Bakal Muncul Juara Baru ETMC?

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 26 Agustus 2023 - 10:00 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 106 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Manajer dan Kapten Perse Ende membawa tropi bergilir ETMC untuk diperebutkan tahun ini di Kabupaten Rote Ndao

Manajer dan Kapten Perse Ende membawa tropi bergilir ETMC untuk diperebutkan tahun ini di Kabupaten Rote Ndao

LIGA 3 ETMC 2023 di Kabupaten Rote Ndao kini memasuki babak 8 besar. Babak perempatfinal dijadwalkan berlangsung pada Senin (28/8).

Babak perempatfinal bakalan menarik. Ini tahapan menentukan 4 tim terbaik yang pada akhirnya boleh nangkring di atas panggung champion.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Delapan tim sudah dipastikan berada di babak ini. Mereka adalah Perserond Rote Ndao, Persim Manggarai, Perseftim Flotim, dan PSN Ngada.

Lalu Persebata Lembata, Bintang Timur FC, Biru Muda Perkasa Flotim, dan BMU Alor Pantar.

Dari 8 tim ini, terdapat 3 tim yang pernah merengkuh tropi bergilir. Persim Manggarai Juara ETMC 2005. Lalu Perseftim juara tahun 1969 dan 2009. PSN paling banyak, 7 kali, tahun 1970, 1982, 1986, 1997, 2001, 2003 dan 2007.

Selebihnya Perserond pernah 2 kali menjadi semifinalis, tahun 2004 dan 2022. Lalu Persebata menjadi finalis 2006 dan 2022.

Bintang Timur FC baru 3 kali mengikuti iven bergengsi ini. Sedangkan Biru Muda Perkasa FC dan BMU Alor Pantar, ajang tahun ini merupakan debut pertama.

Kalau menoleh 17 edisi terakhir, sejak 1999, tampak tidak ada tim yang superior. PSN 3 kali, Perse 3 kali, dan PS Kota Kupang 2 kali. Tim lain mencatat untuk pertama kali menjadi juara seperti Perse, Perss, Persewa, Persim, Persap, Persada, Persamba, dan PS Malaka.

Kecuali Perss dan Persewa, 6 tim lainnya mencetak prestasi pertama kali di kandang sendiri yakni Perse 1999, Persim 2005, Persap 2006, Persada 2011, Persamba 2013, dan PS Malaka 2019.

Nah, di Rote Ndao tahun ini, 3 tim yang pernah mengecup tropi bergilir — Persim, Perseftim, PSN — bakal dikepung 5 tim yang sama sekali belum pernah mengangkat tropi bergilir.

Dari 3 tim ini, minimal 1 tim sudah pasti berlaga di babak semifinal, entah Perseftim, ataukah PSN.

Sementara Persim masih harus beradu terlebih dahulu dengan tim tuan rumah Perserond. Susah-susah gampang bagi Persim melangkahi pasukan tempur Ti’i Langga.

Jika Persim lolos dari lubang jarum, maka pada babak semifinal akan berhadapan dengan pemenang antara Perseftim dan PSN.

Konstruksi ini memastikan partai puncak akan mempertemukan tim yang pernah juara berhadapan dengan tim yang belum pernah juara.

Peluang munculnya calon juara baru ETMC, tergantung kerja keras Perserond. Tim tuan rumah harus mengandaskan Persim, dan selanjutnya memukul Perseftim/PSN di babak semifinal.

Jika Perserond mampu memaksimalkan superioritas ini, maka Perserond otomatis melenggang ke partai puncak.

Hampir pasti tim tuan rumah berhadapan dengan tim calon juara baru lainnya, entahlah Persebata, Bintang Timur FC, Biru Muda Perkasa atau BMU Alor Pantar.

Seandainya nanti muncul juara baru ETMC, maka dengan sendirinya tim ini akan mencatat sebagai tim ke-14 yang pernah merengkuh tropi bergilir. Tim mana kah itu?

Sejak edisi 2017, tim tuan rumah selalu mencatatkan diri sebagai numero uno. Juara ETMC seolah-olah seperti arisan saja bagi tuan rumah. Mitos ini kemudian terpatahkan pada edisi 2022. Perse membungkam superioritas Persebata.

Mungkinkah Perserond mengembalikan mitos ini?

Laga panas baru akan dimulai Senin (28/8). Tentu saja kita berharap Liga 3 ETMC tahun ini berjalan kondusif, menjunjung tinggi sportivitas, mengendepankan nilai-nilai persaudaraan yang diinisiasi mendiang Gubernur El Tari. Selamat menonton.*** (vicky da gomez)

Berita Terkait

Jangan Jadikan Nusa Tenggara Timur Seperti Irlandia: Sebuah Kajian Sosial-Budaya
Kapal Ratu Rosari: Legenda Laut Hubungkan Flores dengan Dunia
Tiba Masa Tiba Akal, Gempa Flores: Antara Tragedi Kemanusiaan dan Politik Pencitraan
Spanyol versus Argentina, Pertarungan Dua Filosofi Menuju Tahta Dunia
Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih
Empat Negara di Tangga Juara
Sengketa Tanah Nangahale: Perjumpaan antara Jejak Kolonial dan Status Kepemilikan
Pembubaran Ibadah dan Kebebasan Beragama: Antara Perlindungan Konstitusi dan IMB

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 21:59 WITA

Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:45 WITA

Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:26 WITA

49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:49 WITA

Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:23 WITA

Bupati Sikka “Tampar” ASN: Jangan Lihat Pekerjaan Hanya sebagai Rutinitas Administrasi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:00 WITA

Tanggapi Isu Daerah, Undana dan Pemkab Sikka Jajaki Kerja Sama Strategis Tahun 2027

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:04 WITA

Kabar Gembira! SMKS Yohanes XXIII Maumere Buka Jurusan Kecantikan dan SPA, Tenaga Didik Seorang Guru Muda Cantik

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:35 WITA

Femi Bapa Resmi Jadi Sekda Sikka

Berita Terbaru