Tidak hanya itu, Helena Muljanto ternyata mengonsepkan kejutan lain. Bagi dia, tidak cukup jika hanya menyisihkan hasil penjualan lukisan untuk mendukung para perempuan NTT.
Helena Muljanto masih memiliki semangat yang kuat mendorong perempuan-perempuan NTT twrus berkembang.
Untuk itu, dicarilah bibit perempuan muda sebagai agent of change yang kelak dapat memajukan daerahnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Helena Muljanto kemudian menggandeng Yayasan Khouw Kalbe (YKK) untuk memberikan Beasiswa DJITU bagi pelajar perempuan terseleksi untuk meneruskan pendidikan ke tingkat Diploma (D3 dan D4) atau Sarjana (S1).
Dari hasil seleksi 55 peserta yang ikut dalam serangkaian tes oleh YKK, pada akhirnya terpilih sebanyak 4 pelajar perempuan yaitu 2 pelajar dari Maumere dan 2 pelajar dari Larantuka.

Lia Edon, menggesek sasando, alat musik tradisional NTT, dengan penuh penjiwaan mengiringi lagu Flobamora, ketika YKK mengumumkan 4 nama terpilih penerima beasiswa.
Mereka yang beruntung itu adalah Wa Noala Adjie Kandumeu dan Pinkan Dwi Putri Sobalokan dari Unipa Maumere, serta Damaris Peni Maran dan Margaretha Theresia dari Larantuka.
Penerima beasiswa diharapkan dapat berperan sebagai agent of change untuk menjadi perempuan tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan hidup masa depan dan membangun kampung halamannya setelah lulus kuliah.*** (eny)


Ikuti Kami
Subscribe












