Lestarikan Warisan Budaya Leluhur, Dinas Pariwisata Sikka Gelar Pelatihan Tenun Ikat

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 8 Desember 2023 - 11:46 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 862 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para penenun tenunan ikat sedang mengikuti mekanisne pewarnaan dan pembuatan motif tenun ikat di Hotel Permata Sari Maumere, Rabu (6/12)

Para penenun tenunan ikat sedang mengikuti mekanisne pewarnaan dan pembuatan motif tenun ikat di Hotel Permata Sari Maumere, Rabu (6/12)

Emma Irmina Puli menjelaskan bahwa sektor pariwisata dan ekonomi kreatif menjadi sektor penting yang diandalkan dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat serta pertumbuhan ekonomi nasional karena banyak memberikan nilai tambah, menguatkan citra, dan identitas bangsa.

Sejalan dengan itu, kata dia, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sikka juga terus menggalakkan program kegiatan dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Salah seorang narasumber membawakan materi desain motif tenun ikat

Subsektor kriya, kata dia,  merupakan satu dari 3 subsektor unggulan ekraf yang menjadi unggulan di Sikka, dalam hal ini kriya tekstil atau tenun ikat.

Dia menambahkan tenun ikat tidak hanya menyentuh aspek sumber daya pegiat tenun. Tetapi yang tidak kalah penting, ujar dia, yakni makna filosofis yang kuat dan sangat dihormati masyarakat karena merupakan warisan budaya leluhur.

Baca Juga :  Pernah Hilang Saat Tsunami 1992, Mata Air di Talibura-Sikka Muncul Lagi Usai Gempa Bumi Tektonik

“Seiring perkembangan zaman, pemahaman akan makna filosofis mulai memudar, dan hanya sebagian saja yang masih memaknainya dengan benar,” ujar dia.

Untuk itu, lanjut dia, selain bertujuan untuk melestarikan budaya leluhur, kegiatan ini diharapkan bisa meningkatkan pengetahuan, motivasi, kemampuan pelaku kreatif tenun ikat dalam menghasilkan karya-karta kreatif yang berdaya saing dan memiliki nilai jual dalam industri pariwisata.

Berita Terkait

Kemelut di SMKN 1 Maumere, Gaji 52 Guru Pegawai Turun, Kepsek: Bukan Pemotongan Tapi Penyesuaian
Dapat Program Revitalisasi Rp 909,9 Juta, 5 Ruang Kelas di SMPK Yapenthom 1 Maumere Mulai Dibongkar
Jangan Jadikan Nusa Tenggara Timur Seperti Irlandia: Sebuah Kajian Sosial-Budaya
Gempa Bumi Tektonik 4,6 Magnitudo Dirasakan di Nagekeo, Tidak Berpotensi Tzunami
Dokumen Persyaratan Sudah Terpenuhi, Ketua Fraksi Partai Gerindra Sikka Desak Definitifkan SD Borablupur
Dinas PKO Sikka Diduga Membiarkan Pungutan di Sekolah
Pernah Hilang Saat Tsunami 1992, Mata Air di Talibura-Sikka Muncul Lagi Usai Gempa Bumi Tektonik
Fenomena Langka! Gempa Susulan Flores Nyaris 10 Ribu Kali, Mengapa Sesar Lain Ikut “Terbangun”?
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 22:24 WITA

Kemelut di SMKN 1 Maumere, Gaji 52 Guru Pegawai Turun, Kepsek: Bukan Pemotongan Tapi Penyesuaian

Kamis, 10 September 2026 - 22:25 WITA

Dapat Program Revitalisasi Rp 909,9 Juta, 5 Ruang Kelas di SMPK Yapenthom 1 Maumere Mulai Dibongkar

Jumat, 4 September 2026 - 08:03 WITA

Gempa Bumi Tektonik 4,6 Magnitudo Dirasakan di Nagekeo, Tidak Berpotensi Tzunami

Jumat, 4 September 2026 - 06:53 WITA

Dokumen Persyaratan Sudah Terpenuhi, Ketua Fraksi Partai Gerindra Sikka Desak Definitifkan SD Borablupur

Kamis, 3 September 2026 - 20:28 WITA

Kapal Ratu Rosari: Legenda Laut Hubungkan Flores dengan Dunia

Kamis, 3 September 2026 - 19:58 WITA

Dinas PKO Sikka Diduga Membiarkan Pungutan di Sekolah

Kamis, 3 September 2026 - 09:40 WITA

Pernah Hilang Saat Tsunami 1992, Mata Air di Talibura-Sikka Muncul Lagi Usai Gempa Bumi Tektonik

Selasa, 1 September 2026 - 19:26 WITA

Fenomena Langka! Gempa Susulan Flores Nyaris 10 Ribu Kali, Mengapa Sesar Lain Ikut “Terbangun”?

Berita Terbaru