


Maumere-SuaraSikka.com: Pemkab Sikka berulangkali mendengungkan langkah-langkah strategis dalam rangka peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun Fraksi Partai Nasdem menyebut hanya sebatas wacana saja.
Fraksi Partai Nasdem mengungkapkan hal tersebut melalui Pemandangan Unim Fraksi terhadap Pidato Pengantar Penjabat Bupati Sikka atas RAPBD Sikka TA 2024, Senin (20/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Jurubicara Fraksi Partai Nasdem Fransiskus X Bari memberi apresiasi atas meningkatnya pendapatan daerah sebesar Rp 23.292.611.450 atau setara 1,91 persen, sehingga menjadi Rp 1.239.920.111.450. Sebelumnya pada Perubahan APBD 2023 pendapatan ditargetkan Rp 1.216.627.500.000.
Meskipun rencana pendapatan meningkat, Fraksi Partai Nasdem justeru mencecar habis struktur rancangan pendapatan.
Fraksi Partai Nasdem menilai pemerintah belum mampu menunjukkan taring sebagai sebuah daerah otonom yang mampu memperkuat basis otonom melalui gambaran kemampuan fiskal daerah yang kuat, tangguh dan dapat diperhitungkan sebagai suatu daerah otonom yang pantas.
Khusus PAD misalnya, ujar Fransiskus X Bari, dianggarkan sebesar Rp 110.894.343.700, atau mengalami kenaikan sebesar Rp 3.103.928.492 atau setara 2,87 persen, dari sebelumnya target Perubahan APBD 2023 sebesar Rp 107.790.415.208.
Fraksi Partai Nasdem menilai tidak tampak adanya peningkatan penerimaan, kecuali untuk komponen PAD Lain-Lain Yang Sah yang mengalami kenaikan sebesar Rp 4.875 528.000 dari Perubahan APBD 2023.
Sedangkan untuk pajak daerah dianggarkan sama dengan Perubahan APBD 2023 yakni sebesar Rp 35.847.445.100, dan retribusi daerah dianggarkan berkurang dari target Perubahan APBD 2023.
Sementara untuk hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dianggarkan sama seperti Perubahan APBD 2023 yakni sebesar Rp 1.707.467.340.
“Dari sisi ini Fraksi Partai Nasdem mau mengatakan bahwa langkah-langkah strategis yang dibuat dan didengungkan pemerintah selama ini dalam upaya meningkatkan PAD dalam rangka menaikkan skala derajat kualitas otonomi daerah, baru sebatas wacana tanpa tindakan nyata alias no action talk only,” seru Fransiskus X Bari.
Hal ini, tambah dia, dapat dibuktikan dengan ketidakberanian dan ketidakmampuan pemerintah dalam memperkuat fiskal daerah sebagai daerah otonom melalui meningkatnya PAD.
Fraksi Partai Nasdem berkesimpulan pemerintah tidak berani dan tidak mampu menertibkan sumber-sumber potensial guna meningkatkan PAD.*** (eny)



Ikuti Kami
Subscribe












