

Maumere-SuaraSikka.com: Dinas PKO di Kabupaten Sikka terus menuai soal. Selain kasus korupsi dan seleksi pengadaan Guru PPP, kini institusi ini diterpa lagi persoalan pengadaan barang dan jasa.
Dari 163 paket proyek fisik yang tersebar pada ratusan lokasi, ditengarai 99 paket proyek sedang bermasalah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hampir semua proyek itu sudah dikerjakan 2 bulan lalu, tapi perkembangan kerja benar-benar menyedihkan.
Data yang disampaikan Penjabat Pembuat Komitmen Vincentius Viance Mayelo, Selasa (3/10), proyek-proyek yang bermasalah ini karena realisasi fisik berada di bawah 50 persen. Sementara masa kerja tinggal 1 bulan yakni 23 Nopember 2023.
Sebagian besar proyek bermasalah ini merupakan aspirasi anggota DPRD Sikka melalui pokok-pokok pikiran (pokir).
Vincentius Viance Mayelo menjelaskan Dinas PKO Sikka mengelola 163 paket proyek bersumber dari Dana Alokasi Umum Specific Grant. Seluruh anggaran bernilai Rp 18.545.405.500, dengan nilai kontrak Rp 18.125.655.000.
Sebanyak 163 proyek yang dikelola Dinas PKO Sikka ini terdiri dari 147 paket pokir dan 16 paket rencana kerja di Dinas PKO.
Untuk proyek renja ada 10 paket yang bermasalah. Sementara untuk proyek pokir terdapat 89 paket yang bermasalah.
PPK telah mengundang semua rekanan dalam agenda evaluasi pada Senin (2/10) lalu. Dia mengingatkan agar seluruh proyek bisa diselesaikan tepat waktu, tepat mutu, dan tepat sasaran.*** (eny)


Ikuti Kami
Subscribe












