendatangi wasit meja, dan mengajukan protes secara lisan. Alasannya karena pemain yang bersangkutan belum pernah menerima kartu kuning, sehingga keliru kalau wasit memberikan kartu merah.

Media ini mencatat beberapa peristiwa yang tidak dilakukan secara benar oleh wasit Conradus Convoyon Rodriquez.

Pertama, saat selesai pertandingan waktu normal dengan kedudukan 0-0, wasit didampingi 2 asisten wasit tetap berdiri di dekat titik putih.

Wasit menunggu pemain dua tim berada di dekatnya, sepertinya untuk melakukan proses akhir pertandingan berupa jabatan tangan. Padahal pertandingan belum selesai, karena harus dilanjutkan dengan perpanjangan waktu.

Kedua, setelah perpanjangan waktu 15 menit pertama, wasit memberi signal pertukaran tempat.

Setelah pemain melakukan pertukaran tempat, wasit bukannya meniup pluit kick off, tapi malah membiarkan pemain minum air di bench. Tampak seperti sedang water break.

Ketiga, saat perpanjangan waktu 15 menit kedua, dalam satu momen serangan oleh PSN Ngada,  terjadi benturan badan antara pemain PSN Ngada dan penjaga gawang PS Kota Kupang.

Baca Juga :  Bupati Sikka Serius Pilkades Serentak Digelar Tahun Ini, Golkar dan Demokrat Tolak

Penjaga gawang sempat tergeletak, tetapi masih menguasai bola. Wasit lalu mendekati penjaga gawang, tanpa membunyikan pluit pelanggaran.

Praktis permainan dalam posisi play on, dengan bola sedang dikuasai penjaga gawang yang tengah tergeletak.

Jika saja penjaga gawang melepaskan bola dari tangannya, bisa jadi blunder, apalagi beberapa pemain PSN Ngada terlihat di sekitar tempat tergeletaknya penjaga gawang.

Kepemimpinan wasit masih menjadi sorotan para ofisial dan pemain pada Liga 3 ETMC 2023 ini. Tidak jarang selalu ada protes-protes lisan yang disampaikan, baik saat terjadinya peristiwa, maupun setelah pertandingan seleaai.

PS Malaka yang gagal menembus babak 16 besar telah melayangkan surat protes resmi kepada Asprop PSSI NTT.

Juara ETMC 2019 ini melakukan protes atas kepemimpinan wasit Conradus Convoyon Rodriquez saat PS Malaka bentrok PS Kota Kupang pada laga terakhir di Grup D.*** (eny)

Berita Terkait

Dentuman Keras, Dikira Gempa Susulan, Ternyata Gunung Lewotobi Erupsi Lagi
Belanja Modal Anjlok Rp 12 Miliar Lebih, Infrastruktur Jalan Bakal Jadi Korban
Seng Bantuan untuk Warga Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi Ukuran Tipis, Tidak Layak Jadi Atap Rumah
100 Rombel pada 22 Sekolah di Sikka Harus Belajar di Tenda Darurat, SMPN 1 Maumere Pindah ke SKB
Pilkades Serentak Ditunda Tahun 2027, Sikap Bupati Sikka Plin-Plan
PMKRI Maumere, Timika, Mataram dan Solidaritas Pemuda-Pemudi NTB Salurkan Bantuan untuk Lansia Terdampak Gempa Flores
237 Penyintas Gempa di Gelora Samador da Cunha Maumere Pulang ke Rumah
Bupati Sikka Serius Pilkades Serentak Digelar Tahun Ini, Golkar dan Demokrat Tolak

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:12 WITA

Dentuman Keras, Dikira Gempa Susulan, Ternyata Gunung Lewotobi Erupsi Lagi

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:15 WITA

Belanja Modal Anjlok Rp 12 Miliar Lebih, Infrastruktur Jalan Bakal Jadi Korban

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:59 WITA

Seng Bantuan untuk Warga Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi Ukuran Tipis, Tidak Layak Jadi Atap Rumah

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:20 WITA

100 Rombel pada 22 Sekolah di Sikka Harus Belajar di Tenda Darurat, SMPN 1 Maumere Pindah ke SKB

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:35 WITA

PMKRI Maumere, Timika, Mataram dan Solidaritas Pemuda-Pemudi NTB Salurkan Bantuan untuk Lansia Terdampak Gempa Flores

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:26 WITA

237 Penyintas Gempa di Gelora Samador da Cunha Maumere Pulang ke Rumah

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:08 WITA

Bupati Sikka Serius Pilkades Serentak Digelar Tahun Ini, Golkar dan Demokrat Tolak

Selasa, 25 Agustus 2026 - 08:31 WITA

Dugaan Korupsi Bencana di Sikka, Bantuan Seng untuk 5.000 Rumah Belum Teralisir

Berita Terbaru

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad melantik Melchias Markus Mekeng menjadi Ketua Komisi XII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (26/8) (foto: tempo)

Nasional

Melchias Mekeng Resmi Pimpin Komisi XII DPR RI

Rabu, 26 Agu 2026 - 19:35 WITA